Sabtu, 24 Oktober 2026
23:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Acokanthera schimperi

Acokanthera schimperi

Bagikan:
Acokanthera schimperi
250px-Acokanthera_schimperi_-_K%C3%B6hler%E2%80%93s_Medizinal-Pflanzen-150.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Acokanthera schimperi[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Gentianales
Famili: Apocynaceae
Genus: Acokanthera
Spesies:
A. schimperi
Nama binomial
Acokanthera schimperi
Sinonim[2]
  • Acokanthera abyssinica K.Schum. nom. illeg.
  • Acokanthera deflersii Schweinf. ex Lewin
  • Acokanthera friesiorum Markgr.
  • Acokanthera ouabaio Cathelineau ex Lewin
  • Acokanthera schimperi (A. DC.) Benth. & Hook. f.
  • Arduina schimperi (A. DC.) Baill.
  • Carissa deflersii (Schweinf. ex Lewin) Pichon
  • Carissa friesiorum (Markgr.) Cufod.
  • Carissa inepta Perrot & Vogt
  • Carissa schimperi A.DC.

Acokanthera schimperi, pohon racun panah, termasuk dalam famili Apocynaceae, adalah pohon kecil yang berasal dari Afrika bagian timur dan tengah serta Yaman.

Kegunaan

Kulit kayu, kayu, dan akar Acokanthera schimperi digunakan sebagai bahan penting racun panah di Afrika. Semua bagian tumbuhan mengandung acovenoside A dan ouabaïne, yang merupakan glikosida kardiotonik . Buahnya dapat dimakan, dan dikonsumsi sebagai pangan kahat. Saat matang, buahnya manis tetapi juga sedikit pahit. Buah yang belum matang telah menyebabkan keracunan karena sangat beracun.[3]

Tikus berambut menyebarkan racun tanaman tersebut pada bulunya dan menjadi beracun.[4]

Tanaman ini juga digunakan dalam pengobatan tradisional Afrika.[5] Di Ethiopia, misalnya, daun Acokanthera schimperi secara tradisional digunakan untuk penyakit jaundis.[6]

Distribusi geografis

Acokanthera schimperi berasal dari Eritrea, Ethiopia, Somalia, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda dan Kongo. Ini adalah satu-satunya spesies dalam genus yang juga terdapat di luar Afrika, di Yaman selatan.[7]

Referensi

  1. ↑ illustration from Franz Eugen Köhler, Köhler's Medizinal-Pflanzen 1897
  2. ↑ "The Plant List: A Working List of All Plant Species".
  3. ↑ Schmelzer, G.H. & Gurib-Fakim, A. (Editors), 2008. Plant Resources of Tropical Africa 11(1). Medicinal plants 1. PROTA Foundation, Wageningen, Netherlands / Backhuys Publishers, Leiden, Netherlands / CTA, Wageningen, Netherlands. 791 pp.
  4. ↑ Morelle, Rebecca. "African crested rat uses poison trick to foil predators".{{cite news}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikan
  5. ↑ Gebre-Mariam, T; Schmidt, P. C.; Wutzler, P; Schmidtke, M (2006). "Antiviral activities of some Ethiopian medicinal plants used for the treatment of dermatological disorders". Journal of Ethnopharmacology. 104 (1–2): 182–7. doi:10.1016/j.jep.2005.08.071. PMID 16233967.{{cite journal}}: |first2= tidak memiliki |last2=
  6. ↑ Tewari, Devesh; Mocan, Andrei; Parvanov, Emil D; Sah, Archana N; Nabavi, Seyed M; Huminiecki, Lukasz; Ma, Zheng Feei; Lee, Yeong Yeh; Horbańczuk, Jarosław O (2017). "Ethnopharmacological Approaches for Therapy of Jaundice: Part I". Frontiers in Pharmacology. 8: 518. doi:10.3389/fphar.2017.00518. PMC 5559545. PMID 28860989.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  7. ↑ "Acokanthera schimperi". www.ville-ge.ch. Diakses tanggal 2017-08-07.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan