Sabtu, 26 September 2026
16:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Fir

Fir

genus tumbuh-tumbuhan

Cemara perak
Rentang waktu: 49–0 jtyl [1]
250px-Abies_koreana_%28szyszki%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bunga jantan dan betina dari Fir korea (Abies koreana)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Gymnospermae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Pinales
Famili: Pinaceae
Subfamili: Abietoideae
Genus: Abies
Mill.
Artikel takson sembarang

Fir adalah tumbuhan konifer dari genus Abies[2] yang terdiri dari 48-55 spesies. Pohon ini banyak ditemukan di pegunungan di Amerika Utara, Amerika Tengah, Eropa, Asia, dan Afrika Utara. Pohon ini terkait erat dengan genus Cedrus atau pohon aras (cedar).Pohon ini berkerabat dekat dengan genus Cedrus atau cedar dan Picea.

Pohon ini dapat mencapai tinggi 10 hingga 80 meter dengan diameter batang mencapai 4 meter. Pohon cemara perak dapat dibedakan dari spesies konifer lainnya dengan bentuk daun runcing yang unik, tidak adanya resin [2] dan ukuran bunga betinanya yang relatif lebih besar. Setiap spesies dari fir biasanya dibedakan dari ukuran dan susunan daun serta ukuran, bentuk, dan susunan bunga betina.

Dedaunan

250px-Abies_alba%2C_Wei%C3%9F_Tanne_1.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
A. alba - the underside of leaves with 2 whitish strips formed by wax-covered stomatal bands
250px-Abgragra-top.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
A. grandis foliage - upper side of the leaves
250px-Abies_Orjen_foliage.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Atypical A. alba foliage from Dinaric calcareous fir forests on Mt. Orjen

Susunan daunnya yang unik menjadi ciri khas dari pohon Cemara perak sehingga seolah-olah terlihat seperti mangkuk. Setiap daun memiliki lapisan lilin. Warna daunnya hijau dan relatif merata ke seluruh permukaan. Jumlah stomatanya relatif sedikit. Beberapa spesies memiliki warna daun yang hijau mengkilap karena keberadaan lapisan lilin tersebut. Namun ada juga yang tidak mengkilap. Beberapa spesies memiliki daun dengan noktah di ujungnya, beberapa memiliki daun dengan ujung yang membulat, ada juga yang ujungnya tajam. Namun setiap spesies memiliki daun muda yang berbentuk runcing. Biasanya dedaunan tersusun di kedua sisi ranting dengan bentuk seperti sisir.[3]

Bunga

250px-Abies_cone_%26_bits.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Intact and disintegrated Bulgarian fir cones
250px-Abies_holophylla_Manchurian_Fir_cones.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Immature cones of some of species or races are green, not purple-bluish. Manchurian fir.
250px-Manchurian_Fir_Abies_holophylla_disintegrating_cones.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Disintegrating cones of Manchurian fir

Runjung atau kerucut dari pohon cemara perak berbentuk tegak dan silindris dengan panjang mencapai 25 cm ketika sudah siap melepaskan bijinya. Meski ukurannya yang besar, tetapi bunganya tidak menggantung dan tetap berdiri tegak seperti lilin. Bunganya mulai tumbuh di musim panas dan mulai siap dibuahi di musim gugur. Bunga yang siap dibuahi memiliki warna yang bervariasi, dari biru dan ungu hingga coklat gelap.[3]

Pemanfaatan

Kayu pohon Cemara perak sangat terkenal namun tidak untuk digunakan sebagai bahan bangunan karena sifatnya yang lunak. Umumnya dipakai sebagai bahan baku pulp untuk pembuatan kertas atau sebagai bahan baku kayu lapis untuk desain interior. Kayu Cemara perak juga diketahui mudah dilubangi oleh serangga dan rusak oleh cuaca sehingga hanya diterapkan di dalam ruangan saja. Diperkirakan kayu ini hanya bertahan hingga 18 bulan jika digunakan di luar ruangan.

Berbagai jenis pohon Cemara perak terkenal sebagai pohon natal, dan umumnya dipilih spesies dengan daun yang beraroma serta tidak mudah rontok, seperti Abies nordmanniana, Abies procera, Abies fraseri, dan Abies balsamea.

Cemara perak juga digunakan untuk pengembang biakan berbagai jenis kupu-kupu dan ngengat.

Klasifikasi

250px-Abies_fabri_in_mist.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
A. fabri, Sichuan, Tiongkok.
250px-Red_fir.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
A. magnifica, California, Amerika Serikat.

Filogeni Abies berdasarkan analisis filogenomik pada tahun 2021:[4][5]

Abies
(Pseudotorreya)

A. bracteata (Don) Poit.

(Religio)
section

A. mariesii Masters

A. amabilis (Douglas ex Loudon) Forbes

A. procera Rehder

Amabilis
section

A. magnifica Murray

Nobiles
section

A. concolor (Gordon) Lindley ex Hildebr.

A. jaliscana (Martínez) Mantilla, Shalisko & Vázquez

A. guatemalensis Rehder

A. hickelii Flous & Gaussen

A. flinckii Rushforth

A. vejarii Martínez

A. durangensis Martínez

A. religiosa (Kunth) von Schlechtendal & von Chamisso

A. hidalgensis Debreczy, Rácz & Guízar

A. grandis (Douglas ex Don) Lindley

A. lowiana (Gordon) Murray

Grandis
(Abies)
section

A. alba Miller

A. pinsapo Boiss.

A. cephalonica Loudon

A. nebrodensis (Lojac.) Mattei

A. nordmanniana (Steven) Spach

A. numidica de Lannoy ex Carrière

A. ×borisii-regis Mattf.

A. cilicica (Antoine & Kotschy) Carrière

Abies
section

A. lasiocarpa (Hooker) Nuttall

A. ernestii Rehder

A. balsamea (von Linné) Miller

Balsamea
section

A. firma Siebold & Zuccarini

A. sibirica Ledeb.

Sibiria
section

A. fanjingshanensis Huang, Tu & Fang

A. ziyuanensis Fu & Mo

series

A. kawakamii (Hayata) Itô

A. chensiensis van Tieghem

A. squamata Masters

A. beshanzuensis Wu

A. pindrow (Royle ex Don) Royle

A. recurvata Masters

A. fargesii Franchet

Squamatae
series

A. koreana Wilson

A. nephrolepis (Trautvetter ex Maxim.) Maxim.

A. holophylla Maxim.

A. sachalinensis (Schmidt) Masters

A. fabri (Masters) Craib

A. veitchii Lindley

A. fraseri (Pursh) Poiret

A. delavayi Franchet

A. densa Griffith

A. spectabilis (Don) de Mirbel

A. nukiangensis Cheng & Fu

A. ferreana Bordères & Gaussen

A. forrestii Coltm.-Rog.

A. georgei Orr

A. homolepis Siebold & Zuccarini

A. yuanbaoshanensis Lu & Fu

Spectabiles
Pseudopicea

Referensi

  1. ↑ Schorn, Howard; Wehr, Wesley (1986). "Abies milleri, sp. nov., from the Middle Eocene Klondike Mountain Formation, Republic, Ferry County, Washington". Burke Museum Contributions in Anthropology and Natural History. 1: 1–7.
  2. 1 2 Parker, Sybil P (1984). Mcgraw-hill Dictionary of Biology. Mc-Graw Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Seneta, Włodzimierz (1981). Drzewa i krzewy iglaste (Coniferous trees and shrubs) (dalam bahasa Polish) (Edisi 1st). Warsaw: Państwowe Wydawnictwo Naukowe (PWN). ISBN 83-01-01663-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ↑ Stull, Gregory W.; Qu, Xiao-Jian; Parins-Fukuchi, Caroline; Yang, Ying-Ying; Yang, Jun-Bo; et al. (2021). "Gene duplications and phylogenomic conflict underlie major pulses of phenotypic evolution in gymnosperms". Nature Plants. 7 (8): 1015–1025. Bibcode:2021NatPl...7.1015S. bioRxiv 10.1101/2021.03.13.435279. doi:10.1038/s41477-021-00964-4. PMID 34282286. S2CID 232282918.
  5. ↑ Stull, Gregory W.; et al. (2021). "main.dated.supermatrix.tree.T9.tre". Figshare. doi:10.6084/m9.figshare.14547354.v1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-01-01. Diakses tanggal 2023-03-30.

Bibliografi

Philips, Roger. Trees of North America and Europe, Random House, Inc., New York ISBN 0-394-50259-0, 1979.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Abies.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan