Selasa, 29 September 2026
17:58 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Atap jerami

Atap jerami

Bagikan:
250px-.00_1317_Geb%C3%A4ude_mit_Reetdach_-_Amrum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Atap jerami

Atap Jerami adalah bagian penutup atas rumah yang terbuat dari jerami. Atap jerami memiliki karakteristik ringan, tidak menyerap air, bentuknya dapat disesuaikan dengan jenis rumah, dan dengan perawatan yang tepat dapat bertahan lama.[1] Atap jerami kebanyakan digunakan untuk rumah-rumah tradisional yang terbuat dari kayu atau papan. Di Indonesia, atap jerami dapat ditemukan di rumah tradisional Nias, rumah Tongkonan di Toraja, rumah adat Mbaru Niang di Flores, dan bangunan pura di Bali.

Jenis Atap Jerami

Jenis jerami yang dapat digunakan sebagai atap rumah antara daun alang-alang, daun lontar, daun sagu (rumbia), daun nipah bakau, daun tebu, rumput gajah, dan serat pohon enau (ijuk). Bahan utama untuk atap jerami mudah didapatkan terutama di daerah beriklim tropis dan sedang. Tanaman penghasil jerami, sebagai bahan utama atap jerami, dapat tumbuh dan berkembang dengan baik terutama di daerah tropis atau sedang. Karena itu, atap jerami dapat dengan mudah didapatkan dan tergolong murah. Berbahan dasar dari tumbuhan, atap jerami merupakan jenis atap yang bebas dari bahan berbahaya sehingga pemakaiannya dapat mengurangi limbah kimia.

Pembuatan

Jerami yang digunakan untuk pembuatan atap merupakan jerami yang sudah dikeringkan. Pembuatan atap jerami dilakukan dengan menata jerami dan menyatukannya hingga berbentuk seperti papan tanpa celah. Supaya jerami tertata rapi, tidak berantakan dan kuat, diperlukan papan, bambu, atau tali (biasanya tali rotan) yang diletakkan di bawah dan atau di atas jerami dengan posisi melintang untuk mencegah jerami bergeser. Cara lain untuk pembuatan atap jerami yaitu dengan mengikat pangkal-pangkal tumpukan kecil jerami (kurang lebih segenggam atau dua genggam). Selanjutnya, tumpukan kecil jerami disusun di kerangka atap dengan  terlebih dahulu meletakkan untuk bagian atap bawah sehingga pangkal jerami bawah akan tertutup oleh ujung jerami di atasnya. Panjang dan ketebalan atap jerami disesuaikan dengan kebutuhan.

Fungsi

Atap jerami berfungsi sebagai penutup bagian atas rumah, tidak hanya melindungi isi rumah dari air hujan ataupun sengatan cahaya secara langsung, tetapi juga berperan dalam mengatur suhu dalam rumah sehingga rumah tidak terlalu dingin ataupun terlalu panas pada musim-musim tertentu.[2] Selain itu, tampilan rumah dengan atap jerami yang dulunya memberi kesan miskin dan tidak teratur, kini menjadi tampilan yang unik dan mewah sehingga banyak dipilih sebagai bagian dari pembangunan rumah modern karena memiliki nilai estetik.

Referensi

  1. ↑ "Atap Jerami Ini Bisa Tahan 15 Tahun". Tribun-bali.com. Diakses tanggal 2024-10-04.
  2. ↑ "5 Pros and Cons of Natural and Synthetic Thatch Roofing - Endureed". endureed.com (dalam bahasa American English). 2023-10-02. Diakses tanggal 2024-10-04.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan