Selasa, 22 September 2026
05:55 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Ibrahim I

Ibrahim I

Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah.
Cari sumber: "Ibrahim I"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Ibrahim_I.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sultan Ibrahim I

Ibrahim (Bahasa Turki Utsmani: سلطان ابراهيم اول Sultan İbrahim-i Evvel) (5 November 1615Istanbul, 12/18 Agustus 1648) adalah Sultan Turki Usmani dari 1640 hingga 1648. Secara tidak resmi ia sering disebut sebagai Ibrahim yang Gila (bahasa Turki: Deli İbrahim) karena keadaan jiwanya.

Salah satu Sultan Ottoman yang terkenal, ia dibebaskan dari Kafes dan menggantikan kakandanya Murad IV (1623–40) pada tahun 1640, meskipun bertentangan dengan harapan Murad IV, yang telah memerintahkannya dibunuh. (Murad IV sendiri menggantikan kakandanya Osman II pada tahun 1622). Mewarisi semua kekejaman tetapi tidak kemampuan kakandanya, Ibrahim membawa negaranya hampir jatuh di jangka waktu yang singkat — barangkali sama dengan kekuasaan Phocas (602–610) dari Kekaisaran Bizantium. Mungkin karena menderita kelabilan mental, ia disebut-sebut menderita neurasthenia, dan juga tertekan setelah kematian saudaranya. Pemerintahannya terjadi karena ibundanya yang berdarah Yunani , Sultan Kösem, yang tak lama dicegah mengendalikan negara seperti harapannya.

Ia dikenal tergoda dengan wanita gemuk, menitahkan orang-orangnya menemukan wanita paling gemuk. Seorang calon dibawa dari Georgia atau Armenia dan Ibrahim begitu senang dengannya sehingga ia memberinya dana pemerintah dan (kemungkinan) jabatan gubernur. Ia terlihat memberi makan ikan yang hidup di kolam istana dengan koin sehingga ia sering dijuluki Gila.

Awalnya Ibrahim meninggalkan politik, tetapi akhirnya ia mengadakan peningkatan dan hukuman mati sejumlah wazir. Perang dengan Venesia dikumandangkan, dan meski La Serenissima turun, kapal-kapal Venesia menang perang sepanjang Aegea, merebut Tenedos (1646),pintu gerbang Laut Dardanella. Pemerintahan Ibrahim berkembang lebih pesat dari yang diperkirakan. Akhirnya, ia dijatuhkan di sebuah kudeta yang dipimpin oleh Mufti Agung. Ada cerita meragukan bahwa Mufti Agung berbuat demikian karena keputusan Ibrahim menenggelamkan 280 orang-orang harem.

Rujukan

  • The World's Most Infamous Crimes and Criminals. New York: Gallery Books, 1987. ISBN 0-8317-9677-4
Ibrahim I
Didahului oleh:
Murat IV
Sultan Utsmaniyah
Khalifah

1640–48
Diteruskan oleh:
Mehmet IV


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Sultan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan