Minggu, 04 Oktober 2026
01:54 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Angin pasat

Angin pasat

Bagikan:
330px-Map_prevailing_winds_on_earth.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Angin baratan (panah biru) dan angin pasat (panah kuning dan coklat)

Angin pasat[1][2] adalah angin yang bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropis menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa).[3] Terdiri dari Angin Pasat Timur Laut bertiup di belahan Bumi utara dan Angin Pasat Tenggara bertiup di belahan Bumi selatan.

Sejarah

250px-Spanish_Galleon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah kapal galiung Spanyol

Secara etimologi, istilah bahasa Inggris trade winds berakar dari kosakata abad ke-14 (bahasa Inggris Pertengahan Akhir) yang berarti "jalur" atau "lintasan".[4] Dalam sejarah navigasi, penjelajah Portugis telah memahami pentingnya angin ini bagi pelayaran di Samudra Atlantik sejak awal abad ke-15. Mereka memanfaatkan fenomena tersebut melalui teknik volta do mar (bahasa Portugis untuk "putaran laut" atau "kembali dari laut"). Saat bertolak dari Afrika Barat, para pelaut sengaja mengarahkan kapal jauh ke barat dan barat laut menjauhi daratan utama. Dari posisi tersebut, mereka baru berbelok ke timur laut menuju Kepulauan Azores, lalu mengarah ke timur untuk mencapai daratan Eropa. Pola serupa juga diterapkan untuk menuju Afrika Selatan; kapal harus berlayar memutar ke tengah samudra mendekati Brasil, sebelum akhirnya berbelok kembali ke timur di sekitar garis lintang 30°LS. Rute memutar ini diperlukan karena pelayaran langsung ke selatan dengan menyusuri pesisir Afrika akan tertahan oleh angin sakal di belahan bumi selatan. Sementara itu, sistem sirkulasi angin Samudra Pasifik secara menyeluruh yang memadukan angin pasat timuran dan angin baratan di lintang tinggi baru dipahami oleh bangsa Eropa setelah pelayaran Andrés de Urdaneta pada tahun 1565.

Kapten kapal layar selalu mencari rute pelayaran dengan perkiraan arah angin yang searah dengan tujuan perjalanan. Selama Zaman Pelayaran, pola angin yang dominan membuat berbagai belahan dunia menjadi mudah atau sulit diakses. Oleh karena itu, hal ini berdampak langsung pada pembentukan imperium-imperium Eropa dan turut memengaruhi geografi politik modern. Sebagai contoh, kapal galeon Manila sama sekali tidak dapat berlayar melawan arah angin.

330px-Edmond_Halley%27s_map_of_the_trade_winds%2C_1686.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta angin pasat karya Edmond Halley, 1686.

Memasuki abad ke-18, pentingnya angin pasat bagi armada kapal dagang Inggris untuk menyeberangi Samudra Atlantik membuat masyarakat umum dan pakar etimologi mengaitkan nama tersebut dengan makna kata "trade" yang muncul belakangan, yaitu "perdagangan (luar negeri)". Antara tahun 1847 dan 1849, Matthew Fontaine Maury mengumpulkan informasi yang cukup untuk menyusun peta angin dan arus bagi samudra-samudra di dunia.

Referensi

  1. ↑ Sudibyakto (2003). "Anomali Iklim dan Mitigasi Kebakaran Hutan di Indonesia". Majalah Geografi Indonesia. 17 (1): 71–80.
  2. ↑ Rahayu, N. R. (2011). An Analysis of Translation Techniques and Quality on Scientific Terms Related to Weather and Climate (PDF). Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
  3. ↑ Glossary of Meteorology (2010). "trade winds". American Meteorological Society. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-11. Diakses tanggal 2008-09-08.
  4. ↑ Random House (Firm), ed. (2000). Random House Webster's college dictionary (Edisi 2nd revised and updated Random House ed). New York: Random House. ISBN 978-0-375-42560-8.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan


Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan