Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Untuk kegunaan lain, lihat Nusa Penida (disambiguasi).
|
| Nama lokal: ᬦᬸᬲᬧᭂᬦᬶᬤ ( Nusapĕnida) Julukan: Golden Egg of Bali ("Telur Emasnya Bali")[1] | |
|---|---|
Jembatan alami dan gapura di Pulau Nusa Penida | |
![]() Peta interaktif Nusa Penida | |
| Geografi | |
| Lokasi | Asia Tenggara |
| Koordinat | 8°44′0″S 115°32′0″E / 8.73333°S 115.53333°E / -8.73333; 115.53333 |
| Kepulauan | Kepulauan Nusa Tenggara |
| Jumlah pulau | 2 |
| Pulau besar | Nusa Penida |
| Luas | 209,41 km2 |
| Titik tertinggi | Gunung Mundi |
| Pemerintahan | |
| Negara | Indonesia |
| Provinsi | Bali |
| Kabupaten | Klungkung |
| Kota terbesar | Batukandik |
| Kependudukan | |
| Penduduk | 64,580 jiwa(2023[2]) |
| Kepadatan | 217,8 jiwa/km2 |
| Kelompok etnik | , Suku Bali dan suku minoritas lainnya |
Nusa Penida adalah sebuah pulau (nusa) bagian dari Kabupaten Klungkung, Bali, Indonesia yang terletak di sebelah tenggara Bali yang dipisahkan oleh Selat Badung. Di dekat pulau ini terdapat juga pulau-pulau kecil lainnya yaitu Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan.
Etimologi
Nusa Penida berasal dari bahasa Bali, dengan "Nusa" yang berarti "pulau" dan "Penida" yang berarti "pendeta". Oleh karena itu, Nusa Penida secara harfiah berarti "pulau para pendeta".[3]
Sejarah

Sejarah pulau Nusa Penida di Bali dimulai pada abad ke-10. Tulisan-tulisan paling awal tentang Nusa Penida memang telah ditemukan di Pilar Belanjong, yang berasal dari tahun 914 M. Pilar ini memuat prasasti yang menyebutkan ekspedisi militer Raja Bali pertama, Sri Kesari Warmadewa, menaklukan Nusa Penida.[4]
Masyarakat Nusa Penida sudah lama mampu melawan raja-raja Bali yang banyak mengorganisasi ekspedisi militer lainnya. Namun, pada paruh kedua abad ke-17, pulau Nusa Penida pasti ditaklukkan oleh ekspedisi Dinasti Gelgel. Raja terakhir Nusa Penida, Dalem Bungkut, tewas dalam pertempuran.[4]
Nusa Penida kemudian menjadi bagian dari istana Klungkung, salah satu dari sembilan kerajaan di Bali. Setelah integrasi Bali ke Hindia Belanda pada 1908 yang kemudian menjadi Indonesia kemudian, Nusa Penida tetap melekat pada Kabupaten Klungkung.[4]
Sebuah peta Belanda yang dibuat pada 1900 menyebut Nusa Penida sebagai Pulau Bandit Karena dulu Kerajaan Klungkung pernah mendeportasi penjahat, lawan politik dan ahli ilmu hitam ke Nusa Penida.[5]
Demografi
Kelompok etnis
Nusa Penida utamanya dihuni oleh Nak Nusé[rujukan?], sub-suku Bali yang merupakan penduduk asli pulau ini.[butuh rujukan]
Bahasa
Masyarakat Nusa Penida pada umumnya menggunakan bahasa Bali dialek Nusa Penida (basa Nosa).[5]
Kondisi geografis

Perbukitan dan kapur karang merupakan kondisi tanah di pulau ini, salah satunya gunung bukit tertinggi bernama Gunung Mundi yang terletak di Kecamatan Nusa Penida. Sumber air adalah mata air dan sungai hanya terdapat di wilayah daratan Kabupaten Klungkung yang mengalir sepanjang tahun.[butuh rujukan]
Desa-desa pesisir nusa penida di sepanjang pantai bagian utara berupa lahan datar dengan kemiringan 0 – 3 % dari ketinggian lahan 0-268 mdpl.[butuh rujukan]
Sedangkan di Kecamatan Nusa Penida sama sekali tidak ada sungai. Sumber air di Kecamatan Nusa Penida adalah mata air dan air hujan yang ditampung dalam cubang oleh penduduk setempat. Kabupaten Klungkung termasuk beriklim tropis. Bulan-bulan basah dan bulan-bulan kering antara Kecamatan Nusa Penida dan Kabupaten Klungkung daratan sangat berbeda.[butuh rujukan]
Infrastruktur wisata dan pengembangan akses ke lokasi destinasi wisata sudah mulai tumbuh di Bali 3 nusa ini. Keramahan lokal akan anda temui di setiap sudut Bali 3 nusa ini yang memiliki populasi 46.749 jiwa (8.543 KK) pada sensus 2010, meliputi 202,8 km2 yang sudah mulai banyak mengalami perubahan sejak 10 tahun belakangan ini.[butuh rujukan]
Secara administratif, kecamatan di Kabupaten Klungkung ini terdiri dari 4 kecamatan besar (Kecamatan Klungkung, Kecamatan Banjarangkan, Kecamatan Dawan dan Kecamatan Nusa Penida). Kecamatan Nusa Penida terdiri dari tiga kepulauan yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Lembongan dan Pulau Ceningan, dan terdiri dari 16 Desa Dinas. Pulau Nusa Penida bisa ditempuh dari empat lokasi dermaga.[butuh rujukan]
Pelabuhan
Sekurangnya yang diketahui ada 6 dermaga/pelabuhan berbeda-beda untuk setiap perusahaan kapal cepat dari Sanur menuju Nusa Penida berlabuh. Pelabuhan di Nusa Penida tersebut di antaranya adalah:[butuh rujukan]
- Pelabuhan Toya Pakeh
- Pelabuhan Buyuk
- Pelabuhan Br. Nyuh
- Pelabuhan Mentigi
- Pelabuhan Sampalan (Ferry)
- Pelabuhan Lembongan
Tempat wisata




Pusat destinasi wisata di Pulau Nusa Penida terletak di bagian barat pulau tersebut, termasuk Pantai Kelingking dan Pantai Broken yang terkenal. Berikut adalah penjabaran destinasi wisata yang terdapat di Nusa Penida.[6]
Sebelah Selatan
- Tebing Banah
- Pantai Tembeling dan Hutan Tropis
- Air Terjun Segening
- Mata Air Peguyangan
Sebelah Barat

- Pantai Broken - Pasih Uug
- Angel Billabong
- Pohon Cinta
- Paluang Cliff
- Pantai Kelingking
- Tebing Palungan
- Pantai Crystal Bay
Sebelah Timur
- Pantai Atuh
- Pantai Diamond
- Pulau Seribu / Raja Lima
- Rumah Pohon Molenteng
- Pantai Suwehan
- Bukit Teletubbies Nusa Penida
- Goa Giri Putri dan Vihara Dewi Kwan Im
Transportasi
Laut
Di Pulau Bali tersedia banyak kapal cepat menuju Nusa Penida. Kapal cepat tersedia di hampir setiap pelabuhan di Bali, seperti Pelabuhan Serangan, Pelabuhan Sanur dan Pelabuhan Padangbai mulai dari jam 7 pagi hingga sore hari jam 5, begitu pun dengan jadwal sebaliknya.[butuh rujukan]
Kapal tradisional dengan harga yang relatif murah berangkat setiap hari pada pukul 6 pagi di dekat jembatan gantung antara Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Perahu ini menjadi transportasi yang banyak digunakan oleh penduduk setempat maupun para wisatawan dan sering kali sangat ramai.[butuh rujukan]
Darat
Nusa Penida juga menyediakan transportasi darat untuk mobilitas ekonomi penduduk maupun wisatawan. Seperti sewa motor dan sewa mobil dapat dengan mudah ditemui pada setiap dermaga pelabuhan yang ada di Nusa Penida.[butuh rujukan]
Akses jalan di Nusa Penida belum teraspal semua dan belum sebaik di Pulau Bali, pembangunan akses jalan masih dalam pembenahan dan proses lebih baik kedepannya.[butuh rujukan]
Referensi
- ↑ https://lovebali.baliprov.go.id/article/detail/1683691361780/%22golden-egg-of-bali%22-nusa-penida-island-at-klungkung-regency
- ↑ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2023" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 31 Desember 2023.
- ↑ Blaise (2024-11-24). "Tracing the Fascinating Culture and History of Nusa Penida". Nusa Penida (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-28.
- 1 2 3 Jaeger, Blaise (2026-06-27). "Budaya Sejarah Nusa Penida Bali". Nusa Penida.
- 1 2 Templat:Budaya & Sejarah Nusa Penida dan Bali
- ↑ Jaeger, Blaise (2020-06-16). "15 Tempat Wisata di Nusa Penida (2026) – Pantai & Spot Terbaik". Nusa Penida. Diakses tanggal 2026-05-28.
Pranala luar
Pulau di Bali | |
|---|---|
| Kabupaten Buleleng | |
| Kabupaten Klungkung | |
| Kota Denpasar | |
Lihat juga: Daftar pulau di Bali & Nusa Tenggara dan Indonesia | |
| Nasional | |
|---|---|
| Lain-lain | |
Artikel bertopik pulau di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
