Senin, 12 Oktober 2026
19:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Antiokhos I Soter

Antiokhos I Soter

penguasa Kekaisaran Seleukia

Bagikan:
Antiokhos I Soter
330px-Ai-Khanoum-gold_stater_of_Antiochos1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koin emas Antiokhos I yang ditemukan di Ai-Khanoum, sek. 275 SM. Bagian depan: Kepala Antiokhos yang bermahkota. Bagian belakang: Apollo telanjang
Raja Dinasti Seleukia
Penguasa Asia
Raja Diraja Iran
BerkuasaSeptember 281 – 2 June 261 SM
PendahuluSeleukos I Nikator
PenerusAntiokhos II Theos
Lahirsek. 324 SM
Babilon, Mesopotamia
Meninggal2 Juni 261 SM (usia 61–63)
AyahSeleukos I Nikator
IbuApama
PasanganStratonike
KeturunanSeleukos
Laodike
Apama
Stratonike
Antiokhos II Theos
WangsaSeleukidai

Antiokhos I Soter (bahasa Yunani:Αντίοχος Α' Σωτήρ, Antiokhos Sang Penyelamat, meninggal 261 SM), adalah raja Dinasti Seleukia, berkuasa atas kawasan Iran, Syria, dan Anatolia pada 281-261 SM. Saat berkuasa, Antiokhos I berusaha menjaga stabilitas kerajaannya yang luas, dari memadamkan beberapa pemberontakan sampai berperang dengan kekuatan di sekitar kerajaan. Antiokhos juga melanjutkan hubungan baik dengan Maurya. Sepeninggalnya, takhta diwariskan kepada putranya, Antiokhos II Theos.

Awal kehidupan

Ayah Antiokhos adalah Seleukos I Nikator[1][2] dan ibunya adalah Apama, putri Spitamana yang merupakan penguasa dan bangsawan Sogdia.[3][4] Apama termasuk perempuan bangsawan Iran yang dinikahkan Aleksander Agung untuk para jenderalnya dalam pernikahan massal di Susa pada 324 SM, sebagai bentuk simbolis penyatuan budaya Yunani dan Iran.[5] [6] Identitas Apama kemudian dikaburkan sebagai putri dari Darius III, Raja Diraja Iran terakhir dari Dinasti Akhemeniyah, untuk memberi legitimasi atas kekuasaan Dinasti Seleukia di Iran.[7]

250px-David-Antiochus_et_Stratonice.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Antiokhos dan Stratonike (1774), Jacques-Louis David, École nationale supérieure des Beaux-Arts.

Pada 294 SM, Antiokhos menikah dengan Stratonike yang merupakan putri Demetrios, Raja Makedonia. Awalnya Stratonike adalah istri dari Seleukos dan pasangan tersebut memiliki seorang putri bernama Phila. Namun saat mengetahui bahwa Antiokhos sakit berat lantaran mencintai Stratonike, Seleukos menikahkan mantan istrinya tersebut dengan putranya.[8] Pada 292 SM, Seleukos mengangkat Antiokhos sebagai raja muda dan memerintah atas provinsi-provinsi timur. Pengangkatan ini dilakukan lantaran luasnya wilayah kekuasaan Seleukos membutuhkan pemerintahan ganda.

Pemerintahan dan peperangan

Setelah Seleukos dibunuh pada 281 SM, Antiokhos berusaha menjaga keutuhan kerajaan dan hal itu bukan hal mudah. Pemberontakan pecah di Syria. Antiokhos segera dipaksa untuk berdamai dengan pembunuh ayahnya, Ptolemaios Keraunos, dan menanggalkan klaim atas kepemimpinan Makedonia dan Trakia. Di Anatolia, Antiokhos tidak bisa melemahkan Bitinia dan beberapa dinasti Persia yang memerintah Kapadokia.[6] Pada 278 SM, Galia menerobos masuk ke Anatolia, dan kemenangan Antiokhos atas Galia dengan menggunakan gajah perang India (275 SM) dikatakan sebagai asal mula disematkannya gelar Soter "Sang Penyelamat" pada Antiokhos.[6]

Pada akhir 275 SM, pertanyaan mengenai kepemimpinan wilayah Koile Suriah mulai mencuat di antara Dinasti Seleukia dan Ptolemaios, menyebabkan Peperangan Suriah Pertama. Meski selama ini Dinasti Ptolemaios menguasai kawasan tersebut, Dinasti Seleukia juga mengklaim Koile Suriah sebagai bagian dari kekuasaannya. Perang tidak secara material mengubah garis besar kedua kerajaan, meskipun kota-kota perbatasan seperti Damaskus dan distrik pesisir Asia Kecil mungkin berpindah tangan.[6]

Antiokhos I memelihara hubungan diplomatik yang bersahabat dengan Maharaja Bindusara, penguasa Kemaharajaan Maurya di India. Diimachos dari Plateia adalah duta besar Antiokhos di istana Bindusara. Penulis Yunani abad ke-3 Athenaios, dalam karyanya berjudul Deipnosophistae, menyebutkan sebuah kejadian yang dia pelajari dari tulisan-tulisan sejarawan Igisandros, "Bindusara meminta Antiokhos untuk mengiriminya anggur manis, buah ara kering, dan seorang sofis.[a] Antiokhus menjawab bahwa dia akan mengirim anggur dan buah ara, tetapi hukum Yunani melarang dia untuk menjual seorang sofis.[9][10]

250px-Antiochos_I_Soter_Ai_Khanoum_mint.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koin Antiokhos I Soter, percetakan Ai-Khanoum.

Putra sulung Antiokhos, Pangeran Seleukos telah memerintah di timur sebagai raja muda dari sekitar 275 SM sampai 268/267 SM, tetapi Antiokhos kemudian menghukum mati putranya pada tahun terakhir dengan dakwaan pemberontakan. Sekitar 262 SM, Antiokhos mencoba mematahkan kekuatan Pergamum yang sedang tumbuh dengan kekuatan senjata, tetapi menderita kekalahan di dekat Sardis dan meninggal tak lama kemudian pada 261 SM.[6] Takhta kemudian diwariskan pada putra keduanya, Antiokhos II Theos.[11]

Pembangunan

Kronik Reruntuhan Esagila, tertanggal antara 302 dan 281 SM, menyebutkan bahwa seorang putra mahkota, kemungkinan besar Antiokhos, memutuskan untuk membangun kembali reruntuhan kuil Babilonia Esagila, dan membuat pengorbanan sebagai persiapan. Namun, saat berada di sana, dia tersandung puing-puing dan jatuh. Dia kemudian memerintahkan pasukannya untuk menghancurkan sisa-sisa reruntuhan terakhir.[12] Pada 268 SM, Antiokhos meletakkan dasar untuk Kuil Ezida di Borsippa.[13]

Penelitian baru-baru ini dengan kuat menunjukkan bahwa kota Ai-Khanoum, terletak di Afghanistan utara, di pertemuan Sungai Panj dan Sungai Kokcha dan di ambang pintu anak benua India, didirikan sekitar 280 SM oleh Antiokhos.[14][15]

Catatan

  1. ↑ Sofis (σοφιστής) adalah istilah untuk guru di Yunani Kuno. Sofis mengkhususkan diri dalam satu atau lebih bidang studi, seperti filsafat, retorika, musik, atletik (budaya fisik), dan matematika.

Rujukan

  1. ↑ "Antiochus I Soter | Seleucid king". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-07-25.
  2. ↑ "Antiochus I Soter - Livius". www.livius.org. Diakses tanggal 2021-07-25.
  3. ↑ Magill, Frank N. et al. (1998), The Ancient World: Dictionary of World Biography, Volume 1, Pasadena, Chicago, London,: Fitzroy Dearborn Publishers, Salem Press, hlm. 1010, ISBN0-89356-313-7.
  4. ↑ Holt, Frank L. (1989), Alexander the Great and Bactria: the Formation of a Greek Frontier in Central Asia, Leiden, New York, Copenhagen, Cologne: E. J. Brill, hlm. 64–65 (see footnote #63 for a discussion on Spitamenes and Apama), ISBN90-04-08612-9.
  5. ↑ Arrianos, Anabasis 7.4.6
  6. 1 2 3 4 5  Satu atau lebih kalimat sebelum ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Seleucid Dynasty s.v. Antiochus I. Soter" . Encyclopædia Britannica. Vol. 24 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 604.
  7. ↑ Shahbazi, A. Sh. "Apama". Encyclopaedia Iranica.
  8. ↑ Plutarkhos, Demetrius, 38 gives the most famous account of this tale. See also Appian, Syr. IX.59
  9. ↑ Kosmin 2014, hlm. 34–35.
  10. ↑ Mookerji 1966, hlm. 38. sfn error: tanpa target: CITEREFMookerji1966 (bantuan)
  11. ↑ Smith, Andrew. "Johannes Malalas - translation". www.attalus.org. Diakses tanggal 2017-06-06.
  12. ↑ "BCHP 6 (Ruin of Esagila Chronicle)". Livius.
  13. ↑ Oelsner, Joachim (2000). "Hellenization of the Babylonian Culture?" (PDF). The Melammu Project. Diakses tanggal 6 Juni 2017.
  14. ↑ Lyonnet, Bertille (2012). "Questions on the Date of the Hellenistic Pottery from Central Asia (Ai Khanoum, Marakanda and Koktepe)". Ancient Civilizations from Scythia to Siberia. 18: 143–173. doi:10.1163/157005712X638672.
  15. ↑ Martinez-Seve, Laurianne (2014). "The Spatial Organization of Ai Khanoum, a Greek City in Afghanistan". American Journal of Archaeology. 118 (2): 267–283. doi:10.3764/aja.118.2.0267.

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Antiochus I.
Antiokhos I Soter
Lahir: 324 SM Meninggal: 261 SM
Didahului oleh:
Seleukos I Nikator
Raja Dinasti Seleukia
Penguasa Asia
Raja Diraja Iran

September 281 – 2 June 261 SM
Diteruskan oleh:
Antiokhos II Theos
Penguasa era Helenistik
Argeadai
Antigonidai
Lagid (Ptolemaios)
Raja-raja Kirene
Seleukia
Lysimakhos
Antipatridai
Attalidon
Yunani-Baktria
Yunani-India
Raja-raja Bitinia
Raja-raja Pontos
Raja-raja Commagene
Raja-raja Kapadokia
Raja-raja Bosporos Kimmeria
Penguasa Helenistik didahului oleh para Satrap Helenistik di sebagian besar wilayah mereka.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan