Senin, 21 September 2026
19:13 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Axminster Carpets

Axminster Carpets Ltd
JenisPerusahaan swasta
IndustrIManufaktur karpet
PendiriThomas Whitty
Wilayah yang dilayani
Seluruh dunia
Tokoh kunci
Harry Dutfield
ProdukKarpet
Jumlah karyawan
130

Axminster Carpets Ltd adalah sebuah produsen karpet yang berkantor pusat di Axminster, Devon. Perusahaan ini utamanya memproduksi karpet Axminster.

Latar belakang

Saat mengunjungi Pasar Cheapside, London, seorang penenun asal Devon, Thomas Whitty kagum dengan karpet Turki besar yang ia lihat di sana. Sekembalinya di Axminster, ia berupaya memproduksi karpet yang kualitasnya serupa. Beberapa bulan kemudian, ia berhasil menyelesaikan karpet pertamanya pada pertengahan musim panas tahun 1755.[1]

Karpet buatan Whitty yang terlihat mirip seperti dewangga-horizontal ini pun menjadi barang yang wajib ada di rumah milik aristokrat kaya di Inggris, antara tahun 1755 hingga 1835. Perusahaannya juga memproduksi karpet Axminster untuk ruang musik Royal Pavilion, Brighton; Chatsworth House; Powderham Castle; Saltram House; dan Warwick Castle. Selain membeli karpet Axminster, Raja George III dan Ratu Charlotte dari Mecklenburg-Strelitz juga mengunjungi pabriknya.[1]

Pada tahun 1800, perusahaan ini membuat karpet seluas 74-x-52-kaki (23 m × 16 m) untuk Mahmud II, Sultan Utsmaniyah, yang hingga kini menjadi karpet Axminster paling terkenal. Menggambarkan matahari, bulan, dan susunan bintang, karpet ini berharga £1000 (setara dengan £79.307pada 2021). Dibawa keluar dari pabrik oleh tiga puluh orang dari Gereja Konggregasional lokal, karpet ini awalnya ditempatkan di Istana Topkapi. Karpet ini kemudian dipindah ke Istana Defterdar dan menjadi properti Esma Sultan, anak Sultan Mustafa III.[2]

Penurunan

Pada tahun 1828, kebakaran hebat merusak alat tenun. Pada tahun 1835, pemilik perusahaan ini, Samuel Rampson Whitty, cucu Thomas, resmi dinyatakan bangkrut. Blackmores asal Wilton, Wiltshire, dekat Salisbury kemudian membeli stok dan alat tenun yang masih tersisa, lalu mengembangkan bisnisnya dengan memproduksi karpet ikatan tangan yang masih disebut Axminster.[1]

Pada bulan Juli 2012, Axminster Heritage Ltd membeli bekas pabrik karpet asli di mana Thomas Whitty menenun karpet pertamanya. Bangunan tersebut kini menjadi pusat sejarah kota, dengan menggabungkan museum kota dan pusat informasi wisatawan.[3]

Pendirian kembali

250px-Hamlyns%27s_Mill%2C_Buckfastleigh_-_geograph.org.uk_-_1222355.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pabrik Hamlyns, Buckfastleigh, yang dibeli oleh Harry Dutfield pasca Perang Dunia II untuk mengatasi kesulitan pasokan benang wol

Pada tahun 1929, pembuat karpet asal Kidderminster, Harry Dutfield mendirikan perusahaan produksi karpet bersama mantan teman sekolahnya, Stephen Quayle. Walaupun begitu, akibat adanya depresi, perusahaan ini terlibat masalah dengan serikat pekerjanya. Saat sedang dalam perjalanan menuju London Motor Show tahun 1935 untuk membeli mobil Jaguar pertamanya, Dutfield bertemu seorang vikaris di dalam kereta api dari West Country, yang bercerita bahwa karpet tidak lagi diproduksi di Kota Axminster akibat kebakaran tahun 1828.[4]

Sekembalinya di rumah, Dutfield menyusun rencana bisnis untuk memindahkan bisnisnya ke Axminster dan mendirikan kembali Axminster Carpets Ltd.[5] Ia kemudian memohon Southern Railway agar berkenan membuka stasiun di Axminster, dan menyewakan lahannya mulai tahun 1937 untuk dibangun sebuah pabrik yang layak.[6]

Saat Perang Dunia II pecah, Dutfield mengubah pabriknya untuk memproduksi pompa sanggurdi dan kemudian suku cadang pesawat terbang, sementara Dutfield menjadi perwira di Home Guard.[4]

Setelah perang berakhir, terjadi kekurangan bahan mentah, Dutfield kemudian membeli sebuah pabrik wol di Buckfast, dekat Buckfastleigh, sekaligus izin memancing salmon di Sungai Dart.[4] Pembelian inipun memungkinkan Dutfield untuk mendirikan pabrik karpet yang terintegrasi secara vertikal, mulai dari pemrosesan bulu domba hingga menjadi karpet.[5]

Setelah menyerahkan pengawasan aktivitas harian pabrik ke anaknya, Simon, Dutfield semi-pensiun dari perusahaan ini untuk menekuni hobi memancingnya. Setelah menerima gelar MBE atas jasa-jasanya terhadap ekspor Britania Raya, Dutfield meninggal dunia di rumahnya di Axminster pada tanggal 21 Mei 1999.[4]

Saat ini

250px-Axminster_Carpets_Factory_Outlet_-_geograph.org.uk_-_499837.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerai Axminster Carpets Ltd, di Axminster, Devon

Saat ini, Axminster Carpets merupakan satu-satunya produsen yang membeli, mencuci, memutar, memintal, dan mewarnai benangnya sendiri sebelum ditenun menjadi karpet.[7]

Untuk merayakan 250 tahun penenunan karpet di Axminster, pada tahun 2005, diproduksi sebuah karpet spesial. Setelah dibawa berkeliling kota oleh seluruh pekerjanya, karpet ini kemudian diberkahi oleh Keuskupan Exeter dan dihadiahkan ke Earl Devon. Karpet ini kini berada di Clarence House, rumah Pangeran Charles.[7] Pada tahun 2012, Axminster diberi gelar Kontraktor Pilihan Keluarga Kerajaan Britania Raya sehingga dapat memasok barang dan jasanya ke Kerajaan.[7][8]

Alat tenun modern Axminster dapat menenun karpet berkualitas tinggi dengan berbagai macam warna dan corak. Karena tahan lama, karpet Axminster biasanya digunakan di hotel mewah, pesawat terbang, dan kereta api.[7] Tiap klub malam Wetherspoon juga memiliki karpet yang dirancang dan diproduksi khusus oleh Axminster.[9]

Pada tanggal 19 Februari 2020, diumumkan bahwa perusahaan ini mengalami insolvensi.[10]

Referensi

  1. 1 2 3 Peter Long (2005). The Hidden Places of Devon. Travel Publishing Ltd. ISBN 1-904434-30-4.
  2. "The Most Famous Axminster Carpet of all". Axminster Heritage. Diarsipkan dari asli tanggal 19 April 2013. Diakses tanggal 20 Februari 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Axminster Heritage buy Thomas Whitty's factory". Axminster Heritage. Juli 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 13 September 2013. Diakses tanggal 20 Oktober 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 4 "Harry Dutfield – Obituary". The Independent. 20 Februari 2013. Diakses tanggal 20 Februari 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 "Our History". Axminster Carpets Ltd. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Maret 2013. Diakses tanggal 20 Februari 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Phillips, Derek; Pryer, George (1997). The Salisbury to Exeter Line. Sparkford: Oxford Publishing Company. ISBN 0-86093-525-6.
  7. 1 2 3 4 "Axminster Carpets: a history". The Daily Telegraph. 20 Februari 2013. Diakses tanggal 20 Februari 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. "Meet the company making carpets for Wetherspoon and the Queen". The Independent (dalam bahasa Inggris). 2019-06-01. Diakses tanggal 2019-11-04.
  9. The secret life of Wetherspoon’s freaky carpets The Guardian 10 January 2016
  10. "Axminster Carpets collapses into administration". BBC News. 19 Februari 2020. Diakses tanggal 19 Februari 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lebih lanjut

  • Bertram, Jacob (1970). Axminster Carpets (Hand-Made) 1755–1957. Leigh-on-Sea: F Lewis.

Pranala luar

Dipilih oleh
YM Ratu
Coat of arms of Her Majesty The Queen

Coat of arms of Her Majesty The Queen (Scotland)

Coat of arms of His Royal Highness The Duke of Edinburgh

Badge of His Royal Highness The Prince of Wales
Dipilih oleh
YM Adipati Edinburgh
Dipilih oleh
YM Pangeran Wales
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan