Jumat, 25 September 2026
10:13 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara
Rockwell B-1 Lancer

Rockwell B-1 Lancer

keluarga pengebom buatan Rockwell dan kemudian Boeing

B-1 Lancer
Tampak atas B-1B yang sedang terbang dengan awan putih tersebar di bawahnya. Sayapnya tersapu 20 derajat dari posisi penuh ke depan.
Sebuah B-1B terbang dengan sudut sapuan sayap 20 derajat
Informasi umum
JenisPengebom strategis berat supersonik
Asal negaraAmerika Serikat
PabrikanAwal: North American Rockwell/Rockwell International
Kontraktor saat ini: Boeing[1]
StatusDalam dinas aktif
Pengguna utamaAngkatan Udara Amerika Serikat
Jumlah yang diproduksi104[a]
Sejarah
Diproduksi1973–1974, 1983–1988
Tanggal perkenalan1 Oktober 1986
Penerbangan pertamaDesember 23, 1974;51 tahun lalu (1974-12-23)

Rockwell B-1 Lancer[b] adalah sebuah pesawat pengebom berat bersayap sapuan variabel supersonik yang digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini dijuluki "Bone" (dari "B-One").[2][3] Hingga2026[update], pesawat ini merupakan salah satu dari tiga jenis pengebom strategis Angkatan Udara AS, bersama B-2 Spirit dan B-52 Stratofortress. Pesawat ini mampu membawa muatan hingga 75.000 pon (34.000 kg).[4]

B-1 pertama kali dirancang pada dekade 1960-an sebagai sebuah pengebom yang memadukan kecepatan Mach 2 milik B-58 Hustler dengan jangkauan dan muatan milik B-52, dengan tujuan akhir menggantikan keduanya. Setelah serangkaian panjang kajian, North American Rockwell (kemudian berganti nama menjadi Rockwell International, divisi B-1, lalu diakuisisi oleh Boeing) memenangkan kompetisi desain yang menghasilkan B-1A. Prototipe varian ini mampu terbang pada Mach 2,2 pada ketinggian tinggi untuk jarak jauh, serta Mach 0,85 pada ketinggian sangat rendah. Program ini dibatalkan pada tahun 1977 akibat biayanya yang tinggi, diperkenalkannya rudal jelajah AGM-86 yang memiliki kecepatan dan jangkauan dasar yang sama, serta dimulainya pengerjaan awal pengebom siluman B-2.

Program ini dihidupkan kembali pada tahun 1981, sebagian besar sebagai langkah sementara akibat tertundanya program pengebom siluman B-2. Desain B-1A diubah, dengan mengurangi kecepatan maksimum menjadi Mach 1,25 pada ketinggian tinggi, meningkatkan kecepatan pada ketinggian rendah menjadi Mach 0,92, memperbaiki komponen elektronik secara ekstensif, serta memutakhirkan rangka pesawat agar mampu membawa lebih banyak bahan bakar dan senjata. Diberi nama B-1B, penyerahan varian baru ini dimulai pada tahun 1985; pesawat tersebut secara resmi mulai bertugas dengan Strategic Air Command (SAC) sebagai pengebom nuklir pada tahun berikutnya. Pada tahun 1988, seluruh 100 unit pesawat telah diserahterimakan.

B-1B dipindahtugaskan ke Air Combat Command pada tahun 1992 dan dilengkapi untuk pengeboman konvensional, dengan misi nuklirnya dihapuskan pada tahun 1994 sesuai perjanjian START I.[5] Pesawat ini pertama kali bertugas dalam pertempuran selama pengeboman Irak tahun 1998 dan kembali pada pengeboman NATO terhadap Yugoslavia tahun 1999. B-1B telah mendukung pasukan militer AS dan NATO dalam perang di Afghanistan dan Irak, serta operasi di Libya, Suriah, Venezuela, dan Iran.[6] Per tahun 2025, Angkatan Udara mengoperasikan 45 unit pengebom B-1B, dengan banyak unit yang telah dipensiunkan berada di Boneyard.[7]

Pengembangan

Latar belakang

Pada tahun 1955, USAF mengeluarkan persyaratan untuk sebuah pengebom baru yang memadukan muatan dan jangkauan Boeing B-52 Stratofortress dengan kecepatan maksimum Mach 2 milik Convair B-58 Hustler.[8] Pada Desember 1957, USAF memilih B-70 Valkyrie rancangan North American Aviation untuk peran ini, sebuah pengebom bermesin enam yang dapat melaju pada Mach 3 pada ketinggian tinggi (70.000 ft or 21.000 m).[9][10] Pesawat pencegat Uni Soviet, satu-satunya senjata anti-pengebom yang efektif pada dekade 1950-an,[11] sudah tidak mampu mencegat Lockheed U-2 yang terbang tinggi;[12] Valkyrie akan terbang pada ketinggian serupa, tetapi dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi, dan diperkirakan mampu melintas begitu saja melewati pesawat-pesawat tempur.[11]

250px-North_American_XB-70_in_Flight_EC68-2131.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
XB-70 Valkyrie dipilih pada tahun 1957 untuk menggantikan Hustler, tetapi terdampak akibat perubahan doktrin dari profil terbang ketinggian tinggi menuju ketinggian rendah.

Namun, menjelang akhir dekade 1950-an, rudal permukaan-ke-udara (SAM) anti-pesawat mulai mampu mengancam pesawat berketinggian tinggi,[13] sebagaimana ditunjukkan oleh penembakan jatuh pesawat U-2 milik Gary Powers pada tahun 1960.[14] Strategic Air Command (SAC) milik USAF menyadari perkembangan ini dan telah mulai memindahkan pengebomnya ke taktik penerobosan level rendah bahkan sebelum insiden U-2 terjadi. Taktik ini secara signifikan mengurangi jarak deteksi radar melalui penggunaan penyamaran medan (terrain masking); dengan memanfaatkan fitur medan seperti bukit dan lembah, garis pandang dari radar ke pengebom dapat terputus, sehingga radar (dan pengamat manusia) tidak mampu melihatnya.[15] Selain itu, radar-radar pada masa itu rentan terhadap "derau (clutter)" dari pantulan liar tanah dan objek lain, yang berarti ada sudut minimum di atas cakrawala agar target dapat terdeteksi. Pengebom yang terbang pada ketinggian rendah dapat tetap berada di bawah sudut-sudut ini hanya dengan menjaga jaraknya dari lokasi radar. Kombinasi efek ini membuat SAM pada masa itu tidak efektif melawan pesawat yang terbang rendah.[15][16] Efek yang sama juga berarti bahwa pesawat yang terbang rendah sulit dideteksi oleh pesawat pencegat yang terbang lebih tinggi, karena sistem radar mereka tidak dapat dengan mudah membedakan pesawat dari derau pantulan tanah (kurangnya kemampuan look-down/shoot-down).[butuh rujukan]

Perubahan dari profil penerbangan ketinggian tinggi ke ketinggian rendah ini sangat memengaruhi B-70, yang desainnya dioptimalkan untuk kinerja ketinggian tinggi. Hambatan aerodinamis yang lebih besar pada ketinggian rendah membatasi B-70 pada kecepatan subsonik sekaligus secara drastis mengurangi jangkauannya.[13] Hasilnya akan berupa sebuah pesawat dengan kecepatan subsonik yang sedikit lebih tinggi daripada B-52, tetapi dengan jangkauan yang lebih pendek. Karena hal ini, serta pergeseran yang semakin besar menuju kekuatan rudal balistik antarbenua (ICBM), program pengebom B-70 dibatalkan pada tahun 1961 oleh Presiden John F. Kennedy,[11][17] dan kedua prototipe XB-70 digunakan dalam program penelitian supersonik.[18]

Meski tidak pernah dimaksudkan untuk peran level rendah, fleksibilitas B-52 memungkinkannya bertahan lebih lama daripada penerus yang dimaksudkan untuknya, seiring berubahnya sifat lingkungan perang udara. Muatan bahan bakar B-52 yang sangat besar memungkinkannya beroperasi pada ketinggian rendah untuk waktu yang lebih lama, dan rangka pesawatnya yang besar memungkinkan penambahan perangkat pengacau dan penipu radar yang lebih canggih untuk mengatasi radar.[19] Selama Perang Vietnam, konsep bahwa semua perang di masa depan akan bersifat nuklir dibalik sepenuhnya, dan modifikasi "perut besar" (big belly) meningkatkan total muatan bom B-52 menjadi 60.000 pon (27.000 kg),[20] mengubahnya menjadi pesawat taktis yang tangguh, yang dapat digunakan melawan pasukan darat sekaligus sasaran strategis dari ketinggian tinggi.[16] Ruang bom B-70 yang jauh lebih kecil membuatnya jauh kurang berguna dalam peran ini.

Kajian desain dan penundaan

Meski efektif, B-52 bukanlah pesawat ideal untuk peran level rendah. Hal ini memunculkan sejumlah rancangan pesawat yang dikenal sebagai penetrator, yang dirancang khusus untuk penerbangan jarak jauh berketinggian rendah. Rancangan pertama dari jenis ini yang beroperasi adalah pesawat tempur-pengebom supersonik F-111, yang menggunakan sayap sapuan variabel untuk misi taktis.[21] Sejumlah kajian mengenai mitra berjangkauan strategisnya pun menyusul.

Kajian penetrator strategis pertama pasca-B-70 dikenal sebagai Subsonic Low-Altitude Bomber (SLAB), yang diselesaikan pada tahun 1961. Kajian ini menghasilkan sebuah rancangan yang lebih mirip pesawat penumpang daripada pengebom, dengan sayap sapuan besar, T-tail, dan mesin turbofan bypass tinggi yang besar.[22] Ini diikuti oleh rancangan serupa, Extended Range Strike Aircraft (ERSA), yang menambahkan sayap sapuan variabel yang saat itu tengah populer dalam industri penerbangan. ERSA membayangkan sebuah pesawat yang relatif kecil dengan muatan 10.000-pon (4.500 kg) dan jangkauan 10.070 mil (16.210 km) termasuk 2.900 mil (4.700 km) yang ditempuh pada ketinggian rendah. Pada Agustus 1963, rancangan serupa, Low-Altitude Manned Penetrator, diselesaikan, yang menuntut sebuah pesawat dengan muatan bom 20.000-pon (9.100 kg) dan jangkauan yang sedikit lebih pendek, 8.230 mil (13.240 km).[23][24]

Semua ini berpuncak pada Advanced Manned Precision Strike System (AMPSS) pada Oktober 1963, yang mendorong kajian industri di Boeing, General Dynamics, dan North American (kemudian North American Rockwell).[25][26] Pada pertengahan tahun 1964, USAF telah merevisi persyaratannya dan mengganti nama proyek tersebut menjadi Advanced Manned Strategic Aircraft (AMSA), yang berbeda dari AMPSS terutama karena juga menuntut kemampuan kecepatan tinggi pada ketinggian tinggi, serupa dengan F-111 kelas Mach 2 yang sudah ada.[27] Mengingat panjangnya rangkaian kajian desain ini, para insinyur North American Rockwell berseloroh bahwa nama baru AMSA sebenarnya adalah singkatan dari "America's Most Studied Aircraft" (pesawat paling banyak dikaji di Amerika).[28]

Berbagai argumen yang menyebabkan pembatalan program B-70 membuat sebagian pihak mempertanyakan perlunya pengebom strategis baru dalam bentuk apa pun. USAF bersikeras mempertahankan pengebom sebagai bagian dari konsep triad nuklir yang mencakup pengebom, ICBM, dan rudal balistik luncur kapal selam (SLBM) dalam satu paket gabungan yang mempersulit pertahanan lawan mana pun. Mereka berargumen bahwa pengebom diperlukan untuk menyerang sasaran militer yang diperkuat dan menyediakan opsi counterforce yang aman, karena pengebom dapat segera diluncurkan ke area penantian yang aman di mana mereka tidak dapat diserang. Namun, munculnya SLBM membuat argumen mobilitas dan daya tahan itu tidak relevan lagi, dan generasi ICBM yang lebih baru, seperti Minuteman III, memiliki akurasi dan kecepatan yang dibutuhkan untuk menyerang sasaran titik. Pada masa itu, ICBM dipandang sebagai opsi yang lebih murah berdasarkan biaya satuannya yang lebih rendah,[29] tetapi biaya pengembangannya jauh lebih tinggi.[13] Menteri Pertahanan Robert McNamara lebih memilih ICBM daripada pengebom untuk porsi kekuatan penangkal (deterrent) milik Angkatan Udara[30] dan menganggap pengebom baru yang mahal tidak diperlukan.[31][32] McNamara membatasi program AMSA hanya pada kajian dan pengembangan komponen mulai tahun 1964.[32]

Kajian program terus berlanjut; IBM dan Autonetics memperoleh kontrak kajian avionik canggih AMSA pada tahun 1968.[32][33] McNamara tetap menentang program tersebut dan lebih memilih memutakhirkan armada B-52 yang sudah ada serta menambah hampir 300 unit FB-111 untuk peran jarak lebih pendek yang saat itu diisi oleh B-58.[16][32] Ia kembali memveto pendanaan pengembangan pesawat AMSA pada tahun 1968.[33]

Program B-1A

250px-thumbnail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Radar AN/APQ-140 untuk B-1A[34]

Presiden Richard Nixon menghidupkan kembali program AMSA setelah menjabat, sejalan dengan strategi respons fleksibel pemerintahannya yang menuntut rangkaian pilihan luas di bawah ambang perang nuklir total.[35] Menteri Pertahanan Nixon, Melvin Laird, meninjau berbagai program tersebut dan memutuskan untuk mengurangi jumlah FB-111, karena kurangnya jangkauan yang diinginkan, dan merekomendasikan agar kajian desain AMSA dipercepat.[35] Pada April 1969, program tersebut resmi berganti nama menjadi B-1A.[16][35] Ini merupakan entri pertama dalam sistem penamaan pengebom baru yang dibuat pada tahun 1962. Angkatan Udara mengeluarkan permintaan proposal pada November 1969.[36]

250px-Rockwell_B-1A_76-0174_during_test_flight.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
uji terbang pertama prototipe B-1A 1974
250px-Rockwell_B-1A_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Proposal diajukan oleh Boeing, General Dynamics, dan North American Rockwell pada Januari 1970.[36][37] Pada Juni 1970, North American Rockwell memenangkan kontrak pengembangan tersebut.[36] Program awal menuntut dua rangka uji, lima pesawat yang dapat terbang, dan 40 mesin. Jumlah ini dipangkas pada tahun 1971 menjadi satu unit uji darat dan tiga unit uji terbang.[38] Perusahaan tersebut mengubah namanya menjadi Rockwell International dan menamai divisi pesawatnya North American Aircraft Operations pada tahun 1973.[39] Prototipe keempat, yang dibangun sesuai standar produksi, dipesan dalam anggaran tahun fiskal 1976. Rencana menetapkan pembangunan 240 unit B-1A, dengan kemampuan operasional awal ditetapkan pada tahun 1979.[40]

Rancangan Rockwell memiliki fitur-fitur yang sama dengan F-111 dan XB-70. Rancangan ini menggunakan kapsul pelontar awak yang terlontar sebagai satu kesatuan untuk meningkatkan peluang selamat awak jika mereka harus meninggalkan pesawat pada kecepatan tinggi. Selain itu, rancangan tersebut memiliki sayap sapuan variabel besar guna memberikan lebih banyak gaya angkat saat lepas landas dan mendarat, sekaligus hambatan yang lebih rendah saat fase larian kecepatan tinggi.[41] Dengan sayap pada posisi terlebar, pesawat ini memiliki kinerja lapangan terbang yang jauh lebih baik daripada B-52, memungkinkannya beroperasi dari lebih banyak jenis pangkalan. Penerobosan pertahanan Uni Soviet akan dilakukan pada kecepatan supersonik, melintasinya secepat mungkin sebelum memasuki wilayah pedalaman negara itu yang pertahanannya lebih jarang, tempat kecepatan dapat diturunkan kembali.[41] Ukuran besar dan kapasitas bahan bakar rancangan ini memungkinkan bagian "larian" penerbangan berlangsung relatif lama.[butuh rujukan]

Untuk mencapai kinerja Mach 2 yang disyaratkan pada ketinggian tinggi, nosel pembuangan dan intake ramp udara dibuat dapat berubah bentuk.[42] Pada awalnya, diperkirakan kinerja Mach 1,2 dapat dicapai pada ketinggian rendah, yang mengharuskan penggunaan titanium pada area-area kritis di struktur badan dan sayap pesawat. Persyaratan kinerja ketinggian rendah kemudian diturunkan menjadi Mach 0,85, sehingga mengurangi jumlah titanium yang dibutuhkan dan dengan demikian menekan biaya.[38] Sepasang sirip kecil yang dipasang dekat hidung pesawat merupakan bagian dari sistem peredam getaran aktif yang menghaluskan guncangan penerbangan ketinggian rendah yang biasanya kasar.[43] Tiga B-1A pertama dilengkapi kapsul pelontar yang melontarkan seluruh kokpit beserta keempat awaknya. B-1A keempat dilengkapi kursi pelontar konvensional untuk setiap awak.[44]

Tinjauan purwarupa B-1A dilakukan pada akhir Oktober 1971; hal ini menghasilkan 297 permintaan perubahan desain akibat kegagalan memenuhi spesifikasi serta perbaikan yang diinginkan demi kemudahan perawatan dan pengoperasian.[45] Prototipe B-1A pertama (nomor seri Angkatan Udara 74-0158) terbang pertama kali pada 23 Desember 1974.[46] Seiring berlanjutnya program ini, biaya per unit terus naik, sebagian akibat inflasi yang tinggi pada periode itu. Pada tahun 1970, perkiraan biaya per unit adalah $40 juta, dan pada tahun 1975, angka ini telah naik menjadi $70 juta.[47]

Masalah baru dan pembatalan

Sebuah B-1A terbang dengan sayap tersapu ke depan, memperlihatkan bagian bawahnya yang berwarna putih anti-kilat
Prototipe B-1A ke-4 menampilkan bagian bawahnya yang berwarna putih anti-kilat pada tahun 1981
Bagian hidung sebuah B-1A yang dipamerkan dengan garis luar kapsul pelontar ditandai
Bagian hidung B-1A dengan kapsul pelontar ditandai. Tiga dari empat unit B-1A dilengkapi kapsul pelontar.

Pada tahun 1976, pilot Soviet Viktor Belenko membelot ke Jepang dengan pesawat MiG-25 "Foxbat" miliknya.[48] Selama pemeriksaan (debriefing), ia menjelaskan adanya "super-Foxbat" baru (yang hampir pasti merujuk pada MiG-31) yang memiliki radar look-down/shoot-down guna menyerang rudal jelajah. Hal ini juga akan membuat pesawat penerobos level rendah mana pun "terlihat" dan mudah diserang.[49] Mengingat rangkaian persenjataan B-1 mirip dengan B-52, dan pesawat ini pun tampaknya tidak lebih mungkin bertahan di ruang udara Soviet dibandingkan B-52, program ini pun semakin dipertanyakan.[50] Secara khusus, Senator William Proxmire terus-menerus mencela B-1 di depan publik, dengan berargumen bahwa pesawat itu adalah dinosaurus mahal yang tidak masuk akal. Selama kampanye pemilihan federal tahun 1976, Jimmy Carter menjadikannya salah satu platform Partai Demokrat, dengan mengatakan, "Pengebom B-1 adalah contoh sistem yang diajukan yang seharusnya tidak didanai dan akan memboroskan uang pembayar pajak."[51]

Ketika Carter menjabat pada tahun 1977, ia memerintahkan peninjauan atas seluruh program tersebut. Pada saat itu, proyeksi biaya program telah naik menjadi lebih dari $100 juta per pesawat, meski ini merupakan biaya seumur hidup selama 20 tahun. Ia mendapat penjelasan mengenai riset yang relatif baru tentang pesawat siluman yang dimulai pada tahun 1975, dan ia memutuskan bahwa ini merupakan pendekatan yang lebih baik daripada B-1. Para pejabat Pentagon juga menyatakan bahwa Rudal Jelajah Peluncuran Udara (ALCM) AGM-86 yang diluncurkan dari armada B-52 yang sudah ada akan memberi USAF kemampuan yang setara untuk menerobos ruang udara Soviet. Dengan jangkauan 1.500 mil (2.400 km), ALCM dapat diluncurkan jauh di luar jangkauan pertahanan Soviet mana pun dan menerobos pada ketinggian rendah seperti pengebom (dengan radar cross-section (RCS) yang jauh lebih kecil karena ukurannya yang lebih kecil), dan dalam jumlah yang jauh lebih banyak dengan biaya lebih rendah.[52] Sejumlah kecil B-52 dapat meluncurkan ratusan ALCM, membanjiri pertahanan lawan. Program untuk memutakhirkan B-52 serta mengembangkan dan menempatkan ALCM akan menghabiskan biaya setidaknya 20% lebih rendah dibandingkan rencana 244 unit B-1A.[51]

Pada 30 Juni 1977, Carter mengumumkan bahwa B-1A akan dibatalkan, digantikan oleh ICBM, SLBM, dan armada B-52 yang dimodernisasi serta dipersenjatai ALCM.[40][53][54] Carter menyebutnya "salah satu keputusan tersulit yang pernah saya buat sejak menjabat."[55] Tidak ada penyebutan mengenai riset siluman tersebut yang dipublikasikan karena program itu bersifat rahasia tingkat tinggi, tetapi kini diketahui bahwa pada awal tahun 1978 ia mengesahkan proyek Advanced Technology Bomber (ATB), yang pada akhirnya melahirkan B-2 Spirit.[56]

Di dalam negeri, reaksi terhadap pembatalan ini terbelah menurut garis partisan.[57] Departemen Pertahanan sendiri terkejut dengan pengumuman ini; mereka memperkirakan jumlah pesanan B-1 akan dikurangi menjadi sekitar 150 unit.[58] Anggota Kongres Robert Dornan (R-CA) mengklaim, "Mereka sedang membuka botol vodka dan kaviar di Moskow."[59] Namun demikian, tampaknya pihak Soviet justru lebih khawatir terhadap ancaman ALCM dalam jumlah besar yang jauh lebih besar dibandingkan sejumlah kecil B-1. Kantor berita Soviet TASS berkomentar bahwa "pelaksanaan rencana-rencana militeristik ini telah secara serius mempersulit upaya pembatasan perlombaan senjata strategis."[51] Para pemimpin militer Barat pada umumnya menyambut baik keputusan tersebut. Komandan NATO Alexander Haig menggambarkan ALCM sebagai "alternatif yang menarik" dibandingkan B-1. Jenderal Prancis Georges Buis menyatakan, "B-1 adalah senjata yang hebat, tetapi tidak terlalu berguna. Dengan harga satu pengebom, Anda bisa mendapatkan 200 rudal jelajah."[51]

Uji terbang keempat prototipe B-1A untuk program B-1A terus berlanjut hingga April 1981. Program ini mencakup 70 penerbangan dengan total 378 jam. Kecepatan puncak Mach 2,22 dicapai oleh B-1A kedua. Pengujian mesin juga terus berlanjut selama periode ini, dengan mesin YF101 mencatat total hampir 7.600 jam.[60]

Pergeseran prioritas

Tampak sisi kanan sebuah B-1A di darat pada tahun 1984
Sebuah Rockwell B-1A pada tahun 1984

Pada periode inilah pihak Soviet mulai menegaskan diri di sejumlah teater aksi baru, khususnya melalui proksi Kuba selama Perang Saudara Angola yang dimulai tahun 1975 dan invasi Soviet ke Afghanistan pada tahun 1979. Strategi AS hingga saat itu telah berfokus pada pembendungan Komunisme dan persiapan perang di Eropa. Berbagai aksi baru Soviet ini mengungkap bahwa militer AS kekurangan kemampuan di luar batasan sempit tersebut.[61]

Departemen Pertahanan AS menanggapinya dengan mempercepat konsep Pasukan Reaksi Cepat miliknya, tetapi menghadapi masalah besar dalam kemampuan angkutan udara dan laut.[62]

Selama kampanye kepresidenan tahun 1980, Ronald Reagan gencar berkampanye dengan platform bahwa Carter lemah dalam bidang pertahanan, dengan mengutip pembatalan program B-1 sebagai contohnya, sebuah tema yang terus ia gunakan hingga dekade 1980-an.[63] Selama periode ini, Menteri Pertahanan Carter, Harold Brown, mengumumkan proyek pengebom siluman, yang tampaknya menyiratkan bahwa inilah alasan di balik pembatalan B-1.[64][dibutuhkan verifikasi sumber]

Program B-1B

B-1B pertama pada upacara peluncurannya di luar hanggar di Palmdale, California, tahun 1984
B-1B pertama kali dipamerkan di luar hanggar di Palmdale, California, 1984.

Setelah menjabat, Reagan dihadapkan pada keputusan yang sama seperti Carter sebelumnya: apakah akan melanjutkan B-1 untuk jangka pendek, atau menunggu pengembangan ATB, pesawat yang jauh lebih canggih. Berbagai kajian menunjukkan bahwa armada B-52 yang ada, dilengkapi ALCM, akan tetap menjadi ancaman yang kredibel hingga tahun 1985. Diperkirakan 75% dari kekuatan B-52 akan bertahan untuk menyerang sasarannya.[65] Setelah tahun 1985, diperkenalkannya rudal SA-10, pesawat pencegat MiG-31, serta sistem Airborne Early Warning and Control (AWACS) Soviet pertama yang efektif akan membuat B-52 semakin rentan.[66] Selama tahun 1981, dana dialokasikan untuk kajian baru mengenai pengebom untuk kerangka waktu dekade 1990-an, yang mengarah pada pengembangan proyek Long-Range Combat Aircraft (LRCA). LRCA mengevaluasi B-1, F-111, dan ATB sebagai kemungkinan solusi; penekanan diberikan pada kemampuan multiperan, alih-alih operasi murni strategis.[65]

Pada tahun 1981, diyakini bahwa B-1 dapat beroperasi sebelum ATB, menutupi periode transisi antara meningkatnya kerentanan B-52 dan diperkenalkannya ATB. Reagan memutuskan bahwa solusi terbaik adalah mengadakan baik B-1 maupun ATB, dan pada 2 Oktober 1981 ia mengumumkan bahwa 100 unit B-1 akan dipesan untuk mengisi peran LRCA.[41][67]

Pada Januari 1982, Angkatan Udara AS memberikan dua kontrak kepada Rockwell dengan nilai gabungan $2,2 miliar untuk pengembangan dan produksi 100 unit pengebom B-1 baru.[68] Banyak perubahan dilakukan pada desain agar lebih sesuai dengan misi yang kini diharapkan, menghasilkan B-1B.[52] Perubahan-perubahan ini mencakup pengurangan kecepatan maksimum,[64] yang memungkinkan intake ramp beraspek variabel diganti dengan intake ramp bergeometri tetap yang lebih sederhana. Hal ini mengurangi radar cross-section B-1B, yang dipandang sebagai kompromi yang baik untuk penurunan kecepatan tersebut.[41] Kecepatan subsonik tinggi pada ketinggian rendah menjadi fokus utama dalam desain revisi ini,[64] dan kecepatan level rendah ditingkatkan dari sekitar Mach 0,85 menjadi 0,92. B-1B memiliki kecepatan maksimum Mach 1,25 pada ketinggian yang lebih tinggi.[41][69]

Berat lepas landas maksimum B-1B ditingkatkan menjadi 477.000 pon (216.000 kg) dari 395.000 pon (179.000 kg) milik B-1A.[41][70] Peningkatan berat ini dimaksudkan untuk memungkinkan lepas landas dengan muatan bahan bakar internal penuh serta membawa senjata eksternal. Para insinyur Rockwell berhasil memperkuat area-area kritis dan meringankan area-area yang tidak kritis pada rangka pesawat, sehingga peningkatan berat kosong pesawat menjadi minimal.[70] Untuk mengatasi diperkenalkannya MiG-31 yang dilengkapi sistem radar Zaslon baru, serta pesawat lain dengan kemampuan look-down, rangkaian peperangan elektronik B-1B ditingkatkan secara signifikan.[41]

B-1B dengan sayap tersapu ke belakang melakukan belokan miring saat demonstrasi
Sebuah B-1B melakukan manuver miring saat demonstrasi pada tahun 2004

Penolakan terhadap rencana ini cukup meluas di Kongres. Para pengkritik menunjukkan bahwa banyak masalah awal masih ada, baik dari segi kinerja maupun biaya.[71] Secara khusus, tampaknya B-52 yang dilengkapi elektronik serupa B-1B akan sama-sama mampu menghindari pencegatan, karena keunggulan kecepatan B-1 kini menjadi minimal. Tampak pula bahwa kerangka waktu "sementara" yang diisi oleh B-1B akan berlangsung kurang dari satu dekade, karena akan menjadi usang tak lama setelah diperkenalkannya rancangan ATB yang jauh lebih mumpuni.[72] Argumen utama yang mendukung B-1 adalah muatan senjata konvensionalnya yang besar, serta kinerja lepas landasnya yang memungkinkannya beroperasi dengan muatan bom yang kredibel dari berbagai jenis lapangan terbang yang jauh lebih luas. Subkontrak produksi tersebar di banyak distrik kongres, membuat pesawat ini lebih populer di Kongres.[73][rujukan melingkar]

B-1A No. 1 dibongkar dan digunakan untuk pengujian radar di Rome Air Development Center di bekas Griffiss Air Force Base, New York.[74] B-1A No. 2 dan No. 4 kemudian dimodifikasi untuk menyertakan sistem-sistem B-1B. B-1B pertama selesai dibangun dan mulai menjalani uji terbang pada Maret 1983. B-1B produksi pertama diluncurkan pada 4 September 1984 dan pertama kali terbang pada 18 Oktober 1984.[75] B-1B ke-100 dan terakhir diserahterimakan pada 2 Mei 1988;[76] namun sebelum B-1B terakhir diserahterimakan, USAF telah menyimpulkan bahwa pesawat tersebut rentan terhadap sistem pertahanan udara Soviet.[77]

Pada tahun 1996, Rockwell International menjual sebagian besar operasi antariksa dan pertahanannya kepada Boeing,[78] yang hingga tahun 2024 tetap menjadi kontraktor utama untuk B‑1.[1]

Desain

250px-B-1B_over_the_pacific_ocean.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
B-1B terbang di atas Samudra Pasifik

Ikhtisar

B-1 memiliki konfigurasi blended wing body, dengan sayap sapuan variabel, empat mesin turbofan, sirip kendali gerak segitiga, dan ekor berbentuk salib. Sayap dapat disapu dari 15 derajat hingga 67,5 derajat (dari posisi penuh ke depan hingga sapuan penuh). Pengaturan sayap sapuan ke depan digunakan untuk lepas landas, pendaratan, serta jelajah ekonomis pada ketinggian tinggi. Pengaturan sayap sapuan ke belakang digunakan pada penerbangan subsonik tinggi dan supersonik.[79] Sayap sapuan variabel B-1 serta rasio dorong-terhadap-beratnya memberinya kinerja lepas landas yang lebih baik, memungkinkannya menggunakan landasan pacu yang lebih pendek dibandingkan pengebom-pengebom sebelumnya.[80] Panjang pesawat menimbulkan masalah lenturan akibat turbulensi udara pada ketinggian rendah. Untuk mengatasi hal ini, Rockwell menyertakan permukaan kendali sirip segitiga kecil di dekat hidung B-1. Sistem Structural Mode Control milik B-1 menggerakkan sirip-sirip tersebut, serta kemudi bagian bawah, untuk melawan efek turbulensi dan menghaluskan guncangan penerbangan.[81]

Tampak belakang sebuah B-1B di pertunjukan udara Royal International Air Tattoo tahun 2004
Tampak belakang sebuah B-1B yang sedang terbang, 2004

Berbeda dengan B-1A, B-1B tidak dapat mencapai kecepatan Mach 2+; kecepatan maksimumnya adalah Mach 1,25 (sekitar 825 mph atau 1.325 km/jam pada ketinggian tertentu),[82] tetapi kecepatan level rendahnya meningkat menjadi Mach 0,92 (700 mph, 1.130 km/jam).[69] Kecepatan versi pesawat saat ini dibatasi oleh perlunya menghindari kerusakan pada struktur dan intake udaranya. Untuk membantu menurunkan radar cross-section-nya, B-1B menggunakan saluran intake udara berbentuk serpentin (lihat S-duct) serta intake ramp tetap, yang membatasi kecepatannya dibandingkan B-1A. Sirip-sirip di dalam saluran intake berfungsi membelokkan dan menahan pantulan radar dari bilah kompresor mesin yang sangat memantulkan gelombang radar.[83]

Mesin B-1A dimodifikasi sedikit untuk menghasilkan GE F101-102 bagi B-1B, dengan penekanan pada daya tahan dan efisiensi yang lebih tinggi.[84] Inti dari mesin ini kemudian digunakan pada sejumlah mesin lain, termasuk GE F110 yang digunakan pada F-14 Tomcat, varian F-15K/SG, serta versi-versi terbaru General Dynamics F-16 Fighting Falcon.[85] Inti mesin ini juga menjadi dasar bagi GE F118 non-afterburning yang digunakan pada B-2 Spirit dan U-2S.[85] Inti mesin F101 juga digunakan pada mesin sipil CFM56.[86]

Pintu roda pendaratan hidung menjadi lokasi bagi kru darat untuk mengendalikan auxiliary power unit (APU) yang dapat digunakan selama scramble untuk menyalakan APU dengan cepat.[87][88]

Avionik

Interior kokpit sebuah B-1B pada malam hari
Kokpit B-1B pada malam hari
250px-AN-APQ-164_radar%2C_Westinghouse%2C_developed_in_1982_-_National_Electronics_Museum_-_DSC00384.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Radar passive electronically scanned array AN/APQ-164

Komputer utama B-1 adalah IBM AP-101, yang juga digunakan pada Space Shuttle orbiter dan pengebom B-52.[89] Komputer ini diprogram menggunakan bahasa pemrograman JOVIAL.[90] Avionik ofensif Lancer mencakup radar passive electronically scanned array ofensif pandang-depan AN/APQ-164 buatan Westinghouse (kini Northrop Grumman) dengan kendali balok elektronik (serta antena tetap yang menghadap ke bawah untuk mengurangi keterlihatan radar), synthetic aperture radar, mode indikasi target bergerak darat (GMTI), dan terrain-following radar, navigasi Doppler, radar altimeter, serta rangkaian inertial navigation.[91] Pemutakhiran B-1B Block D menambahkan penerima Global Positioning System (GPS) mulai tahun 1995.[92]

Elektronik defensif B-1 mencakup perangkat peringatan radar dan pengacau defensif Eaton AN/ALQ-161A,[93] yang memiliki tiga set antena; satu di pangkal depan masing-masing sayap dan yang ketiga menghadap ke belakang di radome ekor.[94][95] Juga terdapat di radome ekor adalah sistem peringatan pendekatan rudal AN/ALQ-153 (radar pulsa-Doppler).[96] ALQ-161 terhubung ke total delapan penebar suar (flare) AN/ALE-49 yang terletak di bagian atas di belakang kanopi, yang dikendalikan oleh sistem manajemen avionik AN/ASQ-184.[97] Setiap penebar AN/ALE-49 memiliki kapasitas 12 suar MJU-23A/B. Suar MJU-23A/B merupakan salah satu suar penanggulangan inframerah terbesar di dunia dengan berat lebih dari 33 pon (15 kg).[98] B-1 juga telah dilengkapi untuk membawa sistem umpan tarik ALE-50.[99]

Turut membantu daya tahan hidup B-1 adalah RCS-nya yang relatif rendah. Meski secara teknis bukan pesawat siluman, berkat struktur pesawat, jalur intake berbentuk serpentin, dan penggunaan material penyerap radar, RCS-nya sekitar 1/50 dari B-52 yang berukuran serupa. Angka ini kurang lebih 26 kaki persegi atau 2,4 meter persegi, sebanding dengan RCS sebuah pesawat tempur kecil.[97][100][101]

B-1 memegang 61 rekor dunia FAI untuk kecepatan, muatan, jarak tempuh, dan waktu-untuk-mendaki dalam berbagai kelas berat pesawat.[102][103] Pada November 1993, tiga unit B-1B mencetak rekor jarak jauh untuk jenis pesawat ini, yang menunjukkan kemampuannya melaksanakan misi berdurasi panjang untuk menyerang di mana pun di dunia dan kembali ke pangkalan tanpa henti sama sekali.[104] National Aeronautic Association mengakui B-1B karena menyelesaikan salah satu dari 10 penerbangan rekor paling berkesan pada tahun 1994.[99]

Pemutakhiran

Tampak samping bagian hidung sebuah B-1B, dengan pod Sniper XR terpasang di bagian dagunya
Hidung sebuah B-1 yang menampilkan pod Sniper XR tergantung di bawahnya serta sirip kendali gerak segitiga

B-1 telah dimutakhirkan sejak produksinya, dimulai dengan "Conventional Mission Upgrade Program" (CMUP), yang menambahkan antarmuka senjata pintar MIL-STD-1760 baru untuk memungkinkan penggunaan senjata konvensional berpemandu presisi. CMUP disampaikan melalui serangkaian pemutakhiran:

  • Block A adalah B-1B standar dengan kemampuan menjatuhkan bom gravitasi non-presisi.
  • Block B membawa Synthetic Aperture Radar yang lebih baik, serta pemutakhiran pada Defensive Countermeasures System, dan mulai digunakan pada tahun 1995.[105]
  • Block C menyediakan "kemampuan yang ditingkatkan" untuk menjatuhkan hingga 30 unit bom tandan (cluster bomb unit, CBU) per sorti, dengan modifikasi pada 50 rak bom.[106]
  • Block D menambahkan "Kemampuan Nyaris Presisi" melalui perbaikan sistem senjata dan pembidikan, serta menambahkan kemampuan komunikasi aman yang lebih canggih.[106] Bagian pertama pemutakhiran penanggulangan elektronik menambahkan Joint Direct Attack Munition (JDAM), sistem umpan tarik ALE-50, dan radio anti-jamming.[93][107][108]
  • Block E memutakhirkan komputer avionik dan menyertakan Wind Corrected Munitions Dispenser (WCMD), AGM-154 Joint Standoff Weapon (JSOW), dan AGM-158 JASSM (Joint Air to Surface Standoff Munition), yang secara substansial meningkatkan kemampuan pengebom ini. Pemutakhiran diselesaikan pada September 2006.[109]
  • Block F adalah Defensive Systems Upgrade Program (DSUP) untuk meningkatkan kemampuan penanggulangan elektronik dan pengacauan pesawat, tetapi dibatalkan pada Desember 2002 akibat pembengkakan biaya dan keterlambatan.[110]

Pada tahun 2007, pod pembidik Sniper XR dipasang pada armada B-1. Pod ini dipasang pada titik gantung eksternal di bagian dagu pesawat, dekat ruang bom depan.[111] Setelah pengujian yang dipercepat, pod Sniper mulai digunakan pada musim panas 2008.[112][113] Munisi presisi di masa depan mencakup Small Diameter Bomb.[114]

USAF memulai modifikasi Integrated Battle Station (IBS) pada tahun 2012 sebagai gabungan tiga pemutakhiran terpisah setelah menyadari manfaat menyelesaikannya secara bersamaan; yaitu Fully Integrated Data Link (FIDL), Vertical Situational Display Unit (VSDU), dan Central Integrated Test System (CITS).[115] FIDL memungkinkan berbagi data secara elektronik, menghilangkan kebutuhan memasukkan informasi antarsistem secara manual.[116] VSDU menggantikan instrumen penerbangan yang ada dengan layar warna multifungsi, layar kedua membantu penghindaran ancaman dan pembidikan, sekaligus berfungsi sebagai layar cadangan. CITS menghadirkan sistem diagnostik baru yang memungkinkan kru memantau lebih dari 9.000 parameter pada pesawat.[117] Penambahan lain mencakup penggantian dua sistem navigasi inersial giroskop massa berputar dengan sistem giroskop laser cincin (ring laser gyroscope) dan antena GPS, penggantian radar APQ-164 dengan active electronically scanned array Scalable Agile Beam Radar – Global Strike (SABR-GS), serta indikator sikap (attitude indicator) baru.[118] Pemutakhiran IBS diselesaikan pada tahun 2020.[115]

Pada Agustus 2019, Angkatan Udara mengungkap sebuah modifikasi pada B-1B untuk memungkinkannya membawa lebih banyak senjata, baik secara internal maupun eksternal. Dengan menggunakan sekat depan yang dapat dipindahkan, ruang di teluk tengah ditingkatkan dari 180 menjadi 269 in (457 menjadi 683 cm). Perluasan teluk internal untuk memanfaatkan Common Strategic Rotary Launcher (CSRL), serta penggunaan enam dari delapan titik gantung eksternal yang sebelumnya tidak digunakan agar sesuai dengan Perjanjian New START, akan meningkatkan muatan senjata B-1B dari 24 menjadi 40. Konfigurasi ini juga memungkinkannya membawa senjata yang lebih berat pada kisaran 5.000 lb (2.300 kg), seperti rudal hipersonik; AGM-183 ARRW direncanakan untuk diintegrasikan pada pengebom ini. Di masa depan, HAWC dapat digunakan oleh pengebom ini, yang dengan menggabungkan muatan senjata internal maupun eksternal, bisa jadi meningkatkan total jumlah senjata hipersonik hingga 31.[119][120][121]

Riwayat operasional

Strategic Air Command

B-1B kedua, "The Star of Abilene", merupakan B-1B pertama yang diserahkan kepada SAC pada Juni 1985. Kemampuan operasional awal tercapai pada 1 Oktober 1986 dan B-1B ditempatkan dalam status siaga nuklir.[122][123] B-1 menerima nama resmi "Lancer" pada 15 Maret 1990. Namun, pengebom ini umumnya dijuluki "Bone"; sebuah julukan yang tampaknya berasal dari sebuah artikel surat kabar awal tentang pesawat ini, tempat namanya dieja sebagai "B-ONE" dengan tanda hubung yang tidak sengaja terlewat.[2]

250px-Decommissioned_B-1_Bomber_Travels_Along_I-5_%286327003326%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah B-1B yang telah dipensiunkan dan dibongkar, diangkut menggunakan truk flatbed

Pada akhir tahun 1990, kebakaran mesin pada dua unit Lancer menyebabkan seluruh armada dikandangkan (grounded). Penyebabnya dilacak pada masalah di kipas tahap pertama, dan pesawat-pesawat tersebut ditempatkan pada "siaga terbatas"; dengan kata lain, mereka dikandangkan kecuali jika perang nuklir pecah. Setelah pemeriksaan dan perbaikan, pesawat-pesawat itu kembali bertugas mulai 6 Februari 1991.[124][125] Pada tahun 1991, B-1 telah memiliki kemampuan konvensional yang masih dini, dengan empat puluh unit di antaranya mampu menjatuhkan bom tujuan umum (general purpose, GP) Mk-82 seberat 500-pon (230 kg), meski sebagian besar dari ketinggian rendah. Meski telah dinyatakan layak untuk peran ini, masalah pada mesinnya menghalangi penggunaannya dalam Operation Desert Storm selama Perang Teluk.[77][126] B-1 pada masa itu terutama dicadangkan untuk misi serangan nuklir strategis, memberikan peran sebagai penangkal nuklir udara terhadap Uni Soviet.[126] B-52 lebih sesuai untuk peran perang konvensional, dan pesawat itulah yang digunakan oleh pasukan koalisi.[126]

Awalnya dirancang khusus untuk perang nuklir, pengembangan B-1 sebagai pengebom konvensional yang efektif pun tertunda. Runtuhnya Uni Soviet menimbulkan pertanyaan atas peran nuklir B-1, sehingga Presiden George H. W. Bush memerintahkan pemasangan ulang (refit) konvensional senilai $3 miliar.[127]

Pada 26 April 1991, sepuluh unit B-1B nyaris terkena tornado Andover 1991 saat berada di McConnell AFB, yang mengalami hantaman langsung. Dua dari pengebom tersebut dilengkapi hulu ledak nuklir.[128][129][130]

Setelah dinonaktifkannya SAC dan dibentuknya Air Combat Command (ACC) pada tahun 1992, B-1 mengembangkan kemampuan senjata konvensional yang lebih besar. Bagian dari pengembangan ini adalah dimulainya Divisi B-1 U.S. Air Force Weapons School.[131] Pada tahun 1994, dua sayap pengebom B-1 tambahan juga dibentuk di Air National Guard, dengan bekas sayap tempur di Kansas Air National Guard dan Georgia Air National Guard beralih ke pesawat ini.[132] Pada pertengahan dekade 1990-an, B-1 dapat menggunakan senjata GP maupun berbagai CBU. Menjelang akhir dekade 1990-an, dengan hadirnya pemutakhiran "Block D", B-1 memiliki rangkaian lengkap munisi berpemandu dan tak berpemandu.

B-1B tidak lagi membawa senjata nuklir;[41] kemampuan nuklirnya dinonaktifkan pada tahun 1995 dengan dilepasnya perangkat keras penyenjataan dan pemicu (fuzing) nuklir.[133] Berdasarkan ketentuan perjanjian New START dengan Rusia, konversi lebih lanjut dilakukan. Ini mencakup modifikasi titik gantung pesawat untuk mencegah pemasangan pylon senjata nuklir, pelepasan berkas kabel ruang senjata untuk penyenjataan nuklir, dan penghancuran pylon senjata nuklir. Proses konversi ini diselesaikan pada tahun 2011, dan pejabat Rusia memeriksa pesawat tersebut setiap tahun untuk memverifikasi kepatuhan.[134]

Air Combat Command

Tampak depan-atas pesawat berwarna abu-abu dengan sayap tersapu ke depan sedang berbelok miring ke kanan. Di bawahnya terdapat lapisan awan putih dan medan tak berpenghuni.
Sebuah B-1B dengan sayap tersapu penuh ke depan

B-1 pertama kali digunakan dalam pertempuran untuk mendukung operasi di Irak selama Operation Desert Fox pada Desember 1998, dengan menggunakan senjata GP tak berpemandu. B-1 kemudian digunakan dalam Operation Allied Force (Kosovo) dan, yang paling terkenal, dalam Operation Enduring Freedom di Afghanistan serta invasi Irak tahun 2003.[41] B-1 telah menggunakan berbagai senjata konvensional di zona perang, yang paling terkenal adalah GBU-31, JDAM 2.000-pon (910 kg).[41] Dalam enam bulan pertama Operation Enduring Freedom, delapan unit B-1 menjatuhkan hampir 40 persen dari seluruh amunisi udara, termasuk sekitar 3.900 unit JDAM.[118] Munisi JDAM banyak digunakan oleh B-1 di atas Irak, terutama pada 7 April 2003 dalam upaya yang gagal untuk membunuh Saddam Hussein dan kedua putranya.[135] Selama Operation Enduring Freedom, B-1 berhasil menaikkan tingkat kesiapan misinya (mission capable rate) hingga 79%.[99]

Dari 100 unit B-1B yang dibangun, 93 unit masih beroperasi pada tahun 2000 setelah kehilangan akibat kecelakaan. Pada Juni 2001, Pentagon berupaya menyimpan sepertiga dari armadanya saat itu; usulan ini memicu lobi dari sejumlah perwira Air National Guard AS serta anggota Kongres yang menentangnya, termasuk penyusunan amendemen untuk mencegah pemangkasan tersebut.[77] Usulan tahun 2001 ini dimaksudkan agar dana dapat dialihkan untuk pemutakhiran lebih lanjut pada B-1B yang tersisa, seperti modernisasi komputer.[77] Pada tahun 2003, disertai penarikan B-1B dari dua sayap pengebom di Air National Guard, USAF memutuskan untuk memensiunkan 33 unit pesawat guna memusatkan anggarannya pada menjaga ketersediaan B-1B yang tersisa.[136] Pada tahun 2004, sebuah RUU alokasi anggaran baru meminta agar sejumlah pesawat yang telah dipensiunkan kembali bertugas,[137] dan USAF mengembalikan tujuh pengebom yang telah disimpan (mothballed) ke dinas aktif untuk meningkatkan armada menjadi 67 unit.[138]

Amunisi dan bom berwarna kuning tergeletak sementara dua anggota kru, menggunakan truk pengangkat, memindahkannya ke sebuah B-1 berwarna abu-abu yang terparkir di dekatnya di latar belakang
Pemindahan sebuah GBU-31 Joint Direct Attack Munition (JDAM) ke truk pengangkat untuk dimuat ke sebuah B-1B pada 29 Maret 2007, di Asia Barat Daya

Pada 14 Juli 2007, Associated Press melaporkan tentang meningkatnya kehadiran USAF di Irak, termasuk kembalinya B-1B sebagai platform yang siap sedia untuk mendukung pasukan darat Koalisi.[139] Mulai tahun 2008, B-1 digunakan di Irak dan Afghanistan dalam peran "pengawasan bersenjata" (armed overwatch), berputar-putar untuk tujuan pengawasan sambil siap menjatuhkan bom berpemandu guna mendukung pasukan darat sesuai kebutuhan.[140][141]

B-1B menjalani serangkaian uji terbang menggunakan campuran 50/50 bahan bakar sintetis dan minyak bumi; pada 19 Maret 2008, sebuah B-1B dari Dyess Air Force Base, Texas, menjadi pesawat USAF pertama yang terbang pada kecepatan supersonik menggunakan bahan bakar sintetis dalam sebuah penerbangan di atas Texas dan New Mexico. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari program pengujian dan sertifikasi USAF untuk mengurangi ketergantungan pada sumber minyak tradisional.[142] Pada 4 Agustus 2008, sebuah B-1B menerbangkan sorti tempur pertama yang dilengkapi Sniper Advanced Targeting Pod, di mana kru berhasil membidik pasukan darat musuh dan menjatuhkan sebuah bom berpemandu GBU-38 di Afghanistan.[112]

Pada Maret 2011, B-1B dari Ellsworth Air Force Base menyerang sejumlah sasaran yang tidak diungkapkan di Libya sebagai bagian dari Operation Odyssey Dawn.[143]

Dengan pemutakhiran untuk menjaga kelayakan B-1, USAF dapat mempertahankannya dalam dinas aktif hingga sekitar tahun 2038.[144] Meski telah dimutakhirkan, setiap satu jam terbang memerlukan 48,4 jam perbaikan. Bahan bakar, perbaikan, dan kebutuhan lain untuk misi 12 jam menghabiskan $720.000 (~$1.01 juta pada 2024) per tahun 2010.[145] Namun, biaya $63.000 per jam terbang ini masih lebih rendah dibandingkan $72.000 untuk B-52 dan $135.000 untuk B-2.[146] Pada Juni 2010, para pejabat senior USAF bertemu untuk mempertimbangkan pemensiunan seluruh armada guna memenuhi pemangkasan anggaran.[147] Pentagon berencana mulai menggantikan pesawat ini dengan B-21 Raider setelah tahun 2025.[148] Sementara itu, "kemampuannya sangat cocok untuk jarak yang luas dan tantangan unik di kawasan Pasifik, dan kami akan terus berinvestasi pada, serta mengandalkan, B-1 dalam mendukung fokus terhadap Pasifik" sebagai bagian dari "Poros ke Asia Timur" milik Presiden Obama.[149]

Pada Agustus 2012, Skuadron Pengebom Ekspedisi ke-9 kembali dari tugas enam bulan di Afghanistan. Sembilan unit B-1B miliknya menerbangkan 770 sorti, jumlah terbanyak dari skuadron B-1B mana pun dalam satu penugasan. Skuadron ini menghabiskan 9.500 jam di udara, menjaga salah satu pengebomnya tetap mengudara setiap saat. Mereka menyumbang seperempat dari seluruh sorti pesawat tempur di negara itu selama periode tersebut dan memenuhi rata-rata dua hingga tiga permintaan dukungan udara per hari.[150] Pada 4 September 2013, sebuah B-1B berpartisipasi dalam latihan evaluasi maritim, menggunakan munisi seperti bom berpemandu laser 500 lb GBU-54, JDAM 500 lb dan 2.000 lb, serta Long Range Anti-Ship Missile (LRASM). Tujuannya adalah mendeteksi dan menyerang sejumlah kapal kecil menggunakan senjata dan taktik yang ada, yang dikembangkan dari perang konvensional melawan sasaran darat; B-1 dipandang sebagai aset yang berguna untuk tugas maritim seperti mengawasi jalur pelayaran.[151]

Mulai tahun 2014, B-1 digunakan melawan Negara Islam (IS) dalam Perang Saudara Suriah.[152][153] Dari Agustus 2014 hingga Januari 2015, B-1 menyumbang delapan persen dari sorti USAF selama Operation Inherent Resolve.[154] Skuadron Pengebom ke-9 dikirim ke Qatar pada Juli 2014 untuk mendukung misi di Afghanistan, tetapi ketika kampanye udara melawan IS dimulai pada 8 Agustus, pesawat-pesawat tersebut dikerahkan di Irak. Selama Pertempuran Kobane di Suriah, B-1 milik skuadron ini menjatuhkan 660 bom selama 5 bulan untuk mendukung pasukan Kurdi yang mempertahankan kota tersebut. Jumlah ini setara sepertiga dari seluruh bom yang digunakan selama OIR pada periode itu, dan mereka menewaskan sekitar 1.000 petempur ISIL. B-1 milik Skuadron Pengebom ke-9 mengalami "Winchester" — menjatuhkan seluruh senjata yang dibawa — sebanyak 31 kali selama penugasan mereka. Mereka menjatuhkan lebih dari 2.000 unit JDAM selama rotasi enam bulan tersebut.[153] B-1 dari Sayap Pengebom ke-28 menerbangkan 490 sorti dan menjatuhkan 3.800 munisi pada 3.700 sasaran selama penugasan enam bulan. Pada Februari 2016, unit-unit B-1 dikirim kembali ke AS untuk pemutakhiran kokpit.[155]

Air Force Global Strike Command

Sebagai bagian dari reorganisasi USAF yang diumumkan pada April 2015, seluruh unit B-1 dipindahtugaskan dari Air Combat Command ke Global Strike Command (GSC) pada Oktober 2015.[156]

Pada 8 Juli 2017, USAF menerbangkan dua unit B-1 di dekat perbatasan Korea Utara sebagai unjuk kekuatan di tengah meningkatnya ketegangan, khususnya sebagai tanggapan atas uji coba ICBM Korea Utara pada 4 Juli yang mampu mencapai Alaska.[157]

Pada 14 April 2018, B-1 meluncurkan 19 rudal JASSM sebagai bagian dari pengeboman Damaskus dan Homs tahun 2018 di Suriah.[158][159][160] Pada Agustus 2019, enam unit B-1B mencapai kesiapan misi penuh; 15 unit sedang menjalani perawatan depot dan 39 unit dalam perbaikan dan inspeksi.[161]

Pada Februari 2021, USAF mengumumkan akan memensiunkan 17 unit B-1, menyisakan 45 unit dalam dinas aktif. Empat di antaranya akan disimpan dalam kondisi yang memungkinkan kembali bertugas jika diperlukan.[162][163]

Pada Maret 2021, sejumlah B-1 dikerahkan ke Ørland Main Air Station milik Norwegia untuk pertama kalinya. Selama penugasan tersebut, mereka menjalani latihan pengeboman bersama Joint terminal attack controller pasukan darat Norwegia dan Swedia. Salah satu B-1 juga melakukan pengisian bahan bakar dengan mesin menyala (warm-pit refuel) di Bodø Main Air Station, menandai pendaratan pertama di dalam Lingkaran Arktik Norwegia, serta berintegrasi dengan empat pesawat tempur Angkatan Udara Swedia JAS 39 Gripen.[164][165]

Pada 2 Februari 2024, AS mengerahkan dua unit B-1B untuk menyerang 85 sasaran teroris di tujuh lokasi di Irak dan Suriah, sebagai bagian dari respons berlapis atas tewasnya tiga tentara AS dalam serangan drone di Yordania.[166]

Pada Januari 2026, B-1B berpartisipasi dalam serangan AS di Venezuela, bersama F-35, F-22, F/A-18, EA-18, serta berbagai pesawat dan drone intelijen, pengawasan, dan pengintaian. Operasi ini menghasilkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.[167]

Pada Maret 2026, unit-unit B-1B dikerahkan untuk Operation Epic Fury, sebagai bagian dari serangan Israel-Amerika Serikat tahun 2026 terhadap Iran. Sebuah unggahan United States Central Command di X pada 2 Maret 2026 menyatakan bahwa, pada malam sebelumnya, "pengebom-pengebom B-1 AS menyerang jauh ke dalam wilayah Iran untuk melemahkan kemampuan rudal balistik Iran", sembari menambahkan pernyataan Presiden Donald Trump bahwa "kami akan menghancurkan rudal-rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka".[168]

Varian

Bagian belakang yang menampilkan radome runcing milik B-1A
B-1A
B-1A adalah rancangan B-1 orisinal dengan intake mesin variabel dan kecepatan puncak Mach 2,2. Empat prototipe dibangun; tidak ada unit produksi yang diproduksi.[138][169]
B-1B
B-1B adalah rancangan B-1 yang direvisi dengan sinyal radar yang dikurangi dan kecepatan puncak Mach 1,25. Pesawat ini dioptimalkan untuk penerobosan level rendah. Total 100 unit B-1B diproduksi.[169]
B-1R
B-1R adalah usulan pemutakhiran tahun 2004 terhadap unit B-1B yang sudah ada.[170] B-1R (R untuk "regional") akan dilengkapi radar canggih, rudal udara-ke-udara, dan mesin Pratt & Whitney F119 baru (dari Lockheed Martin F-22 Raptor). Varian ini akan memiliki kecepatan puncak Mach 2,2, tetapi dengan jangkauan 20% lebih pendek.[171] Titik gantung eksternal yang sudah ada akan dimodifikasi untuk memungkinkan pembawaan beberapa senjata konvensional sekaligus, meningkatkan muatan keseluruhan. Untuk pertahanan udara-ke-udara, sebuah radar active electronically scanned array (AESA) akan ditambahkan, dan beberapa titik gantung yang ada dimodifikasi untuk membawa rudal udara-ke-udara.[170]

Operator

Tampak depan B-1 yang terparkir di landasan pada malam hari. Lampu sorot kuning di dekatnya menerangi area tersebut. Di latar belakang terdapat bangunan-bangunan
Sebuah B-1B Sayap Pengebom ke-28 di landasan pada pagi buta di Ellsworth Air Force Base, South Dakota
Sebuah B-1B dipamerkan untuk umum di Ellsworth AFB, 2003
Pesawat berwarna abu-abu sebelum mendarat, terbang ke kiri, dengan roda pendaratan terentang. Rumput hijau memenuhi latar depan. Bangunan dan menara komunikasi berada di latar belakang.
Sebuah B-1B tiba di Royal International Air Tattoo 2008.

USAF memiliki 45 unit B-1B dalam dinas aktif per Juli 2024.[172]

 Amerika Serikat
Angkatan Udara Amerika Serikat
Strategic Air Command 1985–1992
Air Combat Command 1992–2015
Air Force Global Strike Command 2015–sekarang
Air National Guard
Air Force Flight Test Center – Edwards AFB, California

Pesawat yang dipamerkan

250px-Rockwell_B-1A_Lancer_%2834327554933%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah B-1A di Wings Over the Rockies Museum, Denver, CO
250px-B-1B_du_NMUSAF.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah B-1B di National Museum of the USAF, Dayton, OH
B-1A
B-1B

Kecelakaan dan insiden

Pesawat berwarna hitam diikuti kolom asap hitam dan api di landasan pacu saat truk pemadam kebakaran mendekati nyala api dari belakang
Sebuah B-1B mengalami kebakaran rem setelah pendaratan keras di Rhein-Main AB, Jerman, Juni 1994

Aviation Safety Network mencatat 15 kecelakaan dari tahun 1984 hingga 2024, yang mengakibatkan 11 unit B-1 hilang dan total 12 anggota kru tewas.[185] Sebuah kebakaran perawatan pada April 2022 merusak satu unit lainnya.[186] Di antara insiden-insiden tersebut:

  • Pada 29 Agustus 1984, B-1A (nomor seri 74-0159) jatuh akibat kehilangan kendali selama penerbangan uji di atas Gurun Mojave. Titik berat pesawat berada jauh di belakang batas yang diizinkan akibat kesalahan pemindahan bahan bakar. Dua anggota kru selamat dan seorang pilot uji Rockwell tewas.[187]
  • Pada 28 September 1987, B-1B (84-0052) dari 96th Bomb Wing, 338th Combat Crew Training Squadron, Dyess AFB, jatuh dekat La Junta, Colorado, saat terbang pada rute latihan level rendah. Ini adalah satu-satunya kecelakaan B-1B dengan enam awak di dalamnya. Dua awak di jump seat, dan satu dari empat awak di kursi pelontar, tewas. Sebuah benturan—diduga tabrakan burung pada tepi depan sayap—memutus jalur bahan bakar dan hidrolik pada satu sisi pesawat, sementara mesin di sisi lain tetap berfungsi cukup lama untuk memungkinkan kru melontarkan diri. Armada B-1B kemudian dimodifikasi untuk melindungi jalur pasokan tersebut.[188][189]
  • Pada Oktober 1990, saat terbang pada rute latihan di Colorado timur, B-1B (86-0128) dari 384th Bomb Wing, 28th Bomb Squadron, McConnell AFB, mengalami ledakan ketika mesin mencapai daya penuh tanpa afterburner. Api terlihat di sisi kiri pesawat. Mesin No. 1 dimatikan dan alat pemadam kebakarannya diaktifkan. Investigasi kecelakaan menyimpulkan bahwa mesin tersebut mengalami kegagalan katastropik, bilah mesin memotong dudukan mesin, dan mesin terlepas dari pesawat.[188]
  • Pada Desember 1990, B-1B (83-0071) dari 96th Bomb Wing, 337th Bomb Squadron, Dyess AFB, Texas, mengalami guncangan yang menyebabkan mesin No. 3 mati dan mengaktifkan alat pemadam kebakarannya. Peristiwa ini, ditambah dengan insiden mesin Oktober 1990, menyebabkan pengandangan B-1B yang tidak dalam status siaga nuklir selama lebih dari 50 hari. Masalah tersebut dilacak pada masalah kipas tahap pertama, dan seluruh B-1B dilengkapi mesin yang dimodifikasi.[188]
  • Pada 30 November 1992, B-1B (86-0106) jatuh 300 kaki di bawah punggung bukit setinggi 6.500 kaki selama sorti malam hari, 36 mil sebelah barat daya-selatan dari Van Horn, Texas. Seluruh empat awak tewas dalam kecelakaan tersebut.[190]
  • Pada 19 September 1997, B-1B (85-0078) dari Ellsworth AFB jatuh dekat Alzada, Montana, selama penerbangan latihan siang hari. Pesawat menghantam tanah akibat laju penurunan yang berlebihan ketika kru sedang melakukan manuver defensif. Seluruh empat awak tewas.[191]
  • Pada 12 Desember 2001, saat mendukung Operation Enduring Freedom, B-1B (86-0114) yang terbang dari Pangkalan Udara Inggris, Diego Garcia, jatuh ke Samudra Hindia sekitar 30 mil sebelah utara pulau tersebut. Seluruh empat awak berhasil melontarkan diri dengan selamat dan diselamatkan dalam kondisi baik setelah dua jam berada di laut yang hangat dan tenang. Sang pilot, Kapten William Steele, kemudian memberi tahu wartawan bahwa pesawat tidak terkena tembakan musuh, tetapi mengalami "berbagai malfungsi" yang membuatnya tidak mungkin dikendalikan.[192][193]
  • Pada September 2005, sebuah B-1B (85-0066) dari Ellsworth AFB mendarat di Andersen AFB dan terbakar saat keluar dari landasan pacu. Penyebabnya ditentukan sebagai kegagalan rem pada roda pendaratan utama kanan ketika cairan hidrolik yang bocor bersentuhan dengan situasi "hot brakes". Kebakaran yang timbul merusak sayap kanan, nacelle, struktur pesawat, dan rakitan roda pendaratan utama kanan. Pesawat tersebut diperbaiki di Andersen selama tiga tahun dengan banyak suku cadang diperoleh dari B-1B yang telah dipensiunkan dan disimpan di Davis–Monthan AFB, Arizona. Pesawat kembali terbang pada tahun 2008.[194]
  • Pada 19 Agustus 2013, B-1B (85-0091) jatuh selama misi latihan rutin di Broadus, Montana, 170 mil sebelah tenggara Billings, Montana, akibat kebocoran bahan bakar dan ledakan yang merusak sayap saat sayap disapu. Seluruh empat awak berhasil melontarkan diri dengan selamat.[195]
  • Pada 1 Mei 2018, B-1B (86-0109) melakukan pendaratan darurat di Midland International Air and Space Port di Texas setelah mengalami kebakaran mesin di udara pada mesin nomor 4. Setelah kursi pelontar anggota kru pertama gagal keluar dari pesawat dengan sempurna, komandan pesawat memerintahkan kru untuk menghentikan prosedur pelontaran, dan pendaratan darurat pun berhasil dilakukan dengan selamat. Pesawat tersebut kemudian diperiksa dan dinyatakan layak untuk kembali bertugas. B-1 ini kemudian dipensiunkan pada 10 April 2021. Setelah pensiun, pesawat tersebut dialihfungsikan untuk keperluan pelatihan dan ditarik ke lapangan pelatihan Aircraft Battle Damage Repair pada Expeditionary Depot Maintenance Flight milik 76th Maintenance Group di Tinker Air Force Base, Oklahoma.[196][197][198]
  • Pada 20 April 2022, kebakaran terjadi pada B-1B (85-0089) milik 7th Bomb Wing, yang ditugaskan di Dyess Air Force Base, Texas, yang sedang menjalani perawatan di landasan utama. Kebakaran tersebut merusak mesin No. 1, nacelle kiri, dan sayap pesawat. Puing yang jatuh melukai seorang penerbang. Biaya kerusakan diperkirakan mencapai $14,944 juta.[199]
  • Pada 4 Januari 2024, B-1B (85-0085) yang ditugaskan di Ellsworth Air Force Base di South Dakota jatuh saat berusaha mendarat di pangkalan tersebut dalam sebuah misi latihan. Pada saat kecelakaan, jarak pandang buruk dan suhu di bawah titik beku. Keempat awak di dalamnya berhasil melontarkan diri dengan selamat.[200] Total kerugian akibat kecelakaan tersebut dilaporkan sebesar $456.248.485 (2024).[201]

Spesifikasi (B-1B)

Tiga diagram sketsa yang menunjukkan tampak depan, atas, dan samping B-1. Tampak atas, khususnya, menunjukkan sudut sapuan maksimum sayap
Proyeksi ortografik B-1A
250px-U.S._Air_Force_B-1B_Lancer_over_the_Pacific_Ocean.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah B-1B terbang di atas Samudra Pasifik
Sebuah dek penerbangan, didominasi oleh perpaduan instrumen baru dan analog. Pada kedua sisi terdapat roda kemudi (control yoke). Cahaya masuk melalui jendela depan
Kokpit B-1B

Data from USAF Fact Sheet,[99] Jenkins,[202] Pace,[69] Lee[93]

General characteristics

  • Crew: 4 (Komandan Pesawat, Pilot, Perwira Sistem Ofensif, dan Perwira Sistem Defensif)
  • Length: 146 ft (45 m)
  • Wingspan: 137 ft (42 m) spread, 79 ft (24 m) swept
  • Height: 34 ft (10 m)
  • Wing area: 1.950 sq ft (181 m2)
  • Airfoil: NACA69-190-2
  • Empty weight: 192.000 pon (87.090 kg)
  • Gross weight: 326.000 pon (147.871 kg)
  • Max takeoff weight: 477.000 pon (216.364 kg)
  • Powerplant: 4 × General Electric F101-GE-102 mesin turbofan afterburning, 17.390 lbf (77,4 kN) thrust each dry, 30.780 lbf (136,9 kN) with afterburner

Performance

  • Maximum speed: 721 kn (830 mph; 1.335 km/h) pada ketinggian 50.000 ft (15.000 m);[69] 608 kn (700 mph; 1.126 km/h) pada 200–500 ft (61–152 m)
  • Maximum speed: Mach 1.25
  • Range: 5.100 nmi (5.869 mi; 9.445 km) ; 4.100 nmi (7.600 km) dengan muatan senjata 37.000 pon (16.800 kg)[203]
  • Combat range: 2.993 nmi (3.444 mi; 5.543 km)
  • Service ceiling: 60.000 ft (18.000 m)
  • Rate of climb: 5.678 ft/mnt ([convert: unit mismatch])
  • Wing loading: 167 pon/sq ft (820 kg/m2)
  • Thrust/weight: 0,38 pada berat kotor

Armament

Sebelumnya bom nuklir B61 atau B83 dapat dibawa.[210]
  • Bombs: 3 ruang bom internal untuk 75.000 pon (34.000 kg) munisi.[212]

Avionics

Muatan senjata

250px-B-1_Lancer_bomb_bay.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ruang bom depan B-1B dilengkapi peluncur putar
Muatan senjata internal B-1B Lancer
Rak bom & muatan[215] Ruang 1 Ruang 2 Ruang 3 Total
Konvensional
CBM
2.816 hingga 3.513 lb (1.277 hingga 1.593 kg)
1 1 1
  • Mk-82
  • Mk-82 AIR
  • Mk-36
  • Mk-62
28 28 28 84
Konvensional
SECBM
(CBM dengan pemutakhiran TMD)
2.816 lb (1.277 kg) kosong
1 1 1
  • CBU-87
  • CBU-89
  • CBU-97
  • CBU-103
  • CBU-104
  • CBU-105
10 10 10 30
GBU-38 6 6 3 15
Multiguna
MPRL
1.300 hingga 2.055 lb (590 kg)
1 1 1
  • Mk-84
  • JDAM/JDAM-ER/PJDAM 2.000 lb[216]
GBU-31
8 8 8 24
Ranjau laut Mk-65 4 4 4 12
  • GBU-39 kemasan 4
  • GBU-39 kemasan 6
8 8 8 96 atau 144
Multiguna (campuran)
MPRL
(pemutakhiran MER)[217]
1 1 1
* GBU-38, GBU-32, GBU-31 4 4 4 36
GBU-38 16 16 16 48
Ferry/perpanjangan jangkauan
Tangki bahan bakar
2.975 gal (11.262 L)[218]
1 1 1 3
9.157 gal (34.663 kg)[219]
Nuklir (seragam; tidak lagi digunakan)
  • MPRL
    1.300 hingga 2.055 lb (590 hingga 932 kg)
1 1 1
B28[220] 4 4 4 12
  • AGM-69
  • B61
  • B83
8 8 8 24
Nuklir (campuran)(tidak lagi digunakan)[221]
  • CSRL
1
AGM-86B Tangki bahan bakar kecil
8
8
Muatan senjata eksternal (sebagian besar tidak digunakan karena radar cross-section)[215]
Rak bom & muatan Stasiun depan 1–2 Stasiun tengah 3–6 Stasiun belakang 7–8 Total
Nuklir (tidak lagi digunakan)
Pylon ganda 2 2 2
Pylon tunggal 2
  • AGM-86B
  • B-61
2×2 2×2 + 2 2×2 14[h]
Konvensional (seragam)
Mk-82 2×6 2×6 + 2×6 2×6 44
Pylon Load Adaptable Modular (LAM)[222][216]
>1.000 lb [450 kg] (kosong)[223]

(muatan tunggal/ganda: 7.500 lb)[216]

2 2 2
Nuklir
Konvensional
[222]
  • JDAM/JDAM-ER/PJDAM 2.000 lb [900 kg]
  • AGM-158 JASSM
  • CBU WCMD
  • HACM
2× 2 2× 2 2× 2 12
[224][222]
  • GBU-72
  • AGM-183
  • AGM-158 JASSM-XR
2 2 2 6
SDB 2× 2×4 2× 2×4 2× 2×4 48
Pembidikan[225]
Pylon
884 lb (400 kg)
1 (stasiun kanan)
Pod pembidik Sniper XR 1 (stasiun kanan) 1
440 lb (200 kg)
Ferry/perpanjangan jangkauan[219][226]
Tangki bahan bakar
masing-masing 923 gal (3.494 L)
2 2 2 6
5.538 gal (20.963 L)

Lihat pula

Pesawat sebanding dalam peran, konfigurasi, dan era
Daftar terkait

Catatan

  1. ↑ Total produksi: B-1A: 4; B-1B: 100
  2. ↑ Nama "Lancer" baru diterapkan pada varian B-1B sejak tahun 1990.[2]
  3. ↑ Digunakan untuk senjata yang dibatasi oleh perjanjian senjata.[112][204]
  4. ↑ As per B-1B Weapons Loading Checklist T.O. 1B-1B-33-2-1CL-13
  5. ↑ both Mk-84 general purpose and BLU-109 penetrating bombs
  6. ↑ As per B-1B Weapons Loading Checklist T.O. 1B-1B-33-2-1CL-12 Section 3.4 (Only six each in forward and intermediate bays and three each in the aft bay)
  7. ↑ 96 if using four-packs, 144 if using 6-packs. This capability has not yet been fielded on the B-1
  8. ↑ Dibatasi hingga 12 di bawah SALT II.[221]

Referensi

  1. 1 2 "B-1B Lancer". Air Force. Diakses tanggal 13 Februari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Jenkins 1999, hlm. 67.
  3. ↑ Cohen, Rachel (24 September 2021). "Farewell, Bones: Air Force finishes latest round of B-1B bomber retirements". Air Force Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Februari 2024. Diakses tanggal 20 Oktober 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "B-1B Lancer". Air Force. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 Januari 2024. Diakses tanggal 3 Februari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "B-1B Lancer". AirForce. 1 Oktober 1986. Diakses tanggal 12 Desember 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "U.S. Air Force's Overnight Strategic Strikes in Iran". Devdiscourse. 2 Maret 2026. Diakses tanggal 2 Maret 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Abdelrahman, Idris (20 Maret 2025). "B-1 bomber rises from the 'Boneyard' to rejoin the Air Force's fleet". Military.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Oktober 2021. Diakses tanggal 9 Oktober 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Jenkins 1999, p. 10.
  9. ↑ Jenkins 1999, hlm. 12–13.
  10. ↑ Jenkins 1999, hlm. 15–17.
  11. 1 2 3 Schwartz 1998, hlm. 118.
  12. ↑ Rich, Ben and Leo Janos. Skunk Works. Boston: Little, Brown & Company, 1994. ISBN0-316-74300-3.
  13. 1 2 3 Jenkins 1999, hlm. 21.
  14. ↑ "May 1960 – The U-2 Incident. – Soviet and American Statements." Diarsipkan 23 July 2011 di Wayback Machine. Keesing's Record of World Events, Volume 6, 1960.
  15. 1 2 Spick 1986, hlm. 6–8.
  16. 1 2 3 4 Schwartz 1998, p. 119.
  17. ↑ "NASA-CR-115702, B-70 Aircraft Study Final Report, Vol. I, p. I-38." Diarsipkan 12 April 2021 di Wayback Machine. NASA, 1972.
  18. ↑ Jenkins 1999, hlm. 14–16.
  19. ↑ Knaack 1988, hlm. 279–280.
  20. ↑ Knaack 1988, hlm. 256.
  21. ↑ Gunston 1978, pp. 12–13.
  22. ↑ Taylor, Gordon. "Subsonic Low Altitude Bomber" Diarsipkan 19 April 2021 di Wayback Machine., Wright-Patterson Air Force Base ASD-TDR-62-426, June 1962.
  23. ↑ Pace 1998, hlm. 11–14.
  24. ↑ Knaack 1988, hlm. 575–576.
  25. ↑ Casil 2003, hlm. 8.
  26. ↑ Knaack 1988, hlm. 576.
  27. ↑ Knaack 1988, hlm. 575.
  28. ↑ Hibma, R.A; Wegner, E.D (12–14 Mei 1981). "The Evolution of a Strategic Bomber". 16th Annual Meeting and Technical Display. AIAA 16th Annual Meeting and Technical Display. Long Beach, CA. doi:10.2514/6.1981-919. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Maret 2022. Diakses tanggal 7 April 2021.{{cite conference}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. ↑ Pace 1998, hlm. 10.
  30. ↑ Knaack 1988, hlm. 576–577.
  31. ↑ "B-1A page." Diarsipkan 22 November 2015 di Wayback Machine. Federation of American Scientists. Retrieved 20 March 2008.
  32. 1 2 3 4 Knaack 1988, hlm. 576–578.
  33. 1 2 Jenkins 1999, hlm. 23–26.
  34. ↑ "AN/APQ – Airborne Multipurpose/Special Radars". Designation-systems.net. 1 Juli 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 September 2017. Diakses tanggal 27 Januari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. 1 2 3 Knaack 1988, hlm. 579.
  36. 1 2 3 Pace 1998, hlm. 22–23.
  37. ↑ Kocivar, Ben. "Our New B-1 Bomber – High, Low, Fast, and Slow." Diarsipkan 2 February 2023 di Wayback Machine. Popular Science, Volume 197, Issue 5, November 1970, p. 86.
  38. 1 2 Knaack 1988, hlm. 584.
  39. ↑ "Rockwell International history 1970–1986." Diarsipkan 11 October 2007 di Wayback Machine. Boeing. Retrieved 8 October 2009.
  40. 1 2 Sorrels 1983, hlm. 27.
  41. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Lee 2008, hlm. 13.
  42. ↑ Whitford 1987, hlm. 136.
  43. ↑ Schefter, Jim. "The Other Story About The Controversial B-1." Diarsipkan 8 February 2024 di Wayback Machine. Popular Science, Volume 210. Issue 5, May 1977, p. 112.
  44. ↑ Spick 1986, hlm. 30–32.
  45. ↑ Knaack 1988, hlm. 586.
  46. ↑ Jane's All The World's Aircraft 1975–76, John W.R.Taylor, ISBN0531032507, p. 439
  47. ↑ Jenkins 1999, hlm. 44.
  48. ↑ Willis, David K. "Japan's scrutiny of Soviet jet jars détente." Diarsipkan 16 June 2012 di Wayback Machine. Christian Science Monitor, 16 September 1976. Retrieved 23 May 2010.
  49. ↑ Donald 2004, p. 120.
  50. ↑ Knaack 1988, hlm. 590.
  51. 1 2 3 4 "Carter's Big Decision: Down Goes the B-1, Here Comes the Cruise." Time, 11 July 1977. Retrieved 8 October 2009.
  52. 1 2 Withington 2006, hlm. 7.
  53. ↑ Gerstenzang, James (1 Juli 1977). "Carter shoots down B1 program". Pittsburgh Post-Gazette. Associated Press. hlm. 1 – via Google News Archive.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  54. ↑ "B1 bomber 'not necessary'". Spokesman-Review. (Spokane, Washington). (New York Times). 1 Juli 1977. hlm. 1 – via Google News Archive.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  55. ↑ "B1 bomber canceled by Carter". Pittsburgh Press. UPI. 30 Juni 1977. hlm. A1 – via Google News Archive.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  56. ↑ Pace 1999, hlm. 20–27.
  57. ↑ "B1 decision draws flak in Congress". Pittsburgh Post-Gazette. Associated Press. 1 Juli 1977. hlm. 2 – via Google News Archive.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  58. ↑ Sorrels 1983, hlm. 23.
  59. ↑ Belcher, Jerry. "Dropping B-1 Would Bring World War III, Dornan Says." Diarsipkan 2 November 2012 di Wayback Machine. Los Angeles Times, 11 June 1977.
  60. ↑ Jenkins 1999, hlm. 46.
  61. ↑ Gibbs, David (1987). "Does the USSR Have a 'Grand Strategy'? Reinterpreting the Invasion of Afghanistan". Journal of Peace Research. 24 (4): 365–379. doi:10.1177/002234338702400404. ISSN 0022-3433. JSTOR 424428.
  62. ↑ Moore, John Leo (1980). U.S. Defense Policy: Weapons, Strategy, and Commitments. Congressional Quarterly. hlm. 65, 79. ISBN 978-0-87187-158-9. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Februari 2024. Diakses tanggal 22 Oktober 2019.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  63. ↑ Reagan, Ronald (20 Oktober 1984). "Reagan's Radio Address to the Nation on Foreign Policy". presidentreagan.info. Diarsipkan dari versi asli pada Maret 17, 2007.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  64. 1 2 3 Schwartz 1998, hlm. 120.
  65. 1 2 Mitchell, Douglas D. "IB81107, "Bomber Options for Replacing B-52s." Library of Congress Congressional Research Service, via Digital Library, UNT, 3 May 1982. Retrieved 16 July 2011.
  66. ↑ Jumper, John P. "Global Strike Task Force: A Transforming Concept, Forged by Experience." Diarsipkan 12 March 2012 di Wayback Machine. Aerospace Power Journal 15, no. 1, Spring 2001, pp. 30–31. Originally published by Air University, Maxwell Air Force Base, 2001.
  67. ↑ Coates, James. "Reagan approves B-1, alters basing for MX." Diarsipkan 3 November 2012 di Wayback Machine. Chicago Tribune, 3 October 1981. Retrieved 28 July 2010.
  68. ↑ Jenkins 1999, hlm. 62.
  69. 1 2 3 4 Pace 1998, hlm. 64.
  70. 1 2 Spick 1986, hlm. 28.
  71. ↑ Casil 2003, hlm. 7.
  72. ↑ Germani, Clara, ed. "Former defense chief raps B-1 bomber plan." Diarsipkan 16 June 2012 di Wayback Machine. Christian Science Monitor, 21 September 1981. Retrieved 28 July 2010.
  73. ↑ "B-1 Lancer | PDF | Aerospace Engineering | Aircraft". Diakses tanggal 24 April 2024 – via Scribd.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  74. ↑ Jenkins 1999, hlm. 70–74.
  75. ↑ Jenkins 1999, hlm. 63–64.
  76. ↑ "B-1B Background Information." Diarsipkan 26 October 2006 di Wayback Machine. Boeing. Retrieved 8 October 2009.
  77. 1 2 3 4 Dao 2001, p. 1
  78. ↑ Peltz, James (2 Agustus 1996). "Rockwell to Sell Off Space, Defense Divisions to Boeing". Los Angeles Times. Diakses tanggal 13 Februari 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  79. ↑ Withington 2006, hlm. 16.
  80. ↑ Knaack 1988, hlm. 587.
  81. ↑ Wykes, J. H. "AIAA-1972-772, B-1 Structural Mode Control System." Diarsipkan 27 September 2007 di Wayback Machine. American Institute of Aeronautics and Astronautics (AIAA), 9 August 1972. Retrieved 3 August 2011.
  82. ↑ Jenkins 1999, hlm. 60.
  83. ↑ Spick 1986, hlm. 44–45.
  84. ↑ Spick 1987, hlm. 498.
  85. 1 2 "F110 Family." Diarsipkan 28 September 2010 di Wayback Machine. GE Aviation. Retrieved 25 January 2010
  86. ↑ "CFM delivers 20,000th engine". Diarsipkan 22 July 2011 di Wayback Machine. CFM International. Retrieved 25 January 2010.
  87. ↑ Spick 1986, hlm. 44.
  88. ↑ Pace 1998, hlm. 44.
  89. ↑ "Ch4-3". NASA. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Februari 2017. Diakses tanggal 1 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  90. ↑ "Jovial to smooth U.S. Air Force shift to Ada. (processing language)". Defense Electronics. 1 Maret 1984.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  91. ↑ "AN/APQ-164 B-1B Radar". Diarsipkan 12 February 2011 di Wayback Machine. Northrop Grumman. Retrieved 25 January 2010.
  92. ↑ Withington 2006, hlm. 33–34
  93. 1 2 3 Lee 2008, hlm. 15.
  94. ↑ Spick 1986, hlm. 52–53.
  95. ↑ Jenkins 1999, hlm. 106.
  96. ↑ "AN/ALQ-153 Missile Warning System". Federation of American Scientists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Februari 2015. Diakses tanggal 2 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  97. 1 2 Skaarup 2002, hlm. 18.
  98. ↑ Humphries, J. A. and D. E. Miller. "AIAA-1997-2963: B-1B/MJU-23 flare strike test program." Diarsipkan 20 June 2007 di Wayback Machine. American Institute of Aeronautics and Astronautics, AIAA/ASME/SAE/ASEE Joint Propulsion Conference and Exhibit, 33rd, Seattle, Washington, 6–9 July 1997. Retrieved 8 October 2009.
  99. 1 2 3 4 "B-1B USAF fact sheet". Air Force. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Agustus 2022. Diakses tanggal 25 Juni 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link). U.S. Air Force. Retrieved 25 June 2017.
  100. ↑ "Radar Cross Section Measurements (8–12 GHz) of Magnetic and Dielectric Microwave Absorbing Thin Sheets" (PDF). Sbfisica.org.br. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 15 Februari 2017. Diakses tanggal 3 Maret 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  101. ↑ Cunningham, Jim. "The New Old Threat: Fighter Upgrades and What They Mean for the USAF", p. 7. Diarsipkan 3 October 2012 di Wayback Machine. Illinois State University, 3 December 1997.
  102. ↑ Jenkins 1999, hlm. Appendix E.
  103. ↑ "History – B-1 Lancer Bomber." Diarsipkan 23 May 2012 di Wayback Machine. Boeing. Retrieved 31 July 2010.
  104. ↑ Dorr 1997, hlm. 224.
  105. ↑ "Aerospaceweb.org | Aircraft Museum - B-1B Lancer". aerospaceweb.org. Diakses tanggal 13 Mei 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  106. 1 2 Skaarup 2002, hlm. 19.
  107. ↑ "Boeing Completes Block E Avionics Upgrade of B-1 Bomber Fleet." Diarsipkan 3 February 2007 di Wayback Machine. Boeing, 4 December 1998. Retrieved 8 October 2009.
  108. ↑ Adams, Charlotte. "Building Blocks to Upgrade to B-1B." Diarsipkan 29 April 2014 di Wayback Machine. Avionics Magazine, 1 August 2002. Retrieved 24 June 2010.
  109. ↑ "Boeing 2006 Block E Upgrades." Diarsipkan 11 October 2007 di Wayback Machine. Boeing, 27 September 2006. Retrieved 14 August 2010.
  110. ↑ "Block F Upgrades." US Air Force, 21 January 2003. Retrieved 24 June 2010.
  111. ↑ Hernandez, Jason. "419th FLTS demonstrates Sniper pod capability." Diarsipkan 5 July 2009 di Wayback Machine. US Air Force, 23 February 2007.
  112. 1 2 3 Pate, Capt. Kristen. "Sniper ATP-equipped B-1B has combat first". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Juli 2017. Diakses tanggal 16 September 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) US Air Force, 11 August 2008. Retrieved 8 October 2009.
  113. ↑ La Rue, Nori. "B-1 Sniper pod aims to hit summer target." Diarsipkan 8 June 2008 di Wayback Machine. US Air Force, 4 June 2008. Retrieved 8 October 2009.
  114. ↑ Wicke, Russell. (5 Oktober 2006). "ACC declares small diameter bomb initially operational". United States Air Force. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Juli 2019. Diakses tanggal 28 September 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  115. 1 2 Mullan, Ron (24 September 2020). "B-1B Integrated Battle Station modification completed". tinker.af.mil. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2021. Diakses tanggal 29 Januari 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  116. ↑ Maull, Lisa and Forrest Gossett. "Boeing B-1 Upgraded With Fully Integrated Data Link Completes 1st Flight." Diarsipkan 3 August 2011 di Wayback Machine. Boeing, 13 August 2009. Retrieved 8 October 2009.
  117. ↑ "B-1B Systems Engineer Explains How IBS Makes Future Bomber Upgrades Easier". 8 Oktober 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Januari 2021. Diakses tanggal 29 Januari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  118. 1 2 "Air Force Begins Massive B-1B Overhaul". Defensetech.org. 21 Februari 2014. Diarsipkan dari versi asli pada Februari 21, 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  119. ↑ B-1B bomber modified to carry hypersonic missiles Diarsipkan 29 October 2020 di Wayback Machine.. New Atlas. 9 September 2019.
  120. ↑ Hypersonic weapons could give the B-1 bomber a new lease on life Diarsipkan 8 February 2024 di Wayback Machine.. Defense News. 16 September 2019.
  121. ↑ Tirpak, John A. (7 April 2020). "AFGSC Eyes Hypersonic Weapons for B-1, Conventional LRSO". Air & Space Forces Magazine. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 September 2025. Diakses tanggal 16 Agustus 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  122. ↑ Pace 1998, hlm. 62, 69.
  123. ↑ Jenkins 1999, hlm. 83.
  124. ↑ Jenkins 1999, hlm. 116.
  125. ↑ B-1 aircrew logbook entry.
  126. 1 2 3 Withington 2006, hlm. 10.
  127. ↑ Dao 2001, p. 4.
  128. ↑ US Department of Commerce, NOAA. "Timeline for supercell that produced the Wichita/Andover Tornado". Weather.gov (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 20 November 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  129. ↑ US Department of Commerce, NOAA. "Top Ten KS Tornadoes". www.weather.gov (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 20 November 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  130. ↑ McMillan, Laura (26 April 2024). "Remembering the deadly 1991 Andover tornado". KSN. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Agustus 2024. Diakses tanggal 20 November 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  131. ↑ Scott, Ed (1 November 1999). "JDAM Course Ushers B-1 Students Into New Era". Program Manager. Diarsipkan dari versi asli pada 5 November 2012. Diakses tanggal 14 Agustus 2010 – via HighBeam Research.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  132. ↑ Withington 2006, hlm. 11.
  133. ↑ Jenkins 1999, hlm. 141.
  134. ↑ Pawlyk, Oriana. "START Lanced the B-1's Nukes, But the Bomber Will Still Get New Bombs". Military.com. Military Advantage. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 September 2017. Diakses tanggal 25 September 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  135. ↑ Withington 2006, hlm. 75–76.
  136. ↑ "B-1 bomber's final flight." Diarsipkan 9 June 2011 di Wayback Machine. Arizona Star, 21 August 2002. Retrieved 14 August 2010.
  137. ↑ Klamper, Amy. "Lawmakers look after home military installations." Diarsipkan 28 August 2008 di Wayback Machine. govexec.com, 25 June 2004. Retrieved 31 July 2010.
  138. 1 2 "USAF Almanac 2005 The Air Force in Facts and Figures: Equipment" (PDF). Air & Space Forces Magazine. Vol. 88, no. 5. Mei 2005. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 6 Februari 2025. Diakses tanggal 10 Maret 2009.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  139. ↑ Hanley, Charles J. "Air Force Quietly Building Iraq Presence." Diarsipkan 10 October 2012 di Wayback Machine. commondreams.org, 14 July 2007. Retrieved 30 June 2011.
  140. ↑ Wicke, Tech. Sgt. Russell, "B-1 performs as never envisioned after 20 years." US Air Force, 17 April 2008. Retrieved 8 October 2009.
  141. ↑ Door 2010, pp. 40–45.
  142. ↑ Bates, Matthew. "B-1B achieves first supersonic flight using synthetic fuel". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Oktober 2012. Diakses tanggal 20 Maret 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Air Force News, 20 March 2008.
  143. ↑ "Ellsworth Airmen join Operation Odyssey Dawn." Diarsipkan 2 April 2011 di Wayback Machine. Rapid City Journal, 29 March 2011.
  144. ↑ Hebert, Adam J. (Oktober 2006). "The 2018 Bomber and Its Friends". Air & Space Forces Magazine. Vol. 89, no. 10. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Februari 2025. Diakses tanggal 19 Januari 2010.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  145. ↑ Shachtman, Noah. "The Air Force Needs a Serious Upgrade," Diarsipkan 8 October 2010 di Wayback Machine. Brookings Institution, 15 July 2010. Retrieved 31 August 2011.
  146. ↑ Axe, David. "Why Can't the Air Force Build an Affordable Plane?" Diarsipkan 23 April 2017 di Wayback Machine. The Atlantic, 26 March 2012. Retrieved 30 June 2012.
  147. ↑ "Budget cutting axe may fall on the U.S. bomber force." Diarsipkan 2 July 2010 di Wayback Machine. Reporter News. Retrieved 25 July 2010.
  148. ↑ "New B-21 bomber named 'Raider': U.S. Air Force". Reuters. 19 September 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Maret 2020. Diakses tanggal 23 April 2017. The stealth B-21, the first new U.S. bomber of the 21st century, is part of an effort to replace the USAF's aging B-52 and B-1 bombers, though it is not slated to be ready for combat use before 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  149. ↑ Brook, Tom Vanden. "B-1 bomber mission shifts from Afghanistan to China, Pacific." Diarsipkan 4 May 2016 di Wayback Machine. USA Today, 11 May 2012.
  150. ↑ "The 24/7 Bone Over Afghanistan." Diarsipkan 17 August 2012 di Wayback Machine. Strategypage.com, 15 August 2012.
  151. ↑ "U.S. Air Force tests B-1B Lancer bomber for maritime environment & anti-ship missions". navyrecognition.com. 19 September 2013. Diarsipkan dari versi asli pada September 23, 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  152. ↑ "Air Force fighters, bombers conduct strikes against ISIL targets in Syria". United States Air Force. 23 September 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Oktober 2021. Diakses tanggal 12 Oktober 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  153. 1 2 Everstine, Brian (23 Agustus 2015). "Inside the B-1 crew that pounded ISIS with 1,800 bombs". Air Force Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Februari 2024. Diakses tanggal 12 Oktober 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  154. ↑ "A-10 Performing 11 Percent of Anti-ISIS Sorties". Defensenews.com, 19 January 2015.
  155. ↑ "B-1 bombers pulled from ISIS fight". CNN. 21 Februari 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Februari 2016. Diakses tanggal 24 Februari 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  156. ↑ "AF realigns B-1, LRS-B under Air Force Global Strike Command" . U.S. Air Force, 20 April 2015.
  157. ↑ Tomlinson, Lucas (8 Juli 2017). "2 US Air Force B-1 bombers fly near North Korean border in show of force". Fox News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Juli 2017. Diakses tanggal 8 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  158. ↑ Trevithick, Tyler Rogoway and Joseph (13 April 2018). "United States, France, And UK Begin Air Strikes on Syria (Updating Live)". The Drive. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 November 2019. Diakses tanggal 12 November 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  159. ↑ Brad Lendon (14 April 2018). "Weapons the US, UK and France used to target Syria". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Oktober 2019. Diakses tanggal 12 November 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  160. ↑ Pawlyk, Oriana (17 April 2018). "US May Ramp Up Buy of the Missile That Just Made Combat Debut in Syria". Military.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Oktober 2018. Diakses tanggal 28 Juli 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  161. ↑ Gady, Franz-Stefan (7 Agustus 2019). "Only 6 of 61 US Air Force B-1B Strategic Bombers Are Fully Combat-Ready". The Diplomat. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Februari 2021. Diakses tanggal 4 Maret 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  162. ↑ Jennings, Gareth (19 Februari 2021). "USAF begins B-1B retirements". janes.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Maret 2021. Diakses tanggal 7 Maret 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  163. ↑ "AFGSC begins retirement of B-1 aircraft, paving way for B-21". Air Force. United States Air Force. 18 Februari 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Maret 2021. Diakses tanggal 12 Maret 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  164. ↑ "Samövning med amerikanskt bombflyg" (dalam bahasa Norwegian). Försvarsmakten. 22 Februari 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 September 2021. Diakses tanggal 16 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  165. ↑ "Utvikler samarbeid". Forsvaret (dalam bahasa Norwegian). 9 Maret 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Juli 2021. Diakses tanggal 16 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  166. ↑ "Analysis: What to make of the US strikes against pro-Iranian militias in Iraq and Syria". CNN. 2 Februari 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Februari 2024. Diakses tanggal 3 Februari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  167. ↑ Chris, Gordon (3 Januari 2026). "US Airpower Paved the Way for Delta Force to Capture Venezuela's Maduro". AirandSpaceForcesMagazine. Diakses tanggal 2 Januari 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  168. ↑ "US Central Command on X: "Last night, U.S. B-1 bombers, struck deep inside Iran to degrade Iranian ballistic missile capabilities. As the President stated, "we're going to destroy their missiles and raze their missile industry to the ground."". X. 3 Februari 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  169. 1 2 Donald 1997, p. 723.
  170. 1 2 Lewis, Paul; Simonsen, Erik (2004), "Offering Unique Solutions for Global Strike Force.", All Systems Go, vol. 2, no. 2, Boeing, diarsipkan dari asli tanggal 12 Desember 2007, diakses tanggal 8 Oktober 2009 – via Internet Archive{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  171. ↑ Hebert, Adam J. (November 2004). "Long-Range Strike in a Hurry". Air & Space Forces Magazine. Vol. 87, no. 11. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Juni 2025. Diakses tanggal 31 Desember 2006.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  172. ↑ "rage resurrected from boneyard". 14 Juli 2024. Diakses tanggal 16 Oktober 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  173. ↑ "B-1A Lancer/74-160." Diarsipkan 20 December 2015 di Wayback Machine. Wings Over The Rockies Air & Space Museum. Retrieved 11 December 2015.
  174. ↑ "B-1A Lancer/76-174." Diarsipkan 8 December 2015 di Wayback Machine. Strategic Air Command Museum. Retrieved 11 December 2015.
  175. ↑ "Google Maps Satellite View". Google Maps. Diakses tanggal 19 Juni 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  176. ↑ "Google Maps – Heritage Park, Mountain Home AFB". Google Maps. Diakses tanggal 19 Juni 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  177. ↑ "B-1B Lancer/83-0067". South Dakota Air and Space Museum. Diarsipkan dari versi asli pada 7 Oktober 2010. Diakses tanggal 11 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  178. ↑ "Google Maps – Reflections of Freedom Air Park, McConnell AFB". Google Maps. Diakses tanggal 19 Juni 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  179. ↑ "B-1B Lancer/83-0069." Diarsipkan 2 June 2011 di Wayback Machine. Museum of Aviation. Retrieved 31 July 2010.
  180. ↑ "B-1B Lancer/83-0070." Diarsipkan 22 June 2011 di Wayback Machine. Hill Aerospace Museum. Retrieved 31 July 2010.
  181. ↑ "Google Maps – Tinker AFB Main Gate Display". Google Maps. Diakses tanggal 19 Juni 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  182. ↑ "B-1B Lancer/84-0049 "Air Force Flight Test Museum". Retrieved 10 April 2026"
  183. ↑ "B-1B Lancer/84-0051." National Museum of the United States Air Force. Retrieved 11 December 2015.
  184. ↑ af.mil https://www.barksdale.af.mil/News/Article/2952243/2-bw-adds-b-1b-lancer-to-museum-static-displays/ https://www.scramble.nl/military-news/downsizing-of-operational-b-1b-fleet-has-been-completed
  185. ↑ "B-1B Lancer Accidents and Incidents". Aviation Safety Network. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Februari 2024. Diakses tanggal 28 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  186. ↑ "Accident Rockwell B-1B Lancer 85-0089". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Januari 2024. Diakses tanggal 28 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  187. ↑ "74-0159". Aviation Safety Network. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Januari 2024. Diakses tanggal 9 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  188. 1 2 3 Jenkins 1999, hlm. 114–116.
  189. ↑ "84-0052". Aviation Safety Network. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Januari 2023. Diakses tanggal 9 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  190. ↑ "86-0106". Aviation Safety Network. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2024. Diakses tanggal 9 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  191. ↑ "85-0078". Aviation Safety Network. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 September 2023. Diakses tanggal 9 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  192. ↑ Stout, David (12 Desember 2001). "Crew Rescued After B-1 Bomber Crashes into Indian Ocean". The New York Times. ISSN 0362-4331. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Januari 2024. Diakses tanggal 5 Januari 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  193. ↑ "86-0014". Aviation Safety Network. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Oktober 2023. Diakses tanggal 9 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  194. ↑ "Andersen, Tinker rebuild B-1". 3 Desember 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  195. ↑ "85-0091". Aviation Safety Network. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Januari 2023. Diakses tanggal 9 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  196. ↑ "Incident Rockwell B-1B Lancer 86-0109, Tuesday 1 May 2018".
  197. ↑ af.mil https://theaviationist.com/2018/05/02/usaf-b-1b-lancer-makes-emergency-landing-in-midland-texas/
  198. ↑ "Air Force B-1 Lancer blew escape hatch in emergency landing, but its seat did not eject". 18 Mei 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  199. ↑ "United States Air Force Aircraft Accident Investigation Board Report: B-1B, T/N 85-0089" (PDF). United States Air Force. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 5 Februari 2024. Diakses tanggal 6 Maret 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  200. ↑ "B-1 bomber crashes at South Dakota Air Force base, crew ejects safely". Stars and Stripes. Diakses tanggal 6 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  201. ↑ "85-0085". Aviation Safety Network. Diakses tanggal 9 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  202. ↑ Jenkins 1999
  203. ↑ "B-1". Encyclopaedia Britannica. Diakses tanggal 16 September 2021.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  204. ↑ "ACQWeb" Diarsipkan 3 February 2016 di Wayback Machine. START I: Letter on B-1
  205. ↑ Mizokami, Kyle "The B-1 Bomber Has a New Mission" Diarsipkan 4 August 2019 di Wayback Machine.. Popular Mechanics, 22 August 2017. Retrieved 10 June 2019.
  206. ↑ "B-1B Lancer | The B-1 Bomber Might Carry Hypersonic Missiles". Popular Mechanics. 9 April 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 April 2021. Diakses tanggal 2 Mei 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  207. ↑ As per B-1B Weapons Loading Checklist T.O. 1B-1B-33-2-1CL-8
  208. ↑ As per B-1B Weapons Loading Checklist T.O. 1B-1B-33-2-1CL-7 (changed from 84 to 81 due to fit issues on 28X CBM with new tailkits)
  209. ↑ "Bad to the B-One" (PDF). Air & Space Forces Magazine. Vol. 90, no. 3. Maret 2007. hlm. 63. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 22 Oktober 2025. Diakses tanggal 20 Mei 2007.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  210. 1 2 Jenkins 1999, hlm. 142.
  211. 1 2 Rivezzo, Charles V. "337 TES demonstrates ability to triple B-1 payload". Diarsipkan 12 February 2022 di Wayback Machine.. 7th Bomb Wing Public Affairs, USAF, 7 April 2011. Retrieved 12 February 2022.
  212. ↑ "Boeing: B-1B Lancer". Boeing. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 November 2016. Diakses tanggal 8 Agustus 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  213. ↑ Tirpak, John A. (Oktober 2007). "The Big Squeeze". Air & Space Forces Magazine. Vol. 90, no. 10. ISSN 0730-6784. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 April 2025. Diakses tanggal 2 Oktober 2007.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  214. ↑ Kessler, Capt. Carrie L. "B-1 crews conduct TWF test; receive pod spin-up". Air Force Print News Today, 29 February 2008. Retrieved 30 June 2010.
  215. 1 2 "The Weapons File "[pranala nonaktif] Air Armament Center
  216. 1 2 3 4 5 "New Boeing Pylon Could Shift Hypersonics Testing to B-1, Add Bomb Capacity"
  217. ↑ "B-1B Lancer upgrade will triple payload". US Air Force News, 11 April 2011
  218. ↑ "Uncovering the Rockwell B-1B Lancer" Willy Peeters, Daco Publications, ISBN978-9080674776, 2006
  219. 1 2 Technical Order 00-105E-9 Revision 11, 1 February 2006.
  220. ↑ "Encyclopedia of Modern U.S. Military Weapons", Berkley Hardcover; 1st edition, 1 August 1995, ISBN978-0425147818
  221. 1 2 "The B-1B Bomber and Options for hancements" Diarsipkan 14 April 2013 di Wayback Machine. Congressional Budget Office, August 1988
  222. 1 2 3 "Air Force Tries Out New Pylon on B-1, Transforming Bomber into 'Hypersonic Testbed'"
  223. ↑ "U.S. Air Force Demonstrates New Modular Weapons Pylon On The B-1B Bomber"
  224. ↑ "US badass bomber spotted with new 5,000-pound bunker-busting bomb"
  225. ↑ "Sniper ATP-equipped B-1B has combat first" US Air Force News, 11 August 2008
  226. ↑ "NA 95-1210 B-1B Fact Book" Diarsipkan 6 November 2012 di Wayback Machine.. North American Aircraft, Rockwell International, 20 July 1995. Retrieved 28 December 2016.

Bibliografi

  • Casil, Amy Sterling (2003). The B-1 Lancer. New York: Rosen. ISBN 0-8239-3871-9.
  • Dao, James. "Much-Maligned B-1 Bomber Proves Hard to Kill." The New York Times, 1 August 2001.
  • Donald, David, ed. "Rockwell B-1B". The Complete Encyclopedia of World Aircraft. New York: Barnes & Noble, 1997. ISBN0-7607-0592-5.
  • ——— (2004). The Pocket Guide to Military Aircraft: And the World's Airforces. London: Octopus. ISBN 0-681-03185-9..
  • Dorr, Robert F (1997). 7th Bombardment Group/Wing, 1918–1995. Turner, ME: Turner. ISBN 1-56311-278-7.
  • ——— (Juni 2010). "Lancer Force". Combat Aircraft Monthly. London: Ian Allan.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link).
  • Gunston, William 'Bill' (1978), F-111, New York: Charles Scribner's Sons, ISBN 0-684-15753-5.
  • Jenkins, Dennis R (1999). B-1 Lancer: The Most Complicated Warplane Ever Developed. New York: McGraw-Hill. ISBN 0-07-134694-5.
  • Knaack, Marcelle Size (1988). Post-World War II Bombers, 1945–1973 (PDF). Washington, DC: Office of Air Force History. ISBN 0-16-002260-6. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2007.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Lee, Tae-Woo (2008). Military Technologies of the World. Vol. 1. Santa Barbara, CA: ABC-CLIO. ISBN 978-0-275-99535-5.
  • Pace, Steve (1998). Boeing North American B-1 Lancer. North Branch, MN: Specialty Press. ISBN 1-58007-012-4.
  • ——— (1999). B-2 Spirit: The Most Capable War Machine on the Planet. New York: McGraw-Hill. ISBN 0-07-134433-0.
  • Schwartz, Stephen I (1998). Atomic Audit: The Costs and Consequences of U.S. Nuclear Weapons since 1940. Washington, DC: Brookings Institution Press. ISBN 0-8157-7773-6.
  • Skaarup, Harold A (2002). South Dakota Warbird Survivors 2003: A Handbook on Where to Find Them. Bloomington, IN: iUniverse. ISBN 0-595-26379-8.
  • Sorrels, Charles A. (1983). U.S. Cruise Missile Programs: Development, Deployment, and Implications for Arms Control. New York: McGraw-Hill. ISBN 0-08-030527-X.
  • Spick, Michael 'Mike' (1986). B-1B. Modern Fighting Aircraft. New York: Prentice Hall. ISBN 0-13-055237-2..
  • Spick, Mike, ed. (1987). The Great Book of Modern Warplanes. New York: Salamander Books. ISBN 0-517-63367-1.
  • Whitford, Ray (1987). Design for Air Combat. London: Jane's Information Group. ISBN 0-7106-0426-2.
  • Winchester, Jim, ed. (2006). Military Aircraft of the Cold War – Rockwell B-1A. The Aviation Factfile. London: Grange Books. ISBN 1-84013-929-3.
  • Withington, Thomas (2006). B-1B Lancer Units in Combat. Combat Aircraft. Vol. 60. London: Osprey Publishing. ISBN 1-84176-992-4.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media yang terkait dengan:
B-1 Lancer (kategori)
Pesawat North American Aviation dan North American Aviation divisi dari Rockwell International
"Charge Number"
perusahaan

NA-15 · NA-16 · NA-17 (components) · NA-18 · NA-19 · NA-20 · NA-21 · NA-22 · NA-23 · NA-24 (components) · NA-25 · NA-26 · NA-27 · NA-28 · NA-29 · NA-30 · NA-31 · NA-32 · NA-33 · NA-34 · NA-35 · NA-36 · NA-37 · NA-38 · NA-39 · NA-40 · NA-41 · NA-42 · NA-43 · NA-44 · NA-45 · NA-46 · NA-47 · NA-48 · NA-49 · NA-50 · NA-51 · NA-52 · NA-53 · NA-54 · NA-55 · NA-56 · NA-57 · NA-58 · NA-59 · NA-60 · NA-60 · NA-61 · NA-62 · NA-63 · NA-64 · NA-65 · NA-66 · NA-67 · NA-68 · NA-69 · NA-70 · NA-71 · NA-72 · NA-73 · NA-73 · NA-74 · NA-75 · NA-76 · NA-77 · NA-78 · NA-79 · NA-81 · NA-82 · NA-83 · NA-84 · NA-85 · NA-87 · NA-88 · NA-89 · NA-90 · NA-91 · NA-92 · NA-93 · NA-94 · NA-95 · NA-96 · NA-97 · NA-98 · NA-99 · NA-100
NA-101 · NA-102 · NA-103 · NA-104 · NA-105 · NA-106 · NA-107 · NA-108 · NA-109 · NA-110 · NA-111 · NA-112 · NA-113 · NA-114 · NA-115 · NA-116 · NA-117 · NA-118 · NA-119 · NA-120 · NA-121 · NA-122 · NA-123 · NA-124 · NA-125 · NA-126 · NA-127 · NA-128 · NA-129 · NA-130 · NA-132 · NA-134 · NA-135 · NA-137 · NA-138 · NA-139 · NA-140 · NA-141 · NA-142 · NA-143 · NA-144 · NA-145 · NA-146 · NA-147 · NA-148 · NA-149 · NA-150 · NA-151 · NA-152 · NA-153 · NA-154 · NA-155 · NA-156 · NA-157 · NA-158 · NA-159 · NA-160 · NA-161 · NA-162 · NA-163 · NA-164 · NA-165 · NA-166 · NA-167 · NA-168 · NA-169 · NA-170 · NA-171 · NA-172 · NA-173 · NA-174 · NA-175 · NA-176 · NA-177 · NA-178 · NA-179 · NA-180 · NA-181 · NA-182 · NA-183 · NA-184 · NA-185 · NA-186 · NA-187 · NA-188 · NA-189 · NA-190 · NA-191 · NA-192 · NA-193 · NA-194 · NA-195 · NA-196 · NA-197 · NA-198 · NA-199 · NA-200
NA-201 · NA-202 · NA-203 · NA-204 · NA-205 · NA-206 · NA-207 · NA-208 · NA-209 · NA-210 · NA-211 · NA-212 · NA-213 · NA-214 · NA-215 · NA-216 · NA-217 · NA-218 · NA-219 · NA-220 · NA-221 · NA-222 · NA-223 · NA-224 · NA-225 · NA-226 · NA-227 · NA-228 · NA-229 · NA-230 · NA-231 · NA-232 · NA-233 · NA-234 · NA-235 · NA-236 · NA-237 · NA-238 · NA-239 · NA-240 · NA-241 · NA-242 · NA-243 · NA-244 · NA-245 · NA-246 · NA-247 · NA-248 · NA-249 · NA-251 · NA-252 · NA-253 · NA-254 · NA-255 · NA-256 · NA-257 · NA-258 · NA-259 · NA-260 · NA-261 · NA-262 · NA-263 · NA-264 · NA-265 · NA-266 · NA-267 · NA-268 · NA-269 · NA-270 · NA-271 · NA-272 · NA-273 · NA-274 · NA-275 · NA-276 · NA-277 · NA-278 · NA-279 · NA-280 · NA-281 · NA-282 · NA-283 · NA-284 · NA-285 · NA-286 · NA-287 · NA-288 · NA-289 · NA-290 · NA-291 · NA-292 · NA-293 · NA-294 · NA-295 · NA-296 · NA-297 · NA-298 · NA-299 · NA-300
NA-301 · NA-302 · NA-303 · NA-304 · NA-305 · NA-306 · NA-307 · NA-308 · NA-309 · NA-310 · NA-311 · NA-312 · NA-313 · NA-314 · NA-315 · NA-316 · NA-317 · NA-318 · NA-319 · NA-320 · NA-321 · NA-322 · NA-323 · NA-324 · NA-325 · NA-326 · NA-327 · NA-328 · NA-329 · NA-330 · NA-331 · NA-332 · NA-333 · NA-334 · NA-336 · NA-337 · NA-338 · NA-340 · NA-341 · NA-342 · NA-343 · NA-344 · NA-345 · NA-346 · NA-347 · NA-348 · NA-349 · NA-350 · NA-351 · NA-352 · NA-353 · NA-354 · NA-356 · NA-357 · NA-358 · NA-359 · NA-360 · NA-361 · NA-362 · NA-363 · NA-364 · NA-365 · NA-366 · NA-367 · NA-369 · NA-370 · NA-371 · NA-372 · NA-373 · NA-374 · NA-375 · NA-376 · NA-377 · NA-378 · NA-379 · NA-380 · NA-382 · NA-383 · NA-384 · NA-385 · NA-386 · NA-387 · NA-388 · NA-389 · NA-390 · NA-391 · NA-392 · NA-393 · NA-394 · NA-395 · NA-396 · NA-397 · NA-398 · NA-300 · NA-400 · NA-401 · NA-402 · NA-403 · NA-404 · NA-405 · NA-406 · NA-407 · NA-420 · NA-430 · NA-431

120px-Flag_of_the_United_States.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dari fungsi

Pesawat tempur: P-51 · P-64 · F-82 · FJ-1 · FJ-2/3 · FJ-4 · F-86/F-86D · YF-93 · F-100 · F-107 · F-108 · XFV-12
Pesawat pengebom: XB-21 · B-25 · XB-28 · B-45 · XB-70 · B-1
Observasi: O-47 · OV-10
Pesawat serang: A-27 · A-36 · AJ · A2J · A3J/A-5
Pesawat latih: BT-9 · BC-1 · BC-2 · T-6 · SN2J · T-28 · T-39 · T-2
Eksperimental: X-15
Business aircraft: Sabreliner
Peluru kendali: AGM-28 · MQM-42 · AGM-53
Produk lisensi: B-24 · C-82

Dari nama

Apache · Bronco · Buckeye · Fury · Harvard · Lancer · Mitchell · Mustang · Navion · Rapier · Sabre · Sabreliner · Savage · Super Sabre · Texan · Tornado · Trojan · Twin Mustang · Valkyrie · Vigilante · Yale

Templat:Boeing combat aircraft Templat:US bomber aircraft Templat:USAF system codes

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan