Senin, 19 Oktober 2026
23:38 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Abies procera

Abies procera

Bagikan:
Abies procera
250px-Abies_procera_3159.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Abies procera di Hutan Nasional Gifford Pinchot, Washington
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Gymnospermae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Pinales
Famili: Pinaceae
Genus: Abies
Spesies:
A. procera
Nama binomial
Abies procera
250px-Abies_procera_range_map_4.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jangkauan alami
Sinonim[2]
  • Abies nobilis (Douglas ex D.Don) Lindl., nom. illeg.
  • Picea nobilis (Douglas ex D.Don) Loudon
  • Pseudotsuga nobilis (Douglas ex D.Don) W.R.McNab

Abies procera adalah spesies cemara yang berasal dari Pegunungan Cascade dan Pegunungan Pantai Pasifik di barat laut Amerika Serikat. Pohon ini tumbuh pada ketinggian antara 300 hingga 1.500 meter.[3]

Deskripsi

A. procera adalah cemara besar dengan mahkota kerucut sempit, biasanya tumbuh hingga 70 meter dengan diameter batang sekitar 2 meter, dan kadang-kadang mencapai 90 meter dengan batang setebal 2,7 meter.[4] Kulit pohon muda halus dan abu-abu dengan lepuh resin, sedangkan pohon tua memiliki kulit merah-coklat yang kasar dan retak, biasanya setebal kurang dari 5 cm; bagian dalamnya berwarna kemerahan. Daunnya berbentuk jarum, panjang 1–3,5 cm, berwarna biru-hijau dengan pita stomata jelas, dan ujungnya tumpul atau sedikit berlekuk. Daun tersusun spiral pada pucuk, tetapi sedikit melengkung membentuk S ke atas. Buahnya tegak, panjang 11–22 cm dan tebal 6 cm, dengan sisik ungu sebagian besar tertutup daun pelindung kuning-hijau yang panjang, saat matang, kerucut berwarna coklat dan hancur untuk melepaskan biji bersayap. Pohon ini hanya menghasilkan benih yang layak setiap beberapa tahun dan dapat hidup hingga 200 tahun.[5]

Persebaran

Spesies ini tumbuh di Pegunungan Cascade dan Pegunungan Pantai Pasifik di Washington barat, Oregon, serta di ujung barat laut California. Pohon ini biasanya ditemukan di dataran tinggi, pada ketinggian 300–1.500 meter, sering di atas 600 meter, dan jarang mencapai garis pohon.[5]

Ekologi

Spesies ini sangat dekat kaitannya dengan Abies magnifica (cemara merah), yang menggantikannya di tenggara Oregon dan California selatan. Perbedaannya terlihat pada daun. Abies procera memiliki alur di sepanjang tulang tengah pada sisi atas, sedangkan cemara merah tidak. Daun cemara merah juga lebih renggang sehingga kulit pucuk terlihat, sementara pucuk cemara mulia hampir tertutup daun. Kerucut cemara merah biasanya memiliki daun pelindung lebih pendek, kecuali pada A. magnifica var. shastensis, yang bisa berhibridisasi dengan cemara mulia dan kemungkinan merupakan hasil persilangan antara keduanya. Selain itu, berbeda dengan var. shastensis, Abies procera tidak tahan naungan, sehingga batang bawahnya jarang bercabang.[5]

Referensi

  1. ↑ Farjon, A. (2013). "Abies procera". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2013 e.T42296A2970458. doi:10.2305/IUCN.UK.2013-1.RLTS.T42296A2970458.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "The Plant List: A Working List of all Plant Species".
  3. ↑ "Abies procera". Germplasm Resources Information Network (GRIN) online database. Diakses tanggal 17 Desember 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Gymnosperm Database - Abies procera". Diakses tanggal 2013-09-06.
  5. 1 2 3 Arno, Stephen F.; Hammerly, Ramona P. (2020) [1977]. Northwest Trees: Identifying & Understanding the Region's Native Trees (dalam bahasa Inggris) (Edisi field guide). Seattle: Mountaineers Books. hlm. 143–149. ISBN 978-1-68051-329-5. OCLC 1141235469.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan