Rabu, 23 September 2026
22:08 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Mahmud II

Mahmud II

Biografi ini tidak memiliki referensi atau sumber sehingga isinya tidak dapat dipastikan. Bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus.
Cari sumber: "Mahmud II"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah.
Cari sumber: "Mahmud II"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Mahmud_II.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mahmud II

Mahmud II (bahasa Turki Utsmaniyah: محمود ثانى Mahmud-u s̠ānī, محمود عدلى Mahmud-u Âdlî; bahasa Turki: İkinci Mahmut; 20 Juli 1785 - 1 Juli 1839) adalah sultan ke-30 dari Kesultanan Utsmaniyah dari 1808 sampai kematiannya pada tahun 1839.

Pemerintahannya diakui untuk reformasi administrasi, militer, dan fiskal yang ekstensif yang dia terapkan, yang memuncak dalam Keputusan Tanzimat ("reorganisasi") yang dilakukan oleh anak-anaknya Abdul Mejid I dan Abdul Aziz. Sering digambarkan sebagai "Pyotr yang Agung dari Turki",[1] reformasi Mahmud termasuk penghapusan 1826 korps Janissary konservatif, yang menghilangkan hambatan besar bagi reformasi dirinya dan para penerusnya di Kesultanan. Reformasi yang dia lakukan ditandai dengan perubahan politik dan sosial, yang pada akhirnya akan mengarah pada kelahiran Republik Turki modern.[2]

Terlepas dari reformasi domestiknya, pemerintahan Mahmud juga ditandai oleh pemberontakan nasionalis di Serbia dan Yunani yang dikuasai Utsmaniyah, yang menyebabkan hilangnya wilayah yang signifikan bagi Kesultanan menyusul munculnya negara Yunani yang merdeka.

Selain itu, di kancah pemerintahan dalam negeri, Mahmud juga menerapkan kebijakan Westernisasi dalam kehidupan sehari-hari; seperti gaya berpakaian, musik, dan lain sebagainya.

Referensi

  1. Eugene Rogan (4 Oktober 2002). Outside In: Marginality in the Modern Middle East. I.B.Tauris. hlm. 15. ISBN 978-1-86064-698-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Karpat, H. Kemal (1959). Turkey's Politics: The Transition to a Multi-Party System (dalam bahasa Inggris). Princeton University Press. ISBN 978-0-691-62623-9.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
Mahmud II
Lahir: 20 Juli 1785 Meninggal: 1 Juli 1839
Gelar
Didahului oleh:
Mustafa IV
Sultan Utsmaniyah
15 November 1808 – 1 Juli 1839
Diteruskan oleh:
Abdul Mejid I
Jabatan Islam Sunni
Didahului oleh:
Mustafa IV
Khalifah
15 November 1808 – 1 Juli 1839
Diteruskan oleh:
Abdul Mejid I


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Sultan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan