Senin, 19 Oktober 2026
16:36 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Andreas dari Kreta

Andreas dari Kreta

Bagikan:
Santo Andreas dari Kreta
250px-Andrew_of_Crete.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ikon Rusia yang menggambarkan Santo Andreas dari Kreta (kiri) dan Santa Maria dari Mesir
Bapa Yang dimuliakan
Lahirskt. 650
Damaskus
Meninggal4 Juli 712 atau 726 atau 740
Metilene
Dihormati diGereja Ortodoks
Gereja Katolik Roma
Pesta4 Juli
AtributVestimentum sebagai Uskup, memegang Kitab Injil atau Gulungan, dengan tangan kanannya yang diangkat untuk memberkati. Secara ikonografi, Santo Andreas digambarkan berambut lebat panjang berwarna abu-abu dan berjenggot.

Santo Andreas dari Kreta (bahasa Yunani:Ἀνδρέας Κρήτης, skt. 650 – 4 Juli 712 atau 726 atau 740), juga dikenal sebagai Andreas dari Yerusalem, merupakan Uskup, Teologi, Homili,[1] dan Himne. Ia dihormati sebagai Santo oleh Gereja Ortodoks dan Gereja Katolik Roma.

Kehidupan

Santo Andreas dilahirkan di Damaskus, ia berasal dari keluarga Kristen. Andreas bisu sejak lahir sampai ia berusia tujuh tahun, ketika menurut Hagiografi, ia sembuh secara ajaib setelah menerima Ekaristi. Ia memulai Eklesiologi kariernya pada usianya yang ke-14 di Lavra Santo Sabas, di dekat Yerusalem, di mana ia dengan cepat menarik perhatian atasannya. Theodore, Locum Patriark Ortodoks Yerusalem (745–770) menjadikannya sebagai Diakon Agung, dan mengirimkannya ke ibu kota kekaisaran di Konstantinopel sebagai wakil resminya di Konsili Ketiga Konstantinopel (680–681), yang telah dipanggil oleh Kaisar Konstantinus IV, untuk menentang ajaran sesat Monotelitisme.

Tak lama setelah Konsili ia dipanggil kembali ke Konstantinopel dari Yerusalem dan diangkat sebagai Diakon Agung di "Gereja Besar" Hagia Sophia. Akhirnya, Andreas diangkat menjadi Uskup metropolit Takhta episkopal Gortyna, di Kreta. Meskipun ia pernah menjadi lawan dari bid'ah monoteletisme, tetapi ia menghadiri conciliabulum pada tahun 712, di mana keputusan dari Konsili Ekumenis dihapuskan. Namun pada tahun berikutnya ia bertobat dan kembali ke Ortodoks. Setelah itu, ia menyibukkan dirinya dengan berkhotbah, menulis himne, dan lainnya. Sebagai seorang pengkhotbah, wacananya dikenal dengan kemartabatan yang mengungkapkan keharmonisan, di mana ia dianggap sebagai salah satu orator gerejawi terkemuka di zaman Kekaisaran Romawi Timur.

Sejarawan gereja bertentangan pendapat mengenai tanggal kematiannya. Apa yang diketahui adalah bahwa ia meninggal di pulau Metilene, ketika kembali ke Kreta dari Konstantinopel, di mana ia menjalankan bisnis gerejanya. Reliknya kemudian dipindahkan ke Konstantinopel. Pada tahun 1350 peziarah Rusia yang saleh, Stefan dari Novgorod melihat reliknya di Biara Santo Andreas dari Kreta di Konstantinopel.

Hari perayaan Santo Andreas dari Kreta adalah 4 Juli Kalender liturgikal Ortodoks Timur (bagi gereja-gereja yang mengikuti Kalender Julius, 4 Juli jatuh pada tanggal 17 pada Kalender Gregorius).

Catatan

  1. ↑ A list of forty of his discourses, together with twenty-one edited sermons, is given in Patrologia Graeca, XCVII, 801-1304.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan