Rabu, 30 September 2026
15:51 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu
Archaeoraptor

Archaeoraptor

Bagikan:
Fosil "Archaeoraptor"
330px-Archaeoraptor.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rekonstruksi hipotetis "Archaeoraptor" dan material pembangunnya: Yanornis dan Microraptor.

"Archaeoraptor" adalah sebuah nama generik untuk sebuah khimaira fosil dari Tiongkok pada sebuah artikel yang diterbitkan di majalah National Geographic pada 1999. Majalahnya mengklaim bahwa fosil ini merupakan sebuah "rantai yang hilang" antara burung dan dinosaurus theropoda darat. Bahkan sebelum penerbitan ini, terdapat keraguan besar mengenai keaslian fosil ini. Studi ilmiah lebih lanjut mengungkap bahwa fosil ini adalah sebuah fosil palsu yang terbuat dari potongan-potongan dari fosil asli yang disusun ulang dari beberapa fosil spesies yang berbeda. Zhou et al. menemukan bahwa kepala dan bagian tubuh atasnya merupakan bagian dari spesimen fosil burung primitif Yanornis.[1] Studi tahun 2002 menunjukkan bahwa ekornya berasal dari seekor dromaeosaurid bersayap kecil, Microraptor, yang dinamai pada 2000.[2] Kaki dan pahanya milik hewan yang masih belum diketahui saat ini.[3][4]

Skandal ini memberi perhatian ke transaksi fosil ilegal yang dilaksanakan di Tiongkok. Meski "Archaeoraptor" merupakan fosil palsu, banyak contoh dinosaurus berbulu sungguhan telah ditemukan, mendemonstrasikan hubungan evolusioner antara burung dan theropoda lainnya.[5]

Referensi

  1. ↑ Zhou, Zhonghe, Clarke, Julia A., Zhang, Fucheng. "Archaeoraptor's better half." Nature Vol. 420. 21 November 2002. pp. 285.
  2. ↑ Mayell, Hillary (2002-11-20). "Dino Hoax Was Mainly Made of Ancient Bird, Study Says". National Geographic. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Mei 2008. Diakses tanggal 2008-06-13.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Holden, Constance. "Florida Meeting Shows Perils, Promise of Dealing for Dinos" Science 14 April 2000. Vol.288 no.5464 pp.238-239. DOI:10.1126/science.288.5464.238a
  4. ↑ Timothy Rowe, Richard A. Ketcham, Cambria Denison, Matthew Colbert, Xing Xu, Philip J. Currie, 2001, "Forensic palaeontology: The Archaeoraptor Forgery", Nature 410, 539 - 540 (29 Mar 2001), DOI:10.1038/35069145
  5. ↑ Padian, Kevin. (2004). "Basal Avialae". Dalam Weishampel, David B.; Dodson, Peter; Osmólska, Halszka (ed.). The Dinosauria (Edisi Second). Berkeley: University of California Press. hlm. 210–231. ISBN 978-0-520-24209-8.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan