Jumat, 16 Oktober 2026
02:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Anwar Iskandar

Anwar Iskandar

ulama, kiai, sekaligus menjabat sebagai wakil Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Bagikan:
Muhammad Anwar Iskandar
مُحَمَّدْ اَنْوَارْ إِسْكَنْدَارْ
250px-Anwar_Iskandar_sebagai_Anggota_Dewan_Pertimbangan_Presiden_RI_%282026%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesiake-9
Mulai menjabat
15 Agustus 2023
PresidenJoko Widodo
Prabowo Subianto
PendahuluK.H. Miftachul Akhyar
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
Mulai menjabat
2 oktober 2026
PresidenPrabowo Subianto
Ketua DewanPratikno
Wakil Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Mulai menjabat
12 Januari 2022
Rais ‘AamK.H. Miftachul Akhyar
Informasi pribadi
Lahir(1950-04-24)24 April 1950
KewarganegaraanIndonesia
Suami/istri1. Qoni'atuz Zahro
2. Yayan Handayani
Orang tuaIskandar & Siti Robi’ah Al-Adawiyah
Pendidikan1. Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Banyuwangi
2. Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri
3. Pondok Pesantren Al-Falah Kota Kediri
Almamater1. Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri
2. UIN Syarif Hidayatullah
ProfesiUlama, Kiai

Muhammad Anwar Iskandar (lahir 24 April 1950) adalah seorang ulama, kiai, sekaligus menjabat sebagai wakil Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Saat ini ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui rapat pleno MUI pada 15 Agustus 2023 menggantikan K.H. Miftachul Akhyar yang telah mengundurkan diri. Kiprahnya sangat erat di organisasi Nahdlatul Ulama maupun di Majelis Ulama Indonesia. Kini ia juga merupakan merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien dan Pondok Pesantren Assa'idiyah yang berlokasi di Kota Kediri.[1][2]

Pendidikan

Riwayat pendidikannya diawali sejak ia dididik oleh ayahnya yang kebetulan seorang pendiri Pondok Pesantren Mambaul Ulum di Banyuwangi. Selain mempelajari ilmu agama dan kitab salaf, ia juga menimba ilmu pengetahuan umum di sekolah-sekolah formal di lingkungan pesantren ayahnya sejak tahun 1955 hingga menyelesaikan pendidikan Madrasah Aliyah pada 1964.[3]

Pada tahun 1967, ia menimba ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri selama empat tahun di bawah asuhan K.H. Mahrus Aly. Selain itu ia juga pernah mengaji di pondok pesantren lainnya seperti Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kota Kediri, Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang, dan lain-lain.

Ia juga menempuh pendidikan tinggi dan mendapatkan gelar sarjana muda di Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri pada tahun 1969. Kemudian pada 1970 ia berangkat dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri menuju Jakarta untuk menempuh program sarjana lengkap di UIN Syarif Hidayatullah dengan mengambil Fakultas Adab jurusan Sastra Arab.

Setelah selesai di Jakarta, ia tidak langsung pulang ke kampung halamannya di Banyuwangi untuk berdakwah sebab telah banyak pemuka agama di sana. Pada akhirnya ia memutuskan bedakwah di Kota Kediri.

Keluarga

Ayah K.H. Anwar Iskandar bernama Kiai Iskandar, sedangkan ibunya bernama Siti Robi'ah Al Adawiyah. Pada tahun 1975 ia dinikahkan oleh K.H Mahrus Aly (pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo saat itu) dengan Qoni’atus Zahro, putri dari pimpinan Pondok Pesantren Assa'idiyah, Jamsaren, Pesantren, Kediri bernama Kiai Sa'id. Pada tahun 1990, ia menikah untuk kedua kalinya dengan Yayan Handayani dari Bogor.[4]

Kiprah

Di bidang pendidikan

  1. Ketua Yayasan Assa'idiyah, Jamsaren, Pesantren, Kediri sejak tahun 1982.
  2. Pendiri Pondok Pesantren Al-Amien, Rejomulyo, Kota, Kediri pada tahun 1995.
  3. Ketua yayasan Universitas Islam Kadiri (UNISKA), Manisrenggo, Kota, Kediri sejak tahun 1985.

Di bidang organisasi dan dakwah

  1. Anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Banyuwangi pada tahun 1965.
  2. Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ketika berkuliah di Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri.
  3. Anggota pengurus besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ketika berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
  4. Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) cabang Kota Kediri dua periode pada tahun 1975.
  5. Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri pada tahun 1982.
  6. Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada tahun 1997.
  7. Wakil Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada tahun 2022.
  8. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 2023.

Di bidang politik

  1. Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) utusan Provinsi Jawa Timur pada tahun 1998.[2]
  2. Ketua DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) pada tahun 2008.

Tanda kehormatan

Referensi

  1. ↑ "Profil KH Anwar Iskandar, Ketum MUI Pengganti KH Miftachul Akhyar". NU Online Jatim. Diakses tanggal 2023-08-16.
  2. 1 2 Febriani, Anisa Rizki. "Profil KH Anwar Iskandar, Ketum MUI yang Baru Pengganti KH Miftachul Akhyar". detikhikmah. Diakses tanggal 2023-08-16.
  3. ↑ DIA, Yayasan (2016-09-11). "Biografi KH Muhammad Anwar Iskandar". Biografi KH Muhammad Anwar Iskandar (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-08-16.
  4. ↑ DIA, Yayasan (2016-09-11). "Biografi KH Muhammad Anwar Iskandar". Biografi KH Muhammad Anwar Iskandar (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-08-16.
  5. ↑ Ulya, Fika Nurul (25 Agustus 2025). "122 Tokoh dan Ahli Waris Hadir di Istana, Terima Tanda Kehormatan dari Prabowo". Kompas.com. Diakses tanggal 26 Agustus 2025.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan