Selasa, 20 Oktober 2026
02:47 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Ani Widyani

Ani Widyani

pegawai di Universitas Indonesia (Ilmu Hubungan Internasional)

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2024)
Infobox orangAni Widyani
250px-Ani_Widyani_Soetjipto%2C_21_December_2024_%281%29_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran28 Juni 1961 Suntingan nilai di Wikidata (65 tahun)
Kegiatan
Pekerjaanpegawai negeri sipil Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diUniversitas Indonesia Suntingan nilai di Wikidata

Ani Widyani Soetjipto (lahir 28 Juni 1961) adalah seorang akademisi dan peneliti ilmu hubungan internasional asal Indonesia. Sejak 21 Desember 2024, ia merupakan seorang guru besar di Universitas Indonesia (UI) dalam bidang Gender dan Hak Asasi Manusia dalam Hubungan Internasional.

Kehidupan pribadi dan pendidikan

Ani dilahirkan di Jakarta pada tanggal 28 Juni 1961 sebagai putri dari pasangan Soetjipto Wirosardjono, mantan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik, dan Muryati.[1] Setelah menyelesaikan pendidikannya di SMAN 1 Jakarta, Ani menempuh studi lanjut di jurusan Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia hingga memperoleh gelar sarjana pada tahun 1985. Ia lalu menempuh studi pascasarjana di Universitas Washington, AS, hingga memperoleh gelar magister bidang studi internasional pada tahun 1989 serta di Universitas Padjadjaran hingga memperoleh gelar doktor bidang ilmu hubungan internasional pada tahun 2017. Rekan kuliahnya di Universitas Padjadjaran termasuk mantan Presiden Dewan Keamanan PBB, Dian Triansyah Djani, dan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Febrian Alphyanto Ruddyard.[2]

Ani dewasa menikah dengan Hero Utomo Kuntjoro-Jakti, yang juga merupakan dosen ilmu hubungan internasional serta akademisi Asia Timur di Universitas Indonesia. Hero merupakan adik mantan Duta Besar RI untuk AS dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti. Ani dan Hero bertemu dalam studi magister mereka di Universitas Washington pada tahun 1987 dan keduanya menikah pada tahun 1994 ketika masih berada di AS. Pasangan tersebut kemudian tinggal di Jagakarsa, Jakarta Selatan, bersama putri mereka, Mirna Heradyani. Hero kemudian wafat pada tahun 1997 setelah menderita sakit sehingga keluarga Ani kemudian pindah ke rumah masa kecilnya di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.[1]

Karier akademik

Ani mulai mengajar sebagai dosen ilmu hubungan internasional di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1989 dengan spesialisasi kajian Asia Timur. Pada tahun 1996, Ani menjadi Kepala Departemen Ilmu Hubungan Internasional UI hingga tahun 1999.

Referensi

  1. 1 2 Febriane, Sarie (2012-03-25). "Aku & Rumahku: Dua Rumah, Satu Cinta". Kompas. hlm. 30.
  2. ↑ "Ani Widyani Soetjipto Political and Social ScientistThe nation needs grass roots democracy". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2014-09-09. Diakses tanggal 2024-12-29.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan