Senin, 12 Oktober 2026
06:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Ali Soilih

Ali Soilih

Presiden Komoro ke-3

Bagikan:
Ali Soilih
علي صويلح
250px-Ali_Soilih_illustration.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Ali Soilih
Presiden Komoro ke-3
Masa jabatan
3 Januari 1976 –13 Mei 1978
PendahuluSaid Mohamed Jaffar
PenggantiSaid Atthoumani
Informasi pribadi
LahirAli Soilih M'Tsashiwa
7 Januari 1937
Meninggal29 Mei 1978(1978-05-29) (umur 41)
Moroni, Komoro

Ali Soilih M'Tsashiwa (bahasa Arab:علي صويلح lahir 7 Januari 1937 – 29 Mei 1978) adalah seorang tokoh revolusioner dan politik sosialis Komoro yang menjabat sebagai Presiden Komoro ketiga dari 3 Januari 1976 hingga 13 Mei 1978.

Biografi

Soilih lahir di Majunga, Madagaskar pada 7 Januari 1937.[1] Pada tahun 1967, Ali Soilih terpilih menjadi anggota Majelis Nasional.[1] Pada tahun 1970, ia terjun ke dunia politik sebagai pendukung Said Ibrahim, pemimpin Majelis Demokratis Rakyat Komoro (RDPC).[2] Ia kemudian diangkat sebagai menteri peralatan dan pariwisata.[1] Tak lama kemudian, ia mengembangkan ideologi yang bersikap bermusuhan terhadap Prancis sebagai bekas kekuatan kolonial. Gagasan-gagasannya bersifat sosialis, dan ia meninggalkan keyakinan Islamnya serta menjadi seorang ateis.[3]

Pada 3 Agustus 1975, kurang dari sebulan setelah Komoro merdeka dari Prancis, Soilih menggulingkan Presiden Said Mohamed Jaffar dan menjadi kepala dewan revolusioner yang mengambil alih pemerintahan Komoro. Soilih, yang para pendukungnya nyaris tidak bersenjata, menyewa tentara bayaran Prancis, Bob Denard, untuk menggulingkan Ahmed Abdallah. Ia secara resmi menjadi Presiden Dewan Revolusioner pada Januari 1976. Berdasarkan ketentuan konstitusi baru, ia memperoleh kekuasaan yang sangat luas dan menerapkan kebijakan ekonomi sosialis.[4] Pada tahun 1977, ia mengadakan referendum mengenai masa jabatannya, yang disetujui oleh 56,63% pemilih.[5]

Penggulingan dan pembunuhan

Pada 13 Mei 1978, Ali Soilih akhirnya digulingkan oleh pasukan yang terdiri dari 50 tentara bayaran, sebagian besar merupakan mantan pasukan terjun payung Prancis yang disewa oleh mantan pemimpin yang diasingkan, Ahmed Abdallah, dan dipimpin oleh Kolonel Prancis Bob Denard.[6] Abdallah kembali menjabat sebagai presiden, kebijakan-kebijakan Soilih dibatalkan, dan nama negara diubah menjadi "Republik Federal Islam Komoro".[7] Pada 29 Mei, Soilih ditembak mati; menurut keterangan resmi pemerintah, ia ditembak saat mencoba melarikan diri dari tahanan rumah.[8] Ia berusia 41 tahun ketika meninggal.

Referensi

  1. 1 2 3 "Ali Soilihi". 8 Agustus 2022. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Agustus 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Comoros: The Break with France". Country Data. Retrieved May 23, 2013.
  3. ↑ "Comoros & Mayotte". Statraveluk.lonelyplanet.com. Diakses tanggal 11 Mei 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  4. ↑ The Europa World Year Book, V1 Taylor & Francis Group
  5. ↑ Elections in the Comoros African Elections Database
  6. ↑ Comoros - The Soilih Regime
  7. ↑ Lehtinen, Terhi. "The Secessionist Crisis in the Comoros Islands" Diarsipkan 2011-07-23 di Wayback Machine. Conflict Transformation Services. Retrieved May 23, 2013.
  8. ↑ "Ex-Comoro Island Chief Reported Shot to Death While Trying to Escape". The New York Times. Mei 29, 1978.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) (perlu berlangganan)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan