Sabtu, 07 November 2026
01:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Ibrahim I

Ibrahim I

Bagikan:
Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah.
Cari sumber: "Ibrahim I" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Ibrahim_I.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sultan Ibrahim I

Ibrahim (Bahasa Turki Utsmani: سلطان ابراهيم اول Sultan İbrahim-i Evvel) (5 November 1615 – Istanbul, 12/18 Agustus 1648) adalah Sultan Turki Usmani dari 1640 hingga 1648. Secara tidak resmi ia sering disebut sebagai Ibrahim yang Gila (bahasa Turki: Deli İbrahim) karena keadaan jiwanya.

Salah satu Sultan Ottoman yang terkenal, ia dibebaskan dari Kafes dan menggantikan kakandanya Murad IV (1623–40) pada tahun 1640, meskipun bertentangan dengan harapan Murad IV, yang telah memerintahkannya dibunuh. (Murad IV sendiri menggantikan kakandanya Osman II pada tahun 1622). Mewarisi semua kekejaman tetapi tidak kemampuan kakandanya, Ibrahim membawa negaranya hampir jatuh di jangka waktu yang singkat — barangkali sama dengan kekuasaan Phocas (602–610) dari Kekaisaran Bizantium. Mungkin karena menderita kelabilan mental, ia disebut-sebut menderita neurasthenia, dan juga tertekan setelah kematian saudaranya. Pemerintahannya terjadi karena ibundanya yang berdarah Yunani , Sultan Kösem, yang tak lama dicegah mengendalikan negara seperti harapannya.

Ia dikenal tergoda dengan wanita gemuk, menitahkan orang-orangnya menemukan wanita paling gemuk. Seorang calon dibawa dari Georgia atau Armenia dan Ibrahim begitu senang dengannya sehingga ia memberinya dana pemerintah dan (kemungkinan) jabatan gubernur. Ia terlihat memberi makan ikan yang hidup di kolam istana dengan koin sehingga ia sering dijuluki Gila.

Awalnya Ibrahim meninggalkan politik, tetapi akhirnya ia mengadakan peningkatan dan hukuman mati sejumlah wazir. Perang dengan Venesia dikumandangkan, dan meski La Serenissima turun, kapal-kapal Venesia menang perang sepanjang Aegea, merebut Tenedos (1646),pintu gerbang Laut Dardanella. Pemerintahan Ibrahim berkembang lebih pesat dari yang diperkirakan. Akhirnya, ia dijatuhkan di sebuah kudeta yang dipimpin oleh Mufti Agung. Ada cerita meragukan bahwa Mufti Agung berbuat demikian karena keputusan Ibrahim menenggelamkan 280 orang-orang harem.

Rujukan

  • The World's Most Infamous Crimes and Criminals. New York: Gallery Books, 1987. ISBN 0-8317-9677-4
Ibrahim I
Didahului oleh:
Murat IV
Sultan Utsmaniyah
Khalifah

1640–48
Diteruskan oleh:
Mehmet IV


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Sultan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan