Minggu, 27 September 2026
06:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Penampang lintang radar

Penampang lintang radar

kekuatan gema radar suatu objek

Artikel ini sudah memiliki referensi, tetapi tidak disertai kutipan yang cukup. Anda dapat membantu mengembangkan artikel ini dengan menambahkan lebih banyak kutipan pada teks artikel. (Februari 2024) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
330px-Sigma_invader_RCS.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram RCS tipikal (A-26 Invader)

Penampang lintang radar (bahasa Inggris: radar cross-section, disingkat RCS), dilambangkan dengan σ, juga disebut jejak radar, adalah ukuran seberapa mudahnya suatu objek terdeteksi oleh radar. RCS yang lebih besar menunjukkan bahwa suatu objek lebih mudah terdeteksi.[1]

Sebuah objek memantulkan sejumlah energi radar kembali ke sumbernya. Faktor-faktor yang memengaruhi hal ini meliputi:[1]

  • bahan yang digunakan untuk membuat target;
  • ukuran target relatif terhadap panjang gelombang sinyal radar yang menerangi;
  • ukuran absolut dari target;
  • sudut insiden (sudut di mana berkas radar mengenai bagian tertentu dari target, yang tergantung pada bentuk target dan orientasinya terhadap sumber radar);
  • sudut pantulan (sudut di mana sinar yang dipantulkan meninggalkan bagian target yang terkena; ini tergantung pada sudut insiden);
  • polarisasi radiasi yang dipancarkan dan diterima sehubungan dengan orientasi target.

Meskipun penting dalam mendeteksi target, kekuatan pemancar dan jarak bukanlah faktor yang memengaruhi perhitungan RCS karena RCS adalah sifat dari reflektifitas target.

Penampang lintang radar digunakan untuk mendeteksi pesawat terbang dalam berbagai variasi jarak. Sebagai contoh, pesawat siluman (yang dirancang untuk memiliki kemampuan deteksi yang rendah) akan memiliki fitur desain yang memberikan RCS rendah (seperti cat penyerap, permukaan datar, permukaan yang secara khusus dimiringkan untuk memantulkan sinyal ke tempat lain selain ke arah sumber), berlawanan dengan pesawat penumpang yang memiliki RCS tinggi (logam polos, permukaan bulat yang secara efektif menjamin pemantulan sinyal kembali ke sumber, banyak tonjolan seperti mesin, antena, dan lain-lain). RCS merupakan bagian integral dari pengembangan teknologi siluman radar, khususnya dalam aplikasi yang melibatkan pesawat udara dan rudal balistik.[2] Data RCS untuk pesawat militer saat ini sebagian besar sangat rahasia.

Dalam beberapa kasus, sangat menarik untuk melihat area di tanah yang mencakup banyak objek. Dalam situasi seperti itu, akan sangat berguna untuk menggunakan kuantitas terkait yang disebut penampang lintang radar yang dinormalisasi (normalized radar cross-section, NRCS), juga dikenal sebagai koefisien hamburan diferensial atau koefisien hamburan balik radar, dilambangkan dengan σ0 atau σ0 ("sigma nol"), yang merupakan penampang lintang radar rata-rata dari sekumpulan objek per satuan luas:

σ 0 = ⟨ σ A ⟩ {\displaystyle \sigma ^{0}=\left\langle {\sigma \over {A}}\right\rangle } {\displaystyle \sigma ^{0}=\left\langle {\sigma  \over {A}}\right\rangle }

dengan:

  • σ adalah penampang lintang radar dari objek tertentu, dan
  • A adalah area di tanah yang terkait dengan objek tersebut.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "Radar Cross Section, Optical Theorem, Physical Optics Approx, Radiation by Line Sources" di YouTube
  2. ↑ Knott, Eugene; Shaeffer, John; Tuley, Michael (1993). Radar Cross Section, 2nd ed. Artech House, Inc. hlm. 231. ISBN 978-0-89006-618-8.
  3. ↑ Ulaby, Fawwaz (1986). Microwave Remote Sensing: Active and Passive, Volume 2. Artech House, Inc. hlm. 463. ISBN 978-0-89006-191-6.

Bacaan lebih lanjut

Bagian daftar pustaka atau bacaan lanjutan ini kemungkinan memuat saran yang berlebihan atau bertentangan dengan pedoman. Pastikan bahwa artikel hanya memerlukan jumlah yang secukupnya untuk saran bacaan yang berimbang, sesuai topik, tepercaya, dan cukup diketahui; hilangkan publikasi yang kurang relevan atau berlebihan dengan sudut pandang yang sama bila perlu. Pertimbangkan pula untuk menggunakan teks yang sesuai sebagai kutipan baris atau buat artikel kepustakaan sendiri. (Februari 2024) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
  • Shaeffer, Tuley and Knott. Radar Cross Section. SciTech Publishing, 2004. ISBN1-891121-25-1.
  • Harrington, Roger F. Time-Harmonic Electromagnetic Fields. McGraw-Hill, Inc., 1961. ISBN0-471-20806-X
  • Balanis, Constantine A. Advanced Engineering Electromagnetics. Wiley, 1989. ISBN0-471-62194-3.
  • “A Hybrid Method Based on Reciprocity for the Computation of Diffraction by Trailing Edges”David R. Ingham, IEEE Trans. Antennas Propagat., 43 No. 11, November 1995, pp. 1173–82.
  • “Revised Integration Methods in a Galerkin BoR Procedure” David R. Ingham, Applied Computational Electromagnetics Society (ACES ) Journal 10 No. 2, July, 1995, pp. 5–16.
  • “A Hybrid Approach to Trailing Edges and Trailing Ends” David R. Ingham, proceedings of the ACES Symposium, 1993, Monterey.
  • “Time-Domain Extrapolation to the Far Field Based on FDTD Calculations” Kane Yee, David Ingham and Kurt Shlager, IEEE Trans. Antennas Propagat., 39 No. 3, March 1991, pp. 410–413.
  • “Numerical Calculation of Edge Diffraction, using Reciprocity” David Ingham, Proc. Int. Conf. Antennas Propagat., IV, May 1990, Dallas, pp. 1574–1577.
  • “Time-Domain Extrapolation to the Far Field Based on FDTD Calculations”Kane Yee, David Ingham and Kurt Shlager, invited paper, Proc. URSI Conf., 1989, San José .

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik teknologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan