Sabtu, 26 September 2026
17:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

As'ad Humam

ulama asal Indonesia

K.H.
As'ad Humam
Kehidupan pribadi
Lahir1933 (1933)
Meninggal2 Februari 1996(1996-02-02) (umur 62–63)
Yogyakarta, Indonesia
Orang tua
  • Humam Siradj (ayah)
Dikenal karenaPenggagas metode Iqro'
Kehidupan religius
AgamaIslam
DenominasiSunni
GerakanMuhammadiyah

K.H. As'ad bin Humam (1933 – 2 Februari 1996) adalah seorang kiai yang merupakan pelopor salah satu metode cepat belajar membaca Al Qur'an (qira-ah) yang populer sebagai metode Iqro.[1][2]

Riwayat hidup

Nama aslinya hanya As'ad dari ayah bernama H. Humam Siraj. Masa mudanya dijalani di Kotagede, Yogyakarta. Menginjakkan usia remaja As'ad menyantri ke muallimin, tetapi mengalami gangguan fisik berupa pengapuran dini di bagian tulang belakang dan selanjutnya ia tidak mampu bergerak secara wajar , sehingga ia mengundurkan diri dari muallimin ketika kelas 2 Tsanawiyah.[3]

Ia mewarisi darah pedagang dan profesinya sebelum aktif dalam pengajaran qira-ah adalah pedagang perhiasan imitasi di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Profesi ini kemudian membawanya berkenalan dengan K.H. Dahlan Salim Zarkasyi yang mengajaknya aktif ke dunia pendidikan Islam.[4]

As'ad membantu K.H. Dahlan Salim memberi pelajaran membaca Al-Qur'an kepada para santri dengan metode Qiroati yang dikembangkan K.H. Dahlan. Untuk memperbaiki, sering As'ad memberi catatan untuk perbaikan metode tersebut. Karena K.H. Dahlan sering kali tidak berkenan menerapkan masukan darinya,[3] As'ad mengembangkan kelompok belajar eksperimental menggunakan metode kembangannya, dibantu oleh Tim Tadarus Angkatan Muda Masjid dan Mushola (AMM) Yogyakarta.[1]

Hasil eksperimennya ini kemudian dimantapkan sebagai metode Iqro, yang sangat populer sebagai cara belajar praktis membaca Al Qur'an. Metode ini dirangkum dalam enam jilid kitab berukuran saku yang mudah dibawa ke mana-mana, dan bersifat interaktif (siswa belajar dan mengevaluasi sendiri, dengan pengajar menunjukkan pengucapan yang benar). Demikian populernya metode ini, sehingga dipergunakan hingga ke Malaysia.[3][1][5]

Rujukan

  1. 1 2 3 Nakamura, Mitsuo (2012). The Crescent Arises over the Banyan Tree: A Study of the Muhammadiyah Movement in a Central Javanese Town, c.1910s-2010 (Second Enlarged Edition). Singapore: ISEAS Publishing. ISBN 978-981-4311-86-1.
  2. ↑ Gade, Anna M. (2004-04-30). Perfection Makes Practice: Learning, Emotion, and the Recited Quran in Indonesia (dalam bahasa Inggris). University of Hawaii Press. ISBN 978-0-8248-2599-7.
  3. 1 2 3 Afandi (2021-11-30). "As'ad Humam, Kiai Legendaris Muhammadiyah Penemu Metode Iqro'". Muhammadiyah. Diakses tanggal 2025-01-12.
  4. ↑ Teguh, Irfan (2018-05-26). "As'ad Humam, Sang Penemu Metode Revolusioner Baca Alquran: Iqro". tirto.id. Diakses tanggal 2025-01-12.
  5. ↑ Nugroho, Rizal Setyo (2024-03-17). "Sosok Kiai As'ad Humam, Kakek dalam Sampul Buku Iqro". Kompas. Diakses tanggal 2025-01-12.

Bacaan lanjut

  • Isnanto, M. 1997. K.H. As'ad Humam: aktivitas dan pemikirannya. Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta, Indonesia. 75 pp.
  • Nakamura, Mitsuo (2012). The Crescent Arises over the Banyan Tree: A Study of the Muhammadiyah Movement in a Central Javanese Town, c.1910s-2010 (Second Enlarged Edition). Singapore: ISEAS Publishing. ISBN 978-981-4311-86-1.
  • Gade, Anna M. (2004-04-30). Perfection Makes Practice: Learning, Emotion, and the Recited Quran in Indonesia (dalam bahasa Inggris). University of Hawaii Press. ISBN 978-0-8248-2599-7.
20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Artikel bertopik biografi tokoh Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan