Minggu, 08 November 2026
09:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Aspar

Aspar

Bagikan:
Infobox orangAspar
250px-Piatto_di_ardaburio%2C_argento_fuso%2C_434_d.c._%28found_in_1769%29_03.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran400 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata
Kematian471 Suntingan nilai di Wikidata (70/71 tahun)
Konstantinopel Suntingan nilai di Wikidata
Ancient Roman senator (en) Terjemahkan
Strategos
Konsul Romawi
Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpolitikus,personel militer Suntingan nilai di Wikidata
PeriodeLow Roman Empire (en) Terjemahkan dan Abad Kuno Akhir Suntingan nilai di Wikidata
Cabang militerAngkatan darat Bizantium Suntingan nilai di Wikidata
Pangkat militerMagister militum Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
KeluargaAmali dynasty (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
AnakPatricius (en) Terjemahkan,Ardabur (en) Terjemahkan,Hermenericus (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
AyahArdabur Suntingan nilai di Wikidata
Untuk desa di Iran, lihat Aspar, Iran.
250px-Piatto_di_ardaburio%2C_argento_fuso%2C_434_d.c._%28found_in_1769%29_03.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah keterangan Missorium di Aspar, menggambarkan Aspar dan putra sulungnya Ardabur (sek. 434).

Flavius Ardabur Aspar (sek. 400 –471) merupakan seorang bangsawan Romawi Timur dan magister militum ("kepala pasukan") asal Alan-Goth.[1] Sebagai seorang Jenderal Jermanik di dalam pasukan Kekaisaran Romawi,[2][3][4][5] Aspar memiliki pengaruh yang besar pada Kaisar Romawi Timur selama setengah abad, dari tahun 420 sampai kematiannya pada tahun 471, atas Theodosius II, Marcianus dan Leo I, yang pada akhirnya membuatnya mati terbunuh. Kematiannya menyebabkannya berakhirnya dominasi Jermanik pada kebijakan Romawi Timur.[2]

Biografi

Aspar merupakan putra magister Ardaburius,[6] yang berasal dari keturunan Alan-Goth.[1] Nama Aspar (mulanya Aspwar atau Aspidar) di dalam bahasa Iran yang berarti "tuan-kuda" atau "penunggang-Kuda".[7][8] Aspar memainkan peran penting di dalam ekspedisi ayahandanya pada tahun 424 untuk mengalahkan perampas, Yohanes dari Ravenna Barat, dan membangun Galla Placidia dan putranya, Valentinian III, ditempatnya. Ia juga membantu negosiasi perjanjian perdamaian dengan Geiseric setelah serangan Vandal di Afrika.

Aspar mencapai gelar konsuldi tahun 434 setelah kampanye di Afrika.[9] Namun Aspar tidak dapat menjadi kaisar karena agama Ariannya. Sebaliknya ia memainkan peran pembuat raja dengan bawahannya, Marcianus, yang menjadi raja dengan menikahi saudari Theodosius II, Pulcheria.

Pada tanggal 27 Januari 457 Marcianus wafat, karakter politik dan militer istana Timur hanya memerlukan sebelas hari untuk menunjuk seorang pewaris. Meskipun kehadiran calon kuat untuk posisi tersebut, magister militum dan menantu Marcianus Anthemius, pilihan ini sangat berbeda. Aspar yang di dalam kesempatan tersebut ditawarkan tahta oleh senat tetapi ditolak,[10] dapat memilih putranya sendiri Ardabur, tetapi lebih memilih sebuah tribun yang jelas dari salah satu unit militernya, Leo I.[11]

Pada tahun 470, di dalam episode perebutan kekuasaan antara Aspar dan Jenderal Isauria Zeno, Aspar membujuk kaisar untuk menunjuk putra keduanya, Julius Patricius, sebagai caesar dan menikahkannya dengan putrinya Leontia. Namun seperti untuk klerus dan rakyat Konstantinopel orang Arian tidak pantas untuk menjadi kaisar, pada acara pelantikan pecah kerusuhan di Gelanggang kota, yang dipimpin oleh Acoemetae, Marcellus: Aspar dan Leo harus berjanji kepada para uskup bahwa Patricius akan konversi ke Ortodoks sebelum menjadi kaisar, dan hanya setelah konversi dilakukan ia boleh menikahi Leontia.

Pada tahun 471 suatu konspirasi yang direncanakan oleh Leo I dan suku Isaurian menyebabkan kematian Aspar dan putra sulungnya Ardabur: kemungkinan Patricius meninggal ketika peristiwa itu terjadi, meskipun beberapa sumber menyebutkan bahwa ia pulih dari luka-lukanya. Kematiannya menyebabkan dominasi Jermanik berakhir di dalam kebijakan Romawi Timur.[2]

Aspar adalah guru Theodoric yang Agung, yang kemudian menjadi Raja Ostrogoth. Aspar memiliki seorang putra lainnya, Ermanaric, dengan saudari Theodoric Strabo.[12] Istri Aspar asal Ostrogoth karena Raja Ostrogoth Theodoric adalah sepupunya.[9] Sebuah waduk yang berhubungan dengannya masih ada sampai sekarang di Istanbul.

Catatan

  1. 1 2 Wolfram, Herwig (1997). The Roman Empire and Its Germanic Peoples. University of California Press. hlm. 197. ISBN 0-5200-8511-6. Diakses tanggal 2 November 2013.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 "Flavius Ardaburius Aspar". Encyclopædia Britannica Online. Encyclopædia Britannica, Inc. Diakses tanggal November 2, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Leo I (Roman emperor)". Encyclopædia Britannica Online. Encyclopædia Britannica, Inc. Diakses tanggal November 2, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Zeno (Eastern Roman emperor)". Encyclopædia Britannica Online. Encyclopædia Britannica, Inc. Diakses tanggal November 2, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Byzantine Empire (historical empire, Eurasia): Relations with the barbarians". Encyclopædia Britannica Online. Encyclopædia Britannica, Inc. Diakses tanggal November 2, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Williams, p. 45.
  7. ↑ Bachrach, Bernard S. 1973. A history of the Alans in the West; from their first appearance in the sources of classical antiquity through the early Middle Ages. Minneapolis: University of Minnesota Press. p.98
  8. ↑ Basirov, Oric: The Origin of the Pre-Imperial Iranian Peoples. in: SOAS, 26/4/2001
  9. 1 2 Bunson, 38.
  10. ↑ The episode was told by Theodoric the Great at a synod held in Rome in 501; Aspar refused, cryptically stating, "I fear I would launch an imperial tradition", (Croke, p. 150).
  11. ↑ Croke, p. 150.
  12. ↑ Herwig Wolfram, p. 32.

Referensi

  • Bunson, Matthew (1994). Encyclopedia of the Roman Empire. New York: Facts on File Inc.
  • Croke, Brian, "Dynasty and Ethnicity: Emperor Leo and the Eclipse of Aspar", Chiron 35 (2005), 147-203.*Williams, Stephen, and Gerard Friell, The Rome That Did Not Fall, Routledge, 1999, ISBN 0-415-15403-0.
  • Wolfram, Herwig, History of the Goths, trans. Thomas J. Dunlap. University of California Press, 1988, ISBN 0-520-06983-8.

Pranala luar

Didahului oleh:
Imp. Caesar Flavius Theodosius Augustus XIV,
Petronius Maximus
Konsul Kekaisaran Romawi
434
bersama dengan Flavius Areobindus
Diteruskan oleh:
Imp. Caesar Flavius Theodosius Augustus XV,
Imp. Caesar Flavius Placidus Valentinianus Augustus IV
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan