Rabu, 21 Oktober 2026
09:57 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Bahasa Bali Nusa Penida

Bahasa Bali Nusa Penida

dialek bahasa Bali

Bagikan:
Bahasa Nusa Penida
ᬩᬲᬩᬮᬶᬦᬸᬲᬧᭂᬦᬶᬤ
Basa Bali Nusa Penida
Basa Nosa
Dituturkan diIndonesia
WilayahBali (Nusa Penida)
EtnisBali Nusa Penida (Nak Nusé)
Penutur
59.900 (2022)[1]
Lihat sumber templat}}
20px-Info_Simple.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBeberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
  • Austronesia Lihat butir Wikidata
    • Melayu-Polinesia Lihat butir Wikidata
      • Melayu-Sumbawa (usang) Lihat butir Wikidata
        Cari tahu mengapa. Dikarenakan tidak ada ciri-ciri yang mendefinisikan rumpun bahasa Melayu-Polinesia Barat secara pasti sebagai subkelompok, penggolongan terbaru telah ditinggalkan.Referensi:
        K. Alexander Adelaar & Nikolaus Himmelmann. 2005. The Austronesian languages of Asia and Madagascar: A historical perspective, pp. 1-42, London, Routledge ISBN 0-7007-1286-0
Tampilkan klasifikasi manual
DialekSub-dialek:
Ped
Sakti
Bunga Mekar
Batumadeg
Batukandik
Klumpu
Kutampi Kaler
Kutampi
Batununggul
Suana
Tanglad
Sekartaji
Pejukutan
Status resmi
Diakui sebagai
bahasa minoritas di
Diatur oleh20px-Logo_of_Ministry_of_Education_and_Culture_of_Republic_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kode bahasa
ISO 639-3–
Glottolognusa1244
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
Nusa Penida belum diklasifikasikan dalam tingkatan manapun pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan
Referensi: [2][3]
Informasi penggunaan templat turunan
Sampel
Pranala luar berkas tidak valid? (Diskusikan) Sunting pranala berkas eksternal ini
Logo YouTube
Video sampel dari media eksternal untuk bahasa Nusa Penida "Lagu bahasa nusa penida "Gede ban bubuh sadek" by Kalego" di YouTube(Video lainnya)
Informasi berkas Video yang lain 
Seorang pria desa bercakap-cakap dalam bahasa Bali Nusa Penida sehari-hari
Lokasi penuturan
500px-Nusa_Penida_Balinese.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta persebaran dialek:
Wilayah tempat bahasa Bali Nusa Penida sebagai bahasa mayoritas
Wilayah tempat bahasa Bali Nusa Penida sebagai bahasa minoritas yang signifikan
osm-intl,a,a,a,300x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Bali_Nusa_Penida&revid=29899725&groups=_379c9c1661ae199865609177db4560d9d403818a&parser=parsoid
Tampilkan persebaran penuturan
osm-intl,a,a,a,300x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Bali_Nusa_Penida&revid=29899725&groups=_77d727ccf696bc9329b59edfdc3ebe1e27a2cf35&parser=parsoid
Tampilkan seluruh persebaran bahasa Bali
Peta interaktif yang menunjukkan persebaran penuturan bahasa Bali di wilayah Pulau Bali, Nusa Penida, Pulau Lombok dan sekitarnya. Tekan peta untuk mengakses peta interaktif.
Koordinat: 8°44′0″S 115°32′0″E / 8.73333°S 115.53333°E / -8.73333; 115.53333 Sunting di Wikidata
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
40px-Openstreetmap_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-Wikipedia-logo-v2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proyek pemetaan bahasa
ProyekWiki Bahasa
Artikel ini menggunakan peta yang dihasilkan dari OpenStreetMap dan juga jejaring peta (mapframe) yang dibuat oleh kontributor Wikipedia. Apabila Anda menemukan kesalahan informasi, galat, maupun kendala teknis lainnya dalam data peta, silahkan laporkan di sini. Apabila Anda tertarik dalam pengembangan proyek pemetaan bahasa, silakan bergabung ke ProyekWiki kami. Proyek ini sudah menghasilkan sebanyak 666 artikel bahasa dengan peta interaktif yang dapat diakses dan digunakan oleh para pembaca.
120px-Logo_ProyekWiki_Bahasa.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak
Artikel ini mengandung aksara Bali. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter aksara Bali.

Bahasa Bali Nusa Penida (yang disebut oleh penuturnya sebagai Basa Nosa) adalah sebuah dialek bahasa Bali yang dituturkan oleh penduduk setempat yang dikenal sebagai Nak Nusé di Nusa Penida, sebuah pulau di sebelah selatan Bali yang secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Klungkung. Dialek ini dianggap sebagai yang paling berbeda di antara dialek-dialek bahasa Bali lainnya karena memiliki ciri-ciri unik yang tidak ditemukan pada variasi bahasa Bali lainnya. Akibat isolasi geografis Nusa Penida dari daratan utama Bali, dialek ini terkadang sulit dipahami oleh penutur bahasa Bali dari daratan utama.[4][5] Dialek Nusa Penida sering kali diklasifikasikan sebagai bagian dari dialek Bali Aga/Mula yang dituturkan oleh masyarakat Bali Aga di wilayah dataran tinggi Bali.[4]

Keunikan dialek Nusa Penida dibandingkan dengan dialek Bali daratan umumnya terletak pada aspek fonologi, morfologi, dan intonasi. Dialek Nusa Penida berbeda tidak hanya dalam hal intonasi, tetapi juga dalam kosakatanya.[6] Intonasi penutur Nusa Penida yang cenderung berdurasi pendek dan nada tinggi juga memberikan tantangan bagi penutur bahasa Bali daratan untuk memahami apa yang dibicarakan. Selain itu, seperti dialek Bali Aga, dialek Nusa Penida tidak memiliki sistem tutur tingkatan bahasa atau register yang terdapat pada dialek Bali dataran rendah.[7][8]

Klasifikasi

Dialek Nusa Penida merupakan sebuah dialek dari Bahasa Bali yang sendirinya termasuk dalam cabang Melayu-Polinesia dari rumpun bahasa Austronesia. Dalam rumpun Melayu-Polinesia, bahasa Bali berada di subcabang Bali-Sasak-Sumbawa.[9]

Dialek ini sering kali digolongkan sebagqi sub-dialek dari lain dalam bahasa Bali, yakni bahasa Bali Aga. Hal ini dikarenakan dialek NP memiliki persamaan ciri kebahasaan dengan dialek Aga yang oleh Jendra, dkk. (1997) dijabarkan sebagai berikut:[6]

  • Distribusi fonem /h/ pada awal dan tengah kata;
  • Masih ditemukannya akhiran /-ñə/ dan /-cə/ yang merupakan alofoni morfem dari akhiran /-ə/;
  • Intonasi pembicaraan penutur cenderung memiliki tempo yang cepat dan tekanan yang lebih keras;
  • Kosakata dalam dialek Nusa Penida memiliki kemiripan dengan kosakata yang ada di dialek Aga dan sub-dialeknya yang lain.

Meskipun demikian, terdapat perbedaan lain yang cukup mencolok antara kedua dialek, yakni hilangnya atau berkurangnya distribusi fonem /a/ pada posisi akhir kata.[6]

Sejarah

Terdapat dugaan bahwa keberadaan basa Nosa berkaitan dengan invasi Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh patih Gajah Mada terhadap Kerajaan Bali. Setelah upacara pengangkatannya sebagai "Patih Amangkubhumi Majapahit" pada tahun 1336 M (1258 Saka), Gajah Mada bersama pasukannya berhasil menaklukkan Kerajaan Bali, termasuk Nusa Penida yang disebut sebagai Gurun (?)[a] dalam Sumpah Palapa oleh Gajah Mada. Penaklukan ini disinyalir memengaruhi kondisi kebahasaan di Pulau Bali maupun Nusa Penida.[6]

Persebaran

Saat ini, dialek Nusa Penida terutama digunakan di wilayah Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua komunitas di Nusa Penida menggunakan dialek Nusa Penida. Terdapat beberapa kelompok masyarakat yang berkomunikasi menggunakan dialek yang berbeda. Di pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan—yang terletak di sebelah Nusa Penida—serta di sebagian kecil wilayah Nusa Penida yang berdekatan dengan pulau-pulau tersebut, terdapat dialek khas yang cukup berbeda dari dialek Nusa Penida. Salah satu perbedaan yang paling mencolok terlihat pada kata-kata seperti *eda* (kamu) dan *kola* (saya) dalam dialek Nusa Penida. Penutur dialek Nusa Lembongan menggunakan kata-kata seperti *cai* atau *ci* (kamu) dan *cang* (saya). Contoh lainnya adalah *əndək* (dialek Nusa Penida) dan *tusing* (dialek Nusa Lembongan), *geleng-cenik*, *hangken-kenken*, dan sebagainya.[4] Hanya 13 dari 16 desa di Nusa Penida yang menggunakan dialek Nusa Penida. Desa-desa sisanya menggunakan dialek Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, atau dialek yang menyerupai bahasa Bali wilayah daratan Klungkung—seperti dialek yang dituturkan di Kampung Desa Toyapakeh, salah satu desa di Nusa Penida yang tidak menggunakan dialek Nusa Penida.[4]

Dialek Nusa Penida juga digunakan di luar wilayah Nusa Penida, terutama akibat migrasi para penuturnya setelah letusan Gunung Agung pada tahun 1963 serta adanya program transmigrasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Penutur penting pindah ke Sumatera bagian selatan, khususnya ke Bandar Lampung, Palembang, Mesuji, dan Lampung Selatan.[10]

Fonologi

Dialek ini sering diklasifikasikan sebagai sub-dialek dari varian lain dalam bahasa Bali, yaitu bahasa Bali Aga. Namun, terdapat perbedaan yang mencolok antara kedua dialek tersebut, yaitu hilangnya atau berkurangnya fonem /a/ di akhir kata. Klasifikasi ini muncul karena dialek Nusa Penida memiliki kesamaan ciri linguistik dengan dialek Aga, yang dijelaskan sebagai berikut:

  • Distribusi fonem /h/ di awal dan tengah kata;
  • Kehadiran akhiran /-ñə/ dan /-cə/, yang merupakan morfem alofonik dari akhiran /-ə/;
  • Intonasi penutur cenderung memiliki tempo yang lebih cepat dan tekanan yang lebih kuat;
  • Kosakata dalam dialek Nusa Penida menyerupai dialek Aga dan sub-dialek lainnya.

Ciri-ciri yang dijelaskan di atas juga menunjukkan bahwa dialek Bali Aga dan dialek Nusa Penida masih mempertahankan ciri-ciri Jawa Kuna yang telah hilang dalam Jawa modern dan bahasa Bali daratan.[11]

Tata bahasa

Berikut ini perbandingan beberapa kosakata dalam dialek Nusa Penida dan bahasa Bali standar:

Nusa Penida Bali standar Glosa
kola, kela cang, tiyang aku
jaba dija, ija dimana
éda, ida awaké, cai, ci kamu
lepéh kenyel lelah
homah umah rumah
géléng cenik kecil
hoba suba, ba sudah
honya onya semua
behas baas beras
behat baat berat
endék tusing, sing tidak
hangken kénkén kenpa
layah seduk, layah lapar
toya, yéh yéh, toya air
dəpinñə dəpin biarkan
pohun puwun terbakar
paloh aluh mudah
japan binjepan nanti
taloh taluh telur
abian, kamol abian kebun
beneh beneh benar
mekrocokan mecanda bercanda
hang anak, nak orang

Jika dalam bahasa Bali standar lazim menggunakan huruf [u] sebagai huruf awalan, maka dalam dialek Nusa Penida huruf [u] diganti dan diucapkan menjadi [o]. Selain itu, huruf [o] dan [h] biasanya lebih sering digunakan dalam awal kata, misalnya seperti pada kata homah, honya, hoba, hobat, dan poles.

Lihat juga

Catatan

  1. ↑ Nama Gurun juga kemungkinan merujuk pada Gorom, sebuah pulau kecil di sebelah timur Seram.

Referensi

  1. ↑ "Kecamatan Nusa Penida dalam populasi dan bahasa 2022" (PDF). Badan Pusat Statistik. 2022. hlm. 1379. Diakses tanggal 4 Juli 2022.
  2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  4. 1 2 3 4 ""Basa Nosa", Bahasa Bali Dialek Nusa Penida yang Mirip Dialek Bali Aga?". tatkala.co. 2020-05-17. Diakses tanggal 2024-06-03.
  5. ↑ Wiriani, Ni Made (2017-07-19). "Negasi dalam Bahasa Bali Dialek Nusa Penida: Sebuah Penelitian Awal". Proceedings of International Seminar Language Maintenance and Shift (LAMAS) VII. Semarang: 448–451. eISSN 2540-8755. ISSN 2088-6799.
  6. 1 2 3 4 Tangkas, Made Reland Udayana; Suari, A. A. Pt (28-10-2023). "Pemertahanan Bahasa Bali Dialek Nusa Penida sebagai Sumber Konten Kreatif: Kajian Sosiolinguistik Kanal YouTube Alit Werdi Suputra". Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) (dalam bahasa American English). 13 (2): 541–566. doi:10.24843/JKB.2023.v13.i02.p08. ISSN 2580-0698.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  7. ↑ Citrawati, Putu Wahyu; Teguh, I Wayan; Widarsini, Putu N; Wahyu, Gede Eka (27-09-2019). "Morfologi Bahasa Bali Aga Dialek Sembiran, di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng". Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana. 26 (2): 196. doi:10.24843/ling.2019.v26.i02.p10. ISSN 2656-6419.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  8. ↑ Matradewi, Ni Ketut WIdhiarcani; Sosiowati, I. Gusti Ayu Gde (2023-09-20). "Loyalty as Language Attitude to Sustain Nusa Penida Balinese Language". Asian Journal of Engineering, Social and Health (dalam bahasa Inggris). 2 (9): 932–944. doi:10.46799/ajesh.v2i9.128. ISSN 2980-4841.
  9. ↑ Adelaar, K. Alexander (2005). "The Austronesian languages of Asia and Madagascar: a historical perspective". Dalam Adelaar, K. Alexander; Himmelmann, Nikolaus (ed.). The Austronesian languages of Asia and Madagascar. London: Routledge. hlm. 1–42.
  10. ↑ Templat:Kutip tesis
  11. ↑ Templat:Kutip jurnal


Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan