Rabu, 04 November 2026
01:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Alfonso de Galarreta

Alfonso de Galarreta

Bagikan:

Alfonso de Galarreta

Uskup Auksilier Serikat Santo Pius X
250px-Dom_Alfonso_de_Galarreta_mirrored.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Uskup Alfonso de Galarreta, pada sekitar tahun 2011.
Imamat
Tahbisan imam
24 Agustus 1980
oleh Marcel Lefebvre
Tahbisan uskup
30 Juni 1988
oleh Marcel Lefebvre
Informasi pribadi
Lahir14 Januari 1957 (umur 69)
Torrelavega, Spanyol
KewarganegaraanSpanyol
DenominasiGereja Katolik
AlmamaterSeminari Internasional Santo Pius X
SemboyanOmnia per Mariam
(Semuanya oleh Maria)
LambangLambang Alfonso de Galarreta
Sejarah tahbisan Alfonso de Galarreta
Tahbisan imamat
Ditahbiskan olehMarcel Lefebvre
Tanggal tahbisan24 Agustus 1980
Tempat tahbisanLa Rega, Argentina
Tahbisan episkopal
Konsekrator utamaMarcel Lefebvre
Ko-konsekratorAntônio de Castro Mayer
Tanggal konsekrasi30 Juni 1988
Tempat konsekrasiSeminari Internasional Santo Pius X, Écône, Swiss
Uskup yang ditahbiskan oleh Alfonso de Galarreta sebagai konsekrator utama
Licínio Rangel28 Juli 1991

Alfonso de Galarreta Genua, FSSPX (lahir 14 Januari 1957), adalah seorang uskup Katolik tradisionalis Argentina kelahiran Spanyol dari Serikat Santo Pius X. Uskup de Galarreta menjabat sebagai Asisten Pertama Serikat Santo Pius X, yang bekerja di bawah pengarahan Petinggi Umum Fr. Davide Pagliarani, sejak 2018.[1] Selain itu, Uskup de Galaretta menjadi Presiden Komisi SSPX—Vatikan sejak 2009, yang mengarahkan perhubungan Serikat tersebut dengan Takhta Suci.[2]

Lahir di Cantabria, Spanyol utara, ia bermigrasi ke Argentina pada masa kecil. Alfonso de Galarreta menerima penahbisan imamat di Seminari Internasional Santo Pius X, Écône, Swiss, sebelum ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Agung Marcel Lefebvre di Buenos Aires pada 1980. Serikat tersebut mewakili titik balik Katolik tradisional melawan penerapan liberalisasi Konsili Vatikan Kedua. Alfonso de Galarreta menjadi salah satu dari empat imam SSPX (bersama dengan Frs. Bernard Fellay, Bernard Tissier de Mallerais dan Richard Williamson) yang ditahbiskan menjadi uskup dalam penahbisan Écône pada 1988. Penahbisan tersebut dilakukan oleh dua uskup Gereja Katolik, Uskup Agung Lefebvre dan Uskup Antônio de Castro Mayer, sebagai "tindakan darurat" karena Modernisme dalam Gereja Katolik, namun tanpa ijin Roma, dan sehingga Paus Yohanes Paulus II mengklaim dalam motu proprio Ecclesia Dei yang memberlakukan orang tersebut dengan ekskomunikasi latae sententiae dengan alasan ketidaktaatan.[3]

SSPX menyangkali validitas sah ekskomunikasi tersebut, dengan menyatakan bahwa penahbisan tersebut dibutuhkan karena krisis moral dan teologi dalam Gereja Katolik dan kemudian terus beroperasi tanpa pandang bulu.[4][5][6] Setelah penahbisan tersebut, Uskup de Galarreta menjadi Rekor Seminari Co-Redemptrix Bunda Maria di La Reja, Argentina, yang melayani Amerika Latin. Ia menjadi Petinggi Distrik SSPX Spanyol dan Portugal pada 1994, sebelum menjadi Asisten Kedua Serikat Santo Pius X pada 2002. Pada masa kepausan Paus Benediktus XVI pada 2009, Takhta Suci resmi mendeklarasikan remisi ekskomunikasi otomatis SSPX.[7]

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan