| Anugerah Musik Indonesia | |
|---|---|
| Diberikan untuk | Prestasi luar biasa di industri musik Indonesia |
| Disponsori | Sharp (2000–2003) Samsung (2004) |
| Negara | Indonesia |
| Dipersembahkan oleh | Yayasan Anugerah Musik Indonesia |
| Nama sebelumnya | BASF Awards dan HDX Awards (1985–1996) |
| Diberikan perdana | November 29, 1997;28 tahun lalu (1997-11-29) |
| Situs web | ami-awards.com |
| Siaran televisi/radio | |
| Saluran | Indosiar (1997–1999) RCTI (2000–2022) SCTV (2003) TPI (2006) Global TV (2006) TVRI (2006, 2026) Indonesiana TV (2023) Moji (2024) CNN Indonesia (2024) BTV (2024) Sin Po TV (2024) Garuda TV (2024–sekarang) Jawa Pos TV (2024) Astha (2025) MAXStreamTV (2026) Max Reels (2026) |
Anugerah Musik Indonesia (sering disebut dan disingkat sebagai AMI Awards) adalah sebuah penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) dengan gagasan dari Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), serta Karya Cipta Indonesia (KCI). Konsep penghargaan ini mengacu pada National Academy of Recording Arts and Sciences (NARAS), komite yang menyelenggarakan Grammy Awards di Amerika Serikat, serta mengacu pada British Phonographic Industry (BIP), komite yang menyelenggarakan Brit Awards di Britania Raya.[1]
Anugerah Musik Indonesia merupakan ajang penghargaan tertinggi bagi industri musik Indonesia yang statusnya setara dengan Festival Film Indonesia untuk industri film. Acara ini sering dijuluki sebagai "Grammy-nya Indonesia" karena kredibilitas dan sejarah panjangnya dalam mengapresiasi karya musik tanah air.[1]
Sejarah
Penghargaan musik di Indonesia sebelum berdirinya Anugerah Musik Indonesia (AMI) antara lain diselenggarakan melalui BASF Awards dan HDX Awards. Kedua ajang tersebut disponsori oleh perusahaan yang memproduksi pita kaset, yakni BASF dan HDX. BASF Awards dan HDX Awards mulai diselenggarakan pada 1985 dan berlangsung setiap tahun hingga 1996. Penentuan pemenang dilakukan melalui dua kategori utama, yaitu penjualan dan artistik. Pada kategori penjualan, pemenang ditentukan berdasarkan angka penjualan tertinggi dalam masing-masing genre musik, seperti pop, rock, jazz, dan soul. Sementara itu, kategori artistik dinilai oleh dewan juri berdasarkan kualitas karya musik.[2]
"Bagaimana pun karya-karya itu ada yang komersial dan (ada yang) tidak. Idealisme tidak boleh punah. (AMI Awards) Sangat diperlukan, karena musik kita ini akan berjalan terus. Pemberian penghargaan ini juga penting karena melestarikan budaya bangsa."
Setelah penyelenggaraannya berakhir pada 1996, BASF Awards dan HDX Awards digantikan oleh Anugerah Musik Indonesia (AMI), yang pertama kali diselenggarakan pada 1997 sebagai ajang apresiasi bagi industri musik Indonesia. Pada 2007, penyelenggaraan utama AMI sempat tidak berlangsung. Pada tahun yang sama, AMI Dangdut Awards diselenggarakan untuk pertama kalinya sebagai penghargaan khusus bagi insan musik dangdut. Namun, ajang tersebut tidak berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.[4][5]

Sepanjang penyelenggaraannya, Anugerah Musik Indonesia (AMI) telah mengalami perubahan dalam susunan kategori penghargaan, termasuk penambahan dan penghapusan sejumlah kategori. Selain kategori reguler yang mengapresiasi pencapaian album dan penyanyi dalam berbagai genre musik, AMI juga memberikan penghargaan khusus yang tidak melalui proses nominasi. Salah satunya adalah Lifetime Achievement Award, yang diberikan kepada tokoh-tokoh yang dinilai berjasa dalam perkembangan musik Indonesia. AMI juga pernah memberikan penghargaan Artis Asing Terbaik kepada Siti Nurhaliza pada 2000 dan penghargaan khusus Artis Internasional Terbaik kepada Anggun C. Sasmi pada 2006 sebagai bentuk apresiasi atas pencapaiannya di kancah musik internasional.[6]
Dari 1997 hingga 1999, malam penganugerahan AMI disiarkan secara langsung di Indosiar, tetapi sejak 2000, malam penganugerahan AMI disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi RCTI. Namun, pada 2023, AMI Awards tidak lagi ditayangkan di televisi dan disiarkan secara daring. Pada tahun berikutnya, Garuda TV menjadi salah satu stasiun televisi yang menyiarkan acara tersebut.[7][8]
Yayasan Anugerah Musik Indonesia
Setelah penyelenggaraan BASF Awards dan HDX Awards berakhir, Tantowi Yahya, yang berperan dalam penyelenggaraan kedua ajang tersebut, memandang perlunya sebuah wadah penghargaan musik yang tidak semata-mata didasarkan pada angka penjualan rekaman. Menurutnya, para pelaku dan industri musik Indonesia tetap perlu memperoleh apresiasi atas karya dan kontribusi mereka.[2]
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui pembentukan Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) pada 5 September 1996 oleh Erwin Harahap, Paul Hutabarat, A. H. Dimas Wahab, Rinto Harahap, Titiek Puspa, Enteng Tanamal, Tubagus Sadikin Zuchra, dan Candra Darusman. Dalam pembentukannya, mereka melibatkan tiga organisasi yang bergerak di bidang musik, yaitu Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), serta Karya Cipta Indonesia (KCI).[2][1]
Pada awal pembentukannya, ketiga organisasi tersebut masing-masing menempatkan seorang wakil dalam dewan yang dipimpin oleh Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI). Di bawah dewan tersebut terdapat struktur kepengurusan lain dengan kewenangan yang lebih terbatas. Yayasan ini juga memiliki sejumlah divisi berdasarkan bidang tugas, antara lain pemasaran, komunikasi, dan keanggotaan.[1] Pada 2016, Dwiki Dharmawan, seorang musisi yang dikenal melalui kiprahnya dalam musik jazz, menggantikan Tantowi Yahya sebagai Ketua Umum YAMI.[9] Ia menjabat hingga Januari 2022, ketika posisinya digantikan oleh Candra Darusman, salah satu pendiri yayasan tersebut. Candra terpilih untuk memimpin YAMI pada periode 2022–2027.[10]
Kategori

Anugerah Musik Indonesia memberikan penghargaan dalam berbagai kategori, setiap kategorinya mencakup kontribusi spesifik dari industri musik Indonesia. Kategori dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) telah beberapa kali mengalami perubahan. Penghargaan tahun 2010 memiliki 35 kategori,[1] sementara pada tahun 2011 berjumlah 46 kategori.[11] Kategori ini bertambah menjadi 49 pada tahun 2017.[12]
Penghargaan umum mencakup beberapa penghargaan yang tidak dibatasi oleh genre musik:
- "Pendatang Baru Terbaik-Terbaik" diberikan kepada penampil (musisi) pendatang baru dengan rilis yang dapat diperhitungkan.
- "Album Terbaik-Terbaik" diberikan kepada penampil dan tim produksi album.
- "Karya Produksi Terbaik-Terbaik" diberikan kepada penulis/komposer dari satu lagu dan juga penampilnya.
Penghargaan lainnya diberikan pada pertunjukan dan produksi dalam genre musik yang berbeda, dan juga kontribusi lainnya seperti karya seni. Anugerah Musik Indonesia juga menyajikan penghargaan khusus yang diberikan untuk kontribusi jangka panjang bagi industri musik Indonesia seperti AMI Legend Award dan Lifetime Achievement Award (yang tidak setiap tahun disajikan).[6]
Daftar kategori
- Umum
- Album Terbaik-Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Karya Produksi Terbaik-Terbaik (sejak 2003–sekarang)
- Pendatang Baru Terbaik-Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Pop
- Artis Solo Wanita Pop Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Artis Solo Pria Pop Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Duo/Grup/Vokal Grup/Kolaborasi Pop Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Pencipta Lagu Pop Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Produser/Penata Musik Pop Terbaik (sejak 2003–sekarang)
- Album Pop Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Rock
- Artis Solo Pria/Wanita Rock/Instrumentalia Rock Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Rock Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Album Rock Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Jazz
- Artis Jazz Kontemporer Terbaik (sejak 2000–2001 dengan nama Artis Jazz/Fusion Terbaik; tahun 2008 sampai 2019 dengan nama Artis Jazz Vokal Terbaik)
- Artis Jazz Instrumentalia Terbaik (sejak 2008–sekarang)
- Album Jazz Terbaik (sejak 2000–sekarang)
- Soul/R&B
- Artis Solo Pria/Wanita Soul/R&B Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Soul/R&B Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Dangdut
- Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Terbaik
- Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Kontemporer Terbaik
- Duo/Grup/Kolaborasi Dangdut/Dangdut Kontemporer Terbaik
- Artis Solo Pria/Wanita/Grup/Kolaborasi Dangdut Elektro Terbaik
- Pencipta Lagu Dangdut/Dangdut Kontemporer Terbaik
- Penata Musik Dangdut/Dangdut Kontemporer Terbaik
- Lagu Anak
- Artis Solo Laki-laki/Perempuan Anak-anak Terbaik
- Duo/Group/Kolaborasi Anak-anak Terbaik
- Pencipta Lagu Anak-anak Terbaik
- Penata Musik Lagu Anak-anak Terbaik
- R&B Kontemporer
- Artis Solo Pria/Wanita R&B Kontemporer Terbaik (sejak 2022–sekarang)
- Duo/Grup/Kolaborasi R&B Kontemporer Terbaik (sejak 2022–sekarang)
- Rap/Hip-hop
- Artis Solo Pria/Wanita Rap/Hip-hop Terbaik (sejak 1999–sekarang)
- Duo/Grup/Kolaborasi Rap/Hip-hop Terbaik (sejak 1998–sekarang)
- Metal
- Artis Solo Pria/Wanita/Grup/Kolaborasi Metal Terbaik (sejak 2022–sekarang)
- Album Metal Terbaik (sejak 2022–sekarang)
- Urban
- Artis Solo Pria/Wanita Urban Terbaik (sejak 2013–sekarang)
- Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Urban Terbaik (sejak 2013–sekarang)
- Alternatif
- Artis Solo Pria/Wanita Alternatif Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Alternatif Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Karya Produksi
- Karya Produksi Keroncong/Keroncong Kontemporer/Langgam/Stambul Terbaik (sejak 2005–sekarang)
- Karya Produksi Metal/Hardcore Terbaik (sejak 2003–sekarang)
- Karya Produksi Progressive Terbaik (sejak 2005–sekarang)
- Karya Produksi Rap/Hip-hop Terbaik (sejak 2003–sekarang)
- Karya Produksi Reggae/Ska/Rocksteady Terbaik (sejak 2003–sekarang)
- Karya Produksi Dance/Electronic Dance Terbaik (sejak 2003–sekarang)
- Karya Produksi Kolaborasi Terbaik (sejak 2005–sekarang)
- Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik (sejak 2003–sekarang)
- Karya Produksi Grup Vokal Terbaik (sejak 2012–sekarang)
- Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik (sejak 2003–sekarang)
- Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik (sejak 2016–sekarang)
- Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Nasrani Terbaik (sejak 2017–sekarang)
- Karya Produksi Instrumentalia Terbaik (sejak 2014–sekarang)
- Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik (sejak 2004–sekarang)
- Karya Produksi World Music Terbaik (sejak 2003–sekarang)
- Karya Produksi Aransemen Ulang Terbaik (sejak 2018–sekarang)
- Teknis
- Produser Rekaman Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Grafis Desain Album Terbaik (sejak 1997–sekarang)
- Tim Produksi Suara Terbaik (sejak 2000–sekarang)
Kategori lain yang pernah ada dan tidak lagi diberikan
- Umum
- Pencipta Lagu Terbaik-Terbaik
- Produser/Penata Musik Terbaik-Terbaik
- Penyanyi Rekaman Terbaik-Terbaik
- Pop Progresif
- Artis Solo Wanita Pop Progresif Terbaik
- Artis Solo Pria Pop Progresif Terbaik
- Duo/Grup/Kolaborasi Pop Progresif Terbaik
- Pencipta Lagu Pop Progresif Terbaik
- Album Pop Progresif Terbaik
- Alternatif Pop
- Artis Solo Wanita Alternatif Pop Terbaik
- Artis Solo Pria Alternatif Pop Terbaik
- Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Pop Terbaik
- Pencipta Lagu Alternatif Pop Terbaik
- Album Alternatif Pop Terbaik
- Soul/R&B/Urban
- Pencipta Lagu R&B Terbaik
- Album R&B Terbaik
- Album Soul/R&B Terbaik
- Album Soul/R&B/Urban Terbaik
- Jazz
- Duo/Group/Kolaborasi Jazz Terbaik
- Pencipta Lagu Jazz Terbaik
- Rock/Punk/Metal
- Artis Solo Pria/Wanita Rock/Metal Terbaik
- Artis Solo Pria/Wanita Rock/Punk/Metal Terbaik
- Duo/Grup/Kolaborasi Punk Terbaik
- Duo/Grup/Kolaborasi Metal Terbaik
- Pencipta Lagu Rock Terbaik
- Alternatif
- Pencipta Lagu Alternatif Terbaik
- Album Alternatif Terbaik
- Ska
- Duo/Group/Kolaborasi Ska Terbaik
- Pencipta Lagu Ska Terbaik
- Album Ska Terbaik
- Balada/Country
- Artis Solo/Duo/Group/Kolaborasi Balada/Country Terbaik
- Pencipta Lagu Balada/Country Terbaik
- Album Balada/Country Terbaik
- Rap/Hip-Hop
- Pencipta Lagu Rap/Hip-Hop Terbaik
- Album Rap/Hip-Hop Terbaik
- Karya Produksi
- Karya Produksi Jazz Terbaik
- Karya Produksi R&B Terbaik
- Karya Produksi Alternatif Terbaik
- Karya Produksi Alternatif/Alternatif Rock/Lintas Bidang Terbaik
- Karya Produksi Lagu Anak-Anak Terbaik
Perayaan penghargaan
Penerimaan
Majalah The Beat menggambarkan Anugerah Musik Indonesia sebagai "the Grammys a la Indonesia".[1]
Lihat pula
- Penghargaan musik Indonesia lainnya
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 "13 Tahun Anugerah Musik Indonesia". The Beat Magazine. 2010. Diakses tanggal 21 Oktober 2011.[pranala nonaktif permanen]
- 1 2 3 Noviana, Riki. "Menilik Peran AMI Awards dalam Membentuk Artis Masa Depan". Mixmediamax. Diakses tanggal 28 Oktober 2026.
- ↑ Mustamin, Mudya (Oktober 2022). 25 Tahun AMI Awards – Memotret Wajah Musik Indonesia. Jakarta: Yayasan Anugerah Musik Indonesia.
- ↑ "Sejarah AMI Awards yang Harus Anda Ketahui". ERA.ID. 2022. Diakses tanggal 28 Oktober 2026.
- ↑ "Evie Tamala Borong Enam Penghargaan AMI Dangdut". Antara News. 24 Desember 2007. Diakses tanggal 28 Oktober 2026.
- 1 2 3 "Anggun C Sasmi, Artis Internasional Terbaik AMI AWARD 2006". Kapanlagi.com. 21 Desember 2006. Diakses tanggal 15 Oktober 2017.
- ↑ Fathurrozak (28 Oktober 2023). "AMI Awards 2023 Tak Tayang di Televisi, Ingin Penghargaan Lebih Independen". Media Indonesia. Diakses tanggal 28 Oktober 2026.
- ↑ "AMI Awards 2024: Malam Gemilang Penuh Kejutan dan Pemenang Hebat di Industri Musik Indonesia!". Garuda TV. 5 Desember 2024. Diakses tanggal 28 Oktober 2026.
- ↑ Karibo, Anto (26 Mei 2016). "Dwiki Dharmawan Gantikan Tantowi Yahya Jadi Ketua AMI Awards". Tabloid Bintang. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-10-15. Diakses tanggal 15 Oktober 2017.
- ↑ Hadiansyah, Surya (14 Agustus 2022). "Candra Darusman Jadi Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia Periode 2022-2027". Liputan6.com. Diakses tanggal 28 Oktober 2026.
- ↑ Hernowo, Anggie (15 Juni 2011). "Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2011 Siapkan 46 Penghargaan". Tabloid Bintang. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-06. Diakses tanggal 15 Oktober 2017.
- ↑ Priherdityo, Endro (13 Oktober 2017). "Daftar Lengkap Nominasi AMI 2017". CNN Indonesia. Diakses tanggal 15 Oktober 2017.
- ↑ "Merebut Dua AMI, Inul Ngebor di Panggung". Liputan6.com. 4 Oktober 2003. Diakses tanggal 12 Oktober 2005.
- ↑ "AMI Awards 2008 Siap Digelar". Antara News. 11 April 2008. Diakses tanggal 12 April 2008.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "ST12 Bingung Masuk Nominasi AMI Awards 2009". detikcom. 15 April 2009. Diakses tanggal 17 April 2009.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Anggie, Hernowo (15 Juni 2011). "Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2011 Siapkan 46 Penghargaan". Tabloid Bintang. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-06. Diakses tanggal 17 Juni 2011.
- ↑ "Inilah 44 Nominasi Anugerah Musik Indonesia 2012". Kapanlagi.com. 18 Juni 2012. Diakses tanggal 20 Juni 2012.
- ↑ "Daftar Lengkap Nama Para Nominasi AMI Awards 2013". Slide Gossip. Juni 2013.
- ↑ Hardian, Edi (20 Juni 2014). "Daftar Pemenang AMI Awards 2014". Okezone.com. Diakses tanggal 22 Juni 2014.
- ↑ Kurniawan, Alief Nartama. "Daftar Lengkap Nominasi (& Pemenang) 18th AMI Awards 2015 #18th AMI awards 2015". Aliefnk.com.
- ↑ Sudrajad, Risang (15 Juni 2016). "Bersiap, AMI Awards 2016 Akan Digelar Bulan September!". Kapanlagi.com. Diakses tanggal 17 Juni 2016.
- ↑ magang_merdeka (14 September 2022). Marvela (ed.). "AMI Awards 2022 Kembali Digelar dengan Kapasitas Penuh dan Banyak Kategori Baru". Tempo.co. Diakses tanggal 16 September 2022.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
| Penyelenggara | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Edisi |
| ||||||
| Penyiar | |||||||
| Tokoh terkait | |||||||