Kamis, 15 Oktober 2026
15:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Angka Dunbar

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2016)

Angka Dunbar adalah usulan perkiraan batas kemampuan kognitif seseorang terhadap jumlah maksimal orang yang dapat dibina dalam hubungan sosial yang stabil. Hubungan tersebut menandakan seseorang tahu siapa saja orang yang dikenalnya dan bagaimana mereka saling terkait satu sama lain.[1] Angka Dunbar pertama dicetuskan oleh antropolog Britania Raya Robin Dunbar, yang menemukan korelasi antara ukuran otak dan ukuran rata-rata kelompok sosial pada primata. Dengan menggunakan ukuran rata-rata otak manusia dan mengekstrapolasinya dari data pada primata, Dunbar berpendapat bahwa manusia hanya dapat membina 150 hubungan yang stabil.[2] Para pengusung ide ini menyatakan bahwa jumlah orang yang lebih banyak membutuhkan peraturan, bukum, dan norma yang mengikat untuk mempertahankan kelompok yang stabil dan kohesif. Angka Dunbar diperkirakan antara 100 dan 230 dan pada umumnya ditetapkan pada batas 150 orang.[3][4] Angka Dunbar menetapkan jumlah orang yang dikenal seseorang dan saling berhubungan sosial. Angka ini tidak mencakup orang-orang yang dikenal secara personal tetapi hubungan sosialnya sudah berakhir. Orang-orang yang dikenal secara umum tanpa hubungan sosial yang tetap juga tidak masuk dalam angka ini dan jumlahnya mungkin lebih banyak dan sangat tergantung pada ukuran ingatan jangka panjang.

Dunbar berpendapat bahwa "batas ini adalah fungsi langsung dari ukuran relatif neokorteks, sehingga membatasi ukuran kelompok ... batas yang ditetapkan oleh kapasitas pemrosesan neokorteks ini adalah jumlah individu yang bisa membina hubungan interpersonal yang stabil dengan kita." Selain itu, angka ini juga meliputi kolega-kolega lama seperti teman sekolah yang ingin berteman lagi setelah reuni.[5]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Gladwell, Malcolm (2000). The Tipping Point – How Little Things Make a Big Difference. Little, Brown and Company. hlm. 177–181, 185–186. ISBN 0-316-34662-4.
  2. ↑ Purves, D. (2008). Principles of cognitive neuroscience. Sinauer Associates Inc.
  3. ↑ Hernando, A.."Unravelling the size distribution of social groups with information theory on complex networks".
  4. ↑ "Don't Believe Facebook; You Only Have 150 Friends". NPR. 4 Juni 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Carl Bialik (16 November 2007). "Sorry, You May Have Gone Over Your Limit Of Network Friends". The Wall Street Journal Online. Diakses tanggal 2007-12-02.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjutan

  • Healy, S. D., & Rowe, C. (2007). A critique of comparative studies of brain size. Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences, 274(1609), 453-464.
  • Dunbar, R.I.M. (Juni 1992). "Neocortex size as a constraint on group size in primates". Journal of Human Evolution. 22 (6): 469–493. doi:10.1016/0047-2484(92)90081-J.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Dunbar, R.I.M. (1993), Coevolution of neocortical size, group size and language in humans, Behavioral and Brain Sciences 16 (4): 681–735.
  • Edney, J.J. (1981a). Paradoxes on the commons: Scarcity and the problem of equality. Journal of Community Psychology, 9, 3–34.
  • Sawaguchi, T., & Kudo, H. (1990), Neocortical development and social structure in primates, Primates 31: 283–290.
  • Wong, David (2005) Inside the Monkeysphere, , a semi-satirical introduction to Dunbar's Number for the average internet user.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan