Rabu, 23 September 2026
22:38 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Atmosfer Jupiter

Atmosfer Jupiter

330px-Jupiter_Belt_System.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pola awan di Jupiter tahun 2000

Atmosfer Jupiter adalah atmosfer keplanetan terbesar dalam Tata Surya. Atmosfernya sebagian besar terbentuk dari hidrogen molekuler dan helium dalam proporsi solar yang lebih kurang sama; senyawa kimia lainnya hanya ada dalam jumlah kecil dan meliputi metana, amonia, hidrogen sulfida, dan air. Meskipun air diduga berada jauh di dalam atmosfer, konsentrasi terukur langsungnya sangat rendah. Nitrogen, sulfur, dan gas mulia melimpah dalam atmosfer Jupiter melebihi nilai solar yang disebabkan oleh sekitar tiga faktor.[1]

Atmosfer Jupiter tidak memiliki batas bawah yang jelas dan secara bertahap bertransisi menjadi bagian dalam planet yang cair.[2] Dari yang terendah sampai tertinggi, lapisan atmosfer adalah troposfer, stratosfer, termosfer, dan eksosfer. Setiap lapisan memiliki karakteristik gradien suhu.[3] Lapisan terendah, troposfer, memiliki sistem awan dan kabut yang rumit, yang terdiri dari lapisan amonia, amonium hidrosulfida, dan air.[4]

Referensi

Sumber kutipan

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan