Selasa, 22 September 2026
04:09 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Adee

Makanan Aceh

Adee
Tempat asalIndonesia
DaerahPidie Jaya - Aceh
Dibuat olehSuku Aceh di Gampong Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu
Suhu penyajianHangat atau suhu ruangan
Bahan utamaTerigu, santan, telur, margarin
VariasiAdee terigu dan singkong

Adee adalah salah satu kue tradisional khas Aceh yang terbuat dari campuran tepung terigu, daun pandan, gula, santan kental, vanili, air, telur ayam, garam, dan margarin.[1] Kue ini secara umum mirip kue bingka (Aceh: bingkang), yaitu memiliki memiliki bagian bawah berwarna hijau dari ekstrak daun pandan dan bagian atas berwarna cokelat yang dihasilkan dari karamelisasi gula aren atau gula pasir.[2]

Sejarah

250px-Lokasi_Aceh_Kabupaten_Pidie_Jaya.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kabupaten Pidie Jaya

Kue Adee pertama kali diproduksi oleh Ibu Maryam pada tahun 1967 di Dusun Dayah Kleng, Gampong Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Awalnya, kue ini dibuat hanya berdasarkan pesanan. Seiring berjalannya waktu, keahlian pembuatannya diwariskan kepada anaknya Ibu Hamidah, dan produksi kue Adee mulai meningkat seiring permintaan pelanggan[1]

Pada tahun 1977, kemasan awal kue Adee menggunakan kotak berukuran sedang. Kemudian, seiring peningkatan permintaan, digunakan kotak kue bolu yang disesuaikan ukurannya. Popularitas kue ini semakin meluas, terutama di bulan Ramadan di Kota Meureudu, di mana kue ini dapat terjual puluhan loyang dalam waktu singkat. Awalnya hanya tersedia saat Ramadan, kue Adee kini dapat ditemukan di berbagai kota di Aceh, seperti Banda Aceh, Sigli, Bireun, Lhokseumawe, dan Langsa. Pada tahun 2007, kue Adee mulai dikemas lebih eksklusif sebagai oleh-oleh khas Kabupaten Pidie Jaya.[1]

Proses pembuatan

Pembuatan kue Adee secara tradisional menggunakan sabut kelapa (tapeh) sebagai bahan bakar. Adonan dimasukkan ke dalam loyang dan dibakar dengan metode tradisional yang menempatkan sabut kelapa di bagian atas dan bawah seng. Metode ini membantu kue lebih awet tanpa bahan pengawet.[1] Proses pemanggangan juga dapat dilakukan menggunakan oven, atau memakai sejenis pemanggang berbahan seperti panci tahan api (neuleuk).[3]

Varian

Kue Adee tersedia dalam dua varian utama berdasarkan bahan dasarnya, yaitu yang dibuat dari tepung terigu dan dari singkong. Kue ini memiliki rasa manis dan legit, dengan tambahan bawang goreng di atasnya yang memberikan cita rasa gurih. Adanya aroma pandan yang khas juga menjadi salah satu daya tarik utama kue ini, menjadikannya favorit masyarakat serta pilihan kuliner wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, saat berkunjung ke Aceh. Tanpa penggunaan bahan pengawet, kue Adee memiliki daya tahan maksimal hingga empat hari.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Aceh, Budaya. "Cagar Budaya Aceh". Budaya Aceh. Diakses tanggal 2025-06-16.
  2. Kompasiana.com (2023-09-26). "Kue Adee Aceh". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-06-16.
  3. 1 2 redaksi (2025-02-18). "Kenyal dan Gurih Kue Adee, Jejak Kuliner Aceh yang Bertahan Pasca diterjang Tsunami". SUARA USU (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-16.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan