Selasa, 22 September 2026
10:26 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Gesang

Gesang

penyanyi-pencipta lagu Indonesia

Gesang Martohartono
250px-Gesang_Martohartono_2020_stamp_of_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gesang pada perangko Indonesia tahun 2020
Lahir
Gesang Martohartono

(1917-10-01)1 Oktober 1917
Meninggal20 Mei 2010(2010-05-20) (umur 92)
Penyebab kematian
Kebuluran
Tempat peristirahatan terakhir
TPU Pracimaloyo
PekerjaanPenyanyi-penulis lagu, musisi
Masa aktif1938 - 2010
Era1940an
Karier musik
Genre
InstrumenVokal

Gesang Martohartono (1 Oktober 1917  20 Mei 2010) adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu asal Indonesia. Dikenal sebagai "maestro keroncong Indonesia," ia terkenal lewat lagu "Bengawan Solo" ciptaannya, yang terkenal di Asia, terutama di Indonesia dan Jepang. Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam, setidaknya, 13 bahasa, termasuk bahasa Inggris, bahasa Rusia, bahasa Tionghoa, dan bahasa Jepang.[1][2]

Karier

Gesang pada awalnya bukanlah seorang pencipta lagu. Dulu, ia hanya seorang penyanyi lagu-lagu keroncong untuk acara dan pesta kecil-kecilan saja di kota Solo. Ia juga pernah menciptakan beberapa lagu, seperti "Keroncong Roda Dunia", "Keroncong si Piatu", dan "Sapu Tangan", pada masa Perang Dunia II. Sayangnya, ketiga lagu ini kurang mendapat sambutan dari masyarakat.

Menciptakan "Bengawan Solo"

Artikel utama: Bengawan Solo (lagu)

Lagu ini diciptakan pada tahun 1940, ketika ia berusia 23 tahun.[3] Gesang muda ketika itu sedang duduk di tepi Bengawan Solo. Ia yang selalu kagum dengan sungai tersebut, terinspirasi untuk menciptakan sebuah lagu. Proses penciptaan lagu ini memakan waktu sekitar 6 bulan.

Lagu "Bengawan Solo" juga memiliki popularitas tersendiri di luar negeri, terutama di Jepang. Bengawan Solo sempat digunakan dalam salah satu film layar lebar Jepang.[4]

Kehidupan pribadi

Gesang tinggal di Jalan Bedoyo Nomor 5 Kelurahan Kemlayan, Serengan, Solo bersama keponakan dan keluarganya, setelah sebelumnya tinggal di rumahnya Perumnas Palur pemberian Gubernur Jawa Tengah tahun 1980 selama 20 tahun. Ia telah berpisah dengan istrinya semenjak tahun 1962. Selepasnya, ia memilih untuk hidup sendiri. Ia tak mempunyai anak.[5]

Warisan dan kematian

Sebagai bentuk penghargaan atas jasanya terhadap perkembangan musik keroncong, pada tahun 1983 Jepang mendirikan Taman Gesang di dekat Bengawan Solo. Pengelolaan taman ini didanai oleh Dana Gesang, sebuah lembaga yang didirikan untuk Gesang di Jepang.

Gesang sempat dikabarkan meninggal dunia pada tanggal 18 Mei 2010 setelah kesehatannya dilaporkan memburuk.[6]

Gesang dilarikan ke rumah sakit akibat kesehatannya menurun pada 19 Mei 2010. Selanjutnya, Gesang harus dirawat di ruang ICU karena kesehatannya terus menurun. Rumah sakit membentuk sebuah tim untuk menangani kesehatan yang terdiri dari lima dokter spesialis yang berbeda. Hingga akhirnya ia meninggal pada hari Kamis, 20 Mei 2010 pukul 18.10 WIB di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.[7]

Diskografi terpilih

Berbahasa Melayu/Indonesia

  • "Bengawan Solo"
  • "Jembatan Merah"
  • "Saputangan"
  • "Dunia Berdamai"
  • "Si Piatu"
  • "Roda Dunia"
  • "Tembok Besar"
  • "Seto Ohashi"
  • "Pandanwangi"
  • "Kalung Mutiara"
  • "Pemuda Dewasa"
  • "Borobudur"
  • "Sebelum Aku Mati"
  • "Bumi Emas Tanah Airku"
  • "Urung"
  • "Kemayoran"[8]

Berbahasa Jawa

Banyak lagu langgam Jawa ciptaan Gesang yang dipopulerkan oleh penyanyi keroncong legendaris, Waljinah.

  • "Impenku"
  • "Kacu-kacu"
  • "Tirtonadi"
  • "Sandhang Pangan"
  • "Nusul"
  • "Nawala"
  • "Pamitan"
  • "Caping Gunung"
  • "Ali-ali"
  • "Andheng-andheng"
  • "Luntur"
  • "Dongengan"
  • "Jago Kluruk"

Prestasi

  • Diabadikan oleh majalah Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu dari The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa pada tahun 2008
  • Apresiasi berupa 'Taman Gesang' yang dibangun di dalam komplek Taman Jurug.[9]

Penghargaan dan nominasi

Tahun Penghargaan Kategori Hasil
2004 Anugerah Musik Indonesia Legend Award Penerima

Referensi

  • Pesona (2008), bilangan 116. Pustaka Wira Sdh Bhd.

Catatan kaki

  1. M.Pd, Dr Sopan Adrianto, SE (2020-01-13). Indonesia Pusaka. Elex Media Komputindo. hlm. 133. ISBN 978-623-00-1079-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Fitria, Putri (2023-02-13). Kamus Sejarah dan Budaya Indonesia. Nuansa Cendekia. hlm. 60. ISBN 978-602-350-207-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Raditya, Michael H.B.; Surahman, Sigit; Rahmah, Mamluatur; Baihaqi, Mohamad; Arifin, Samsul; Setodewo, Resa; Adha, Yasril; Listya, Agastya Rahma (2024). MUSIK DI INDONESIA; Sejarah dan Perkembangan Kontemporer (PDF). Semarang: eLSA Press.{{cite book}}: |first= tidak memiliki |last=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-05-30. Diakses tanggal 2008-06-17.
  5. "Profil Gesang, Maestro Keroncong yang Lagunya Mendunia hingga Dialih ke-13 Bahasa". Kompas.tv. Diakses tanggal 2026-01-23.
  6. "Salinan arsip". Kompas.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-05-25. Diakses tanggal 2010-05-19.
  7. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-05-23. Diakses tanggal 2010-05-20.
  8. Kumpulan Lagu Nasional. Niaga Swadaya. 2007. hlm. 173. ISBN 978-979-1133-71-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. Isnanto, Bayu Ardi. "Jurug Solo Zoo Direnovasi, Bagaimana Nasib Taman Gesang?". detikjateng. Diakses tanggal 2026-01-23.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan