Rabu, 14 Oktober 2026
01:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Ao (mitologi)

Ao (mitologi)

Bagikan:
Artikel ini mengandung Teks Tionghoa. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan Karakter Tionghoa.
250px-BLW_Brush_Pot_with_Kui_Xing.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pot bergambar Kui Xing, Dewa Sastra, berdiri dengan satu kaki di atas kepala Ao

Ao (Chinese: 鳌, Áo) adalah penyu laut raksasa dalam mitologi Tiongkok. Ia tinggal di Laut China Selatan pada masa pembentukan dunia. Saat Nüwa sang pencipta manusia sedang memperbaiki langit akibat bencana besar, ia memotong keempat kaki Ao untuk digunakan sebagai penyangga langit.

Legenda lain menyebutkan bahwa Ao masih hidup dan tinggal di laut Bohai. Di sana, ia mengangkut ketiga pulau Delapan Dewa, yaitu Gunung Penglai, Gunung Fangzhang, dan Gunung Yingzhou, di punggungnya.[1]

Ia diperkirakan memberikan pengaruh pada wujud Bixi, patung setengah naga-setengah penyu milik Kekaisaran Tiongkok. Bixi dianggap sebagai putra Raja Naga yang mampu membawa beban teramat berat di punggungnya. Patung Bixi membawa prasasti merupakan monumen yang banyak dijumpai di seluruh Asia Timur.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan