Sabtu, 03 Oktober 2026
13:23 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Abdullah C.D.

Abdullah C.D.

politikus Partai Komunis Malaya (PKM) Malaysia

Bagikan:
Infobox orangAbdullah C.D.
Abdullah_CD_1989.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran2 Oktober 1923 Suntingan nilai di Wikidata
Parit Suntingan nilai di Wikidata
Kematian13 Januari 2024 Suntingan nilai di Wikidata (100 tahun)
Sukhirin (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
Kelompok etnikOrang Minangkabau Suntingan nilai di Wikidata
AgamaIslam Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpolitikus,perwira militer,prajurit Suntingan nilai di Wikidata
Partai politikPartai Komunis Malaya Suntingan nilai di Wikidata
Cabang militerMalayan Races Liberation Army (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
KonflikKedaruratan Malaya Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahSuriani Abdullah (en) Terjemahkan (1955–2013), kematian Suntingan nilai di Wikidata

Che Dat bin Anjang Abdullah atau lebih dikenal dengan Abdullah C.D Cik Dat bin Anjang Abdullah (2 Oktober 1923 – 13 Januari 2024) adalah adalah seorang politikus Malaysia yang menjabat sebagai ketua dan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Malaya (PKM).[1]

Kehidupan awal dan karier

Abdullah C.D dilahirkan pada 2 Oktober 1923 di Parit, Perak dari orang tua Melayu keturunan Minangkabau[2] yang berjuang dengan senjata di dalam hutan, menentang penjajahan Jepang dan Inggris di Tanah Melayu.[3] Ia menempuh pendidikan hingga kelas lima di Sekolah Melayu Parit, sebelum melanjutkan studinya di Sekolah Inggris Tapah. Kemudian, ia belajar di Sekolah Inggris Clifford di Kuala Kangsar hingga kelas tujuh sebelum berhenti ketika pecah Perang Dunia Kedua.[4]

Kariernya dimulai ketika ia bergabung dengan Kesatuan Muda Melayu (KMM), dan menjadi sekretaris KMM di distrik Lambor, Perak pada masa awal pendudukan Jepang. Abdullah CD akhirnya bergabung dengan tentara Rakyat Malaya Anti-Jepang (MPAJA).

Pada bulan Oktober 1945, Abdullah turut mendirikan Parti Kebangsaan Melayu Muda (PKMM) bersama Burhanuddin al-Hilmi, Ahmad Boestamam, Mukhtaruddin Lasso, dan Ishak Haji Mohamad. Ia bertanggung jawab untuk mengorganisasi gerakan buruh Melayu, dan terpilih sebagai Wakil Presiden dari Federasi Serikat Buruh Pan-Melayu (PMFTU).Pada 20 Juni 1948 penjajah Inggris melarangkan semua partai yang pro merdeka termasuk partai pro merdeka yang Islam, kecuali UMNO dibiarkan oleh Inggris. Ketika Inggris mengumumkan keadaan darurat, Abdullah memimpin banyak anggota dari CPM, PKMM, API (Angkatan Pemuda Insaf), AWAS dan PETA melakukan revolusi gerilya anti-Inggris di hutan Malaya. Pada bulan Juli 1948, dia ditangkap di Pahang utara, tetapi dia berhasil melarikan diri.

Pada tanggal 12 Mei 1949, dia dilantik menjadi komandan resimen ke-10 PKM di Temerloh, Pahang,[5] yang mengetuai pasukan komunis Melayu untuk kawasan Narathiwat di perbatasan Malaysia-Thailand, dan mendapat instruksi langsung dari pemimpin nomor 1, Chin Peng.[6]

Setelah kemerdekaan, dia terus memberontak terhadap pemerintah Malaysia hingga tercapai perdamaian pada tanggal 2 Desember 1989. Pada tahun 1989, PKM meletakkan senjatanya dan keluar dari hutan di perbatasan Thailand untuk menandatangani perjanjian damai yang dikenal sebagai Perundingan Damai Haadyai di Hat Yai, Thailand.[7] Pasca Perjanjian Damai Haadyai antara pemerintah Malaysia dan pemerintah Thailand, ia dan sebagian besar anggota PKM, termasuk istrinya, Suriani Abdullah, tidak lagi mengikatkan diri pada kebijakan perjuangan bersenjata. Seluruh persediaan senjata juga dimusnahkan sesuai dengan perjanjian. Mantan Sekretaris Jenderal PKM, Chin Peng datang menemui mereka beberapa hari sebelum perundingan damai dan menyampaikan tanggapan dari anggota PKM yang sendiri sepakat untuk mengakhiri perang. Suriani mengklaim perjanjian ini merupakan penyelesaian yang terhormat, bukan penyerahan diri.[4]

Kini, Abdullah adalah pemimpin dari 436 warga Desa Banchulabhorn Pattana 12 di distrik Sukhirin, Thailand Selatan, yang sebagian besar bercocok tanam karet dan bertani untuk mencari nafkah.[4] Dia juga memegang kewarganegaraan Thailand.[8]

Kehidupan pribadi dan wafat

Abdullah menikah dengan Suriani Abdullah (Eng Ching Ming), seorang gadis Tionghoa yang juga menjadi pengurus dalam Partai Komunis Malaya.[9]

Referensi

  1. ↑ https://www.thestar.com.my/news/nation/2024/01/13/former-cmp-chairman-abdullah-cd-passes-away-at-100
  2. ↑ Ishak Saat, Radikalisme Melayu Perak 1945–1970, USM, 2014
  3. ↑ Suriani Abdullah(1999), Rejimen Ke-10 dan Kemerdekaan, Nan Dao Publisher
  4. 1 2 3 Meor Harman Meor Shakri (29 Disember 2002). "Kehidupan baru bekas pengganas". Utusan Malaysia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-11-23. Diakses tanggal 23 November 2017 – via Utusan Online.{{cite news}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. ↑ https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/14649373.2015.1008201
  6. ↑ The Communist Party of Malaya: the inside story Aloysius Chin -1994 -252 pages
  7. ↑ "Di sebalik Rundingan Damai Hat Yai". Utusan Malaysia. 24 Mac 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-11-23. Diakses tanggal 23 November 2017 – via Utusan Online.{{cite news}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  8. ↑ N Faizal Ghazali; Low, Chia Ming; Syazwana Amir (29 Disember 2019). "Thailand lebih bersungguh tunaikan janji pendamaian - Abdullah CD". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Mei 2020. Diakses tanggal 23 Mei 2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  9. ↑ Abdullah CD(2005), Memoir Abdullah CD: Zaman Pergerakan Sehingga 1948, SIRD
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan