Selasa, 29 September 2026
10:20 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Agarta

Agarta

Kota atau kerajaan bawah tanah legendaris

Bagikan:
Refer to caption
Ilustrasi Agarta di dalam Bumi berongga, dari buku Agharta karya Walter Siegmeister tahun 1960

Agarta, Agartta, Agarti,[1] Agardhi atau Asgharta merupakan nama sebuah kota atau sebuah kerajaan, atau sebuah dunia mistis. Deskripsinya muncul dalam kesusasteraan Prancis pada abad ke-19 dalam buku-buku fiksi yang memberi kesaksian legenda dan mitos Hinduisme dan Buddhisme (dikenal sebagai Agarti).[2] Tema ini muncul kembali pada awal abad ke-20 dengan kesaksian yang diperdebatkan oleh seorang petualang akademik yang bepergian ke Mongolia. Legenda ini kemudian dihubungkan dengan mitos-mitos tentang dunia yang hilang (Hyperboreoi, Atlantis, Lemuria), dan dari tahun 1950-an hingga teori-teori bumi berongga.[3] Legenda ini telah diangkat oleh pergerakan Zaman Baru. Agarta umumnya disajikan sebagai penyimpanan pengetahuan atau kekuatan gaib dunia yang ideal.[4]

Referensi

  1. ↑ Ossendowski, Ferdinand; Palen, Lewis Stanton (2003), Beasts, Men and Gods, Kessinger Publishing, hlm. 118, ISBN 978-0-7661-5765-1
  2. ↑ Ferdynand Ossendowski (1922). Beasts, Men and Gods. New York: E. P. Dutton & Company.
  3. ↑ Eco, Umberto (5 Agustus 2006). "Commentary: Spheres of influence". The Observer.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Tamas, Mircea Alexandru (2003), Agarttha, the invisible center, Rose-Cross Books, ISBN 978-0-9731191-1-4

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan