Senin, 28 September 2026
05:29 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Babowai

Babowai atau Babaeus (juga dikenal dengan sebutan Babai) (457-484) adalah katolikos Gereja Syria Timur di Seleukia-Ctesiphon, Persia yang hidup pada masa pemerintahan Raja Peroz I.[1] Ia dulunya beragama Zoroaster dan kemudian menjadi seorang Kristen.[2] Ia bersikap kritis terhadap pemerintahan Persia karena merasa pemerintah menindas orang Kristen sehingga orang Kristen sulit untuk menerapkan disiplin gereja.[3] Pada masa pemerintahan Raja Peroz I, ia berkonflik dengan Barsauma, Metropolit Nisibis.[3] Ia sangat menekankan seorang imam untuk hidup selibat, sedangkan Barsauma sendiri menikah.[3] Barsauma dituduh hidup bersama (kumpul kebo) dengan seorang perempuan.[3] Konfliknya dengan Barsauma semakin memuncak sampai Babowai merasa tidak sanggup lagi, sehingga ia meminta bantuan kepada Gereja Katolik dan Kekaisaran Romawi.[3] Ia menulis surat kepada Kaisar Zeno di Roma, yang di dalam suratnya itu ia menulis hal yang buruk tentang pemerintahan Persia.[4] Lawan-lawannya memanfaatkan kecerobohannya itu, dengan mengadukannya kepada pemerintah.[4] Babowai kemudian dianggap pengkhianat negara dan dieksekusi mati pada tahun 484.[1][2][4]

Referensi

  1. 1 2 (Inggris) Achim Nkosi Maseko. 2008. Church schism and corruption,. Durban: Lulu.
  2. 1 2 (Inggris) Ken Parry, dkk. 1999. The Blackwell dictionary of eastern Christianity. Oxford: Blackwell Publishers.
  3. 1 2 3 4 5 F.D. Wellem. 2003. Riwayat hidup singkat tokoh-tokoh dalam sejarah gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
  4. 1 2 3 (Inggris)W.A. Wingram. 2004. An introduction to the history of the Assyrian Church, or, The Church of the Sassanid Persian Empire, 100–640 A.D. Piscataway, NJ: Gorgias Press.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan