Rabu, 14 Oktober 2026
02:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Zona neritik

bagian dari lautan

Bagikan:

Zona neritik merupakan bagian lautan yang relatif dangkal sebelum batas landas kontinen, dengan kedalaman sekitar 200 meter (660 ft).[1][2] Dari sudut pandang biologi kelautan zona ini terdiri dari lingkungan kehidupan laut yang cenderung stabil dan mendapatkan cahaya matahari yang cukup, mulai dari plankton, ikan dan terumbu karang, sedangkan oseanografi fisik melihatnya sebagai wilayah di mana sistem laut berinteraksi dengan pesisirnya.

Definisi (Biologi Kelautan), konteks, terminologi tambahan

Dalam biologi kelautan, zona neritik disebut juga perairan pesisir, laut pesisir atau zona sublitoral.[3] Mengacu kepada zona lautan di mana sinar matahari mencapai dasar, tempat di mana air tidak terlalu dalam dan keluar dari zona fotik. Zona neritik membentang dari batas surut terendah hingga ke ujung landas kontinen, dengan kedalaman hingga 200 meter (667 kaki). Di atas zona neritik terdapat zona intertidal (atau zona eulitoral) dan zona supralitoral, di bawahnya adalah permulaan dari lereng benua dan zona pelagik. [? or entire top-layerbutuh klarifikasi]

Dalam neritik, ahli biologi kelautan juga mengidentifikasi hal berikut:[butuh rujukan]

  • Zona infralitoral merupakan zona yang didominasi alga hingga 5 meter di bawah batas air terendah.
  • Zona circalittoral merupakan daerah sebelum zona infralitoral yang didominasi hewan diam seperti tiram.
  • Zona subtidal merupakan bagian dari zona neritik di bawah zona intertidal yang tidak pernah terekspos ke atmosfer.

Karakteristik fisik

Zona neritik secara permanen ditutupi oleh air dengan oksigenasi yang cukup, menerima cukup sinar matahari dan tekanan air yang rendah, selanjutnya zona ini memiliki suhu, tekanan, cahaya dan salinitas yang cenderung stabil, membuatnya cocok untuk fotosintesis. Pada keadaan tertentu, zona bentik (dasar laut) pada zona neritik lebih stabil dibandingkan dengan zona intertidal.

Bentuk-bentuk kehidupan

Karakteristik di atas membuat zona neritik menjadi lokasi di mana mayoritas kehidupan laut berada: hal ini merupakan hasil dari tingginya produksi primer dari hasil fotosintesis seperti fitoplankton, sargassum terapung, zooplankton, makhluk yang terapung dengan bebas mulai dari ukuran mikroskopis seperti foraminifera hingga ke ikan kecil dan udang yang memakan fitoplankton (atau satu sama lainnya) yang kemudian berubah menjadi dasar jaringan rantai makanan hingga menyangga kebutuhan ikan besar. Sebagian besar terumbu karang juga ditemukan di zona neritik, dibandingkan dengan zona intertidal karena pergerakan yang relatif lebih kecil.

Definisi (oseanografi fisik)

Dalam oseanografi fisik, zona sublitoral [or "neritic"?butuh klarifikasi] mengacu pada daerah dengan pasang laut dan disipasi energi cukup signifikan, termasuk aliran non-linear, ombak, aliran keluaran sungai dan ocean front.[butuh rujukan]Sedangkan menurut biologi kelautan, zona ini merupakan perpanjangan menuju landas kontinen.

Referensi

  1. ↑ anon. (n.d).
  2. ↑ Rizk, F. (n.d).
  3. ↑ "Advanced Learner S Dictionary Botany". Diakses tanggal 10 Februari 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan