Sabtu, 31 Oktober 2026
15:46 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Zona neritik

bagian dari lautan

Bagikan:

Zona neritik merupakan bagian lautan yang relatif dangkal sebelum batas landas kontinen, dengan kedalaman sekitar 200 meter (660 ft).[1][2] Dari sudut pandang biologi kelautan zona ini terdiri dari lingkungan kehidupan laut yang cenderung stabil dan mendapatkan cahaya matahari yang cukup, mulai dari plankton, ikan dan terumbu karang, sedangkan oseanografi fisik melihatnya sebagai wilayah di mana sistem laut berinteraksi dengan pesisirnya.

Definisi (Biologi Kelautan), konteks, terminologi tambahan

Dalam biologi kelautan, zona neritik disebut juga perairan pesisir, laut pesisir atau zona sublitoral.[3] Mengacu kepada zona lautan di mana sinar matahari mencapai dasar, tempat di mana air tidak terlalu dalam dan keluar dari zona fotik. Zona neritik membentang dari batas surut terendah hingga ke ujung landas kontinen, dengan kedalaman hingga 200 meter (667 kaki). Di atas zona neritik terdapat zona intertidal (atau zona eulitoral) dan zona supralitoral, di bawahnya adalah permulaan dari lereng benua dan zona pelagik. [? or entire top-layerbutuh klarifikasi]

Dalam neritik, ahli biologi kelautan juga mengidentifikasi hal berikut:[butuh rujukan]

  • Zona infralitoral merupakan zona yang didominasi alga hingga 5 meter di bawah batas air terendah.
  • Zona circalittoral merupakan daerah sebelum zona infralitoral yang didominasi hewan diam seperti tiram.
  • Zona subtidal merupakan bagian dari zona neritik di bawah zona intertidal yang tidak pernah terekspos ke atmosfer.

Karakteristik fisik

Zona neritik secara permanen ditutupi oleh air dengan oksigenasi yang cukup, menerima cukup sinar matahari dan tekanan air yang rendah, selanjutnya zona ini memiliki suhu, tekanan, cahaya dan salinitas yang cenderung stabil, membuatnya cocok untuk fotosintesis. Pada keadaan tertentu, zona bentik (dasar laut) pada zona neritik lebih stabil dibandingkan dengan zona intertidal.

Bentuk-bentuk kehidupan

Karakteristik di atas membuat zona neritik menjadi lokasi di mana mayoritas kehidupan laut berada: hal ini merupakan hasil dari tingginya produksi primer dari hasil fotosintesis seperti fitoplankton, sargassum terapung, zooplankton, makhluk yang terapung dengan bebas mulai dari ukuran mikroskopis seperti foraminifera hingga ke ikan kecil dan udang yang memakan fitoplankton (atau satu sama lainnya) yang kemudian berubah menjadi dasar jaringan rantai makanan hingga menyangga kebutuhan ikan besar. Sebagian besar terumbu karang juga ditemukan di zona neritik, dibandingkan dengan zona intertidal karena pergerakan yang relatif lebih kecil.

Definisi (oseanografi fisik)

Dalam oseanografi fisik, zona sublitoral [or "neritic"?butuh klarifikasi] mengacu pada daerah dengan pasang laut dan disipasi energi cukup signifikan, termasuk aliran non-linear, ombak, aliran keluaran sungai dan ocean front.[butuh rujukan]Sedangkan menurut biologi kelautan, zona ini merupakan perpanjangan menuju landas kontinen.

Referensi

  1. ↑ anon. (n.d).
  2. ↑ Rizk, F. (n.d).
  3. ↑ "Advanced Learner S Dictionary Botany". Diakses tanggal 10 Februari 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan