
Dalam matematika, jika diketahui bilangan kompleks z = x + iy (yang mana i adalah bilangan imajiner sedang x dan y adalah bilangan riil) maka x disebut bagian riil dan y disebut bagian imajiner dari z.[1]
Bagian riil dari bilangan kompleks z ditulis Re(z) atau ℜ(z) dan bagian imajiner ditulis Im(z) atau ℑ(z), ℜ dan ℑ adalah huruf kapital R dan I dalam huruf gothic. Penulisan tanpa tanda kurung dapat pula digunakan, Re z atau ℜ z dan Im z atau ℑ z, selama tidak ada ambiguitas dalam pembacaan.
Untuk bilangan kompleks dalam bentuk polar,
z
=
(
r
,
θ
)
{\displaystyle z=(r,\theta )}
, koordinat Kartesiannya adalah
z
=
(
r
cos
θ
,
r
sin
θ
)
{\displaystyle z=(r\cos \theta ,r\sin \theta )}
, atau
z
=
r
(
cos
θ
+
i
sin
θ
)
.
{\displaystyle z=r(\cos \theta +i\sin \theta ).}
Hal ini sesuai dengan rumus Euler yang menyatakan
z
=
r
e
i
θ
{\displaystyle z=re^{i\theta }}
, jadi bagian riil dari
r
e
i
θ
{\displaystyle re^{i\theta }}
adalah
r
cos
θ
{\displaystyle r\cos \theta }
dan bagian imajinernya adalah
r
sin
θ
{\displaystyle r\sin \theta }
.
Untuk konjugasi bilangan kompleks
z
¯
{\displaystyle {\bar {z}}}
, bagian riil dari
z
{\displaystyle z}
sama dengan
z
+
z
¯
2
{\displaystyle z+{\bar {z}} \over 2}
, dan bagian imajinernya sama dengan
z
−
z
¯
2
i
{\displaystyle {\frac {z-{\bar {z}}}{2i}}}
.
Kegunaan
Perhitungan fungsi periodik dalam bilangan riil, seperti misalnya grafik arus bolak-balik atau medan elektromagnetik, sebenarnya merupakan penyederhanaan perhitungan bilangan kompleks dengan hanya memperhatikan bagian riil-nya saja.
Dalam bidang kelistrikan, jika tegangan gelombang sinus diberi beban linear (yaitu beban yang nantinya jika tegangannya sinus maka arus yang mengalir berupa gelombang sinus juga), arus listrik
I
{\displaystyle I}
yang mengalir dalam kabel dapat ditulis sebagai bilangan kompleks
I
=
x
+
j
y
{\displaystyle I=x+jy}
(dalam ilmu kelistrikan sering digunakan j sebagai bilangan imajiner karena lambang i biasa digunakan untuk arus listrik). Dalam notasi bilangan kompleks tersebut x adalah "arus sebenarnya" (arus yang timbul ketika ada tegangan) sedang y adalah "arus imajiner" (arus ketika tidak ada tegangan listrik).
Dalam trigonometri, perhitungan sering menjadi lebih mudah dengan memandang fungsi periodik dalam bidang kompleks.
Referensi
- ↑ Aufmann, Richard N.; Barker, Vernon C.; Nation, Richard D. (2007). College Algebra and Trigonometry (Edisi 6). Cengage Learning. hlm. 66. ISBN 0618825150., Chapter P, p. 66
- Conway, John B., Functions of One Complex Variable I (Graduate Texts in Mathematics), Springer; 2 edition (September 12, 2005). ISBN 0-387-90328-3.