| Zhu Su 朱橚 | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pangeran Zhou | |||||||||||||
| Lahir | 8 Oktober 1361 | ||||||||||||
| Meninggal | 2 September 1425(1425-09-02) (umur 63) | ||||||||||||
| Pemakaman | |||||||||||||
| Ayah | Kaisar Hongwu | ||||||||||||
| Ibu | Permaisuri Ma | ||||||||||||
| Pasangan | Nyonya Feng | ||||||||||||
| |||||||||||||
| Wangsa | Zhu | ||||||||||||
| |||||||||||||
Zhu Su (8 Oktober 1361 – 2 September 1425) adalah seorang pangeran dari Dinasti Ming, ilmuwan medis, dan pakar botani di Tiongkok. Ia merupakan putra kelima Kaisar Hongwu dan Permaisuri Ma. Pada tahun 1370, ia diangkat sebagai Pangeran Wu, dan pada tahun 1378, gelarnya diubah menjadi Pangeran Zhou. Ia ditempatkan di Kaifeng pada tahun 1381.
Pada tahun 1389, Kaisar Hongwu mengasingkan Zhu Su ke Yunnan karena meninggalkan wilayah feodalnya tanpa izin. Setelah kematian ayahnya, Zhu Su menjadi sasaran utama pertama dari kebijakan pemangkasan wilayah feodal pangeran (xiāofān) yang diterapkan oleh Kaisar Jianwen untuk melemahkan kekuasaan para pangeran kekaisaran. Dituduh merencanakan pengkhianatan oleh salah satu putranya sendiri, Zhu Su dicopot dari gelarnya dan diasingkan kembali. Setelah Kaisar Yongle merebut takhta, ia memulihkan gelar pangeran Zhu Su pada tahun 1403, tetapi mengecualikannya dari urusan kenegaraan. Sang pangeran kemudian mengabdikan dirinya pada kegiatan ilmiah dan sastra, memanfaatkan sumber daya di kediaman pangerannya untuk mempelajari botani dan pengobatan. Ia menyusun risalah herbal Jiūhuāng Běncǎo ("Herbal Penyelamat Kelaparan"), sebuah karya pelopor tentang tanaman liar yang dapat dimakan, serta menyusun lebih dari 60.000 resep medis sebelum meninggal pada tahun 1425.
Biografi

Zhu Su lahir pada tanggal 8 Oktober 1361 sebagai putra kelima Zhu Yuanzhang dan istri utamanya, Nyonya Ma (kelak Permaisuri Ma), menurut catatan resmi.[4] Pada saat itu, Zhu Yuanzhang berbasis di Nanjing dan merupakan salah satu komandan terkemuka dalam Pemberontakan Serban Merah, sebuah perlawanan di Tiongkok melawan Dinasti Yuan yang dipimpin bangsa Mongol. Pemberontakan tersebut bertujuan memulihkan kekuasaan etnis Tionghoa Han setelah berdekade-dekade berada di bawah dominasi Mongol setelah penaklukan Dinasti Song oleh Yuan pada tahun 1279. Pada tahun 1368, Zhu Yuanzhang mendirikan Dinasti Ming[5] dan naik takhta sebagai Kaisar Hongwu.[6] Pada bulan Mei 1370, sang Kaisar menganugerahkan gelar pangeran (王; wáng) kepada sembilan putranya,[7] termasuk Zhu Su yang dianugerahi gelar Pangeran Wu (吳王)[8] dengan wilayah feodal di Hangzhou, sebuah kota utama di wilayah Jiangnan. Namun, pada tahun 1374, Kaisar Hongwu menolak memberi izin kepada Zhu Su untuk bermukim di Hangzhou, berargumen bahwa pendapatan dari wilayah Jiangnan sangat vital bagi pemerintah pusat dan harus tetap berada di bawah kendali langsung istana.[4]
Zhu Su menjalin hubungan yang erat dengan kakak laki-lakinya, Zhu Di, meskipun kepribadian mereka bertolak belakang. Sementara Zhu Di lebih menyukai urusan militer, Zhu Su lebih menyukai minat cendekiawan, yang di kemudian hari menjadikannya seorang pakar botani dan farmakologi.[6] Pada tahun 1376, ia berpindah ke Fengyang di Tiongkok tengah, tempat ia menjalani pelatihan militer bersama para pangeran lainnya. Dua tahun kemudian, ayahnya mengubah gelarnya menjadi Pangeran Zhou (周王) dan mengatur pernikahannya dengan putri dari Feng Sheng, komandan militer di Kaifeng, ibu kota Henan. Setelah beranjak dewasa pada tahun 1381, Zhu Su pindah ke Kaifeng; meskipun tidak memegang otoritas resmi atas administrasi lokal, pengawal pribadi dan rumah tangganya yang besar—dipimpin oleh para penasihat dan pejabat berpengalaman—memberinya pengaruh yang signifikan. Didampingi bersama ayah mertuanya, Zhu Su turut mengawasi pasukan yang ditempatkan di provinsi tersebut.[4]
Pada tahun 1389, Zhu Su secara diam-diam meninggalkan Kaifeng menuju Fengyang untuk mengunjungi Feng Sheng[9] yang telah dijatuhi hukuman oleh Kaisar atas tindakannya selama pertempuran melawan bangsa Mongol pada tahun 1387.[10] Zhu Su diasingkan ke Yunnan di wilayah barat daya kekaisaran, meskipun sebenarnya ia ditahan di istana kekaisaran di Nanjing. Putra sulungnya, Zhu Youdun, mengambil alih pengelolaan rumah tangganya di Kaifeng dan secara resmi ditunjuk sebagai penerusnya pada tahun 1391. Zhu Su tidak diizinkan kembali ke Kaifeng hingga akhir tahun 1391.[11]
Pada tahun 1398, Kaisar Hongwu meninggal dan digantikan oleh cucunya, Kaisar Jianwen. Pemerintah baru menerapkan kebijakan untuk "memangkas wilayah feodal pangeran" (xiāofān), dan Zhu Su menjadi korban pertama dari kebijakan baru ini.[12] Pada musim gugur tahun 1398, putra kedua sang pangeran, Zhu Youxun, menuduh ayahnya merencanakan pemberontakan.[11] Zhu Su kemudian dipenjarakan, dicopot dari gelarnya, dan diasingkan ke Yunnan.[12] Pada bulan Agustus 1399, Zhu Di memberontak. Setelah perang saudara selama tiga tahun, ia mengalahkan Kaisar Jianwen dan naik takhta sebagai Kaisar Yongle. Kaisar baru tersebut mengizinkan Zhu Su kembali ke Nanjing pada tahun 1402 dan kemudian ke Kaifeng pada tahun 1403.[11]

Meskipun Kaisar Yongle memberi Zhu Su tunjangan pangeran dua kali lipat dari biasanya, mengalihkan pendapatan dari pajak perdagangan di Kaifeng kepadanya, serta menganugerahkan hadiah-hadiah berharga,[13] ia tetap menjauhkan saudaranya tersebut dari urusan politik. Oleh karena itu, Zhu Su mengalihkan perhatiannya ke dunia ilmu pengetahuan.[14] Ia mengabdikan dirinya untuk mempelajari botani dan kedokteran, dan pada tahun 1406, ia menerbitkan sebuah monograf botani berjudul Jiūhuāng Běncǎo ("Herbal Penyelamat Kelaparan"), yang mendeskripsikan 414 jenis tanaman liar yang dapat dimakan.[15] Sebagian besar dari tanaman ini (276 jenis)[14] belum pernah disebutkan dalam kitab-kitab herbal lama yang hanya berfokus pada tanaman obat. Tujuan dari penyusunan buku ini adalah untuk mengedukasi pembaca mengenai tanaman yang dapat dikonsumsi ketika terjadi gagal panen dan bencana kelaparan.[15] Ia juga menerbitkan Pǔjí Fāng ("Resep untuk Penyelamatan Umum"), sebuah kompilasi dari 61.739 resep medis.[16] Selain berkarya dalam bidang penulisan, ia juga merupakan seorang kaligrafer yang mahir.[17]
Pada tahun 1420, Zhu Su dipanggil ke Nanjing atas tuduhan merencanakan pemberontakan. Ia mengakui tuduhannya dan Kaisar mengampuninya, tetapi pengawal pribadinya dikurangi hingga jumlah minimum.[18] Zhu Su meninggal pada tanggal 2 September 1425.[4] Putra sulungnya, Zhu Youdun, merupakan seorang dramawan produktif yang menulis lebih dari tiga puluh lakon dalam genre zájù. Ia menggantikan ayahnya sebagai Pangeran Zhou yang baru.[19] Zhu Su dikaruniai 16 orang putra dan sedikitnya 10 orang putri. Keturunannya memegang gelar Pangeran Zhou hingga pertengahan abad ke-17. Pangeran terakhir, Zhu Gongxiao, terlibat dalam pertahanan Kaifeng melawan pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Li Zicheng pada tahun 1641, dan pada tahun 1644, setelah kejatuhan Dinasti Ming, ia melarikan diri ke selatan untuk mengabdi kepada perampas takhta Ming, Zhu Yihai.[20]
Catatan
Referensi
Sitasi
- ↑ Zhang, Lili (12 Mei 2013). "第七批全国重点文物保护单位——许昌古墓葬石刻" [Ukiran Batu Makam Kuno Xuchang – Kelompok Ketujuh Unit Perlindungan Peninggalan Budaya Utama Nasional] (dalam bahasa Tionghoa). Information Center of the Henan Provincial Tourism Administration. Diakses tanggal 30 Oktober 2025.
- ↑ Sejarah Ming, jilid. 116, hlm. 3565.
- ↑ Goodrich & Fang (1976), hlm. 258–259.
- 1 2 3 4 Goodrich & Fang (1976), hlm. 350.
- ↑ Tsai (2002), hlm. 20–21.
- 1 2 Tsai (2002), hlm. 23.
- ↑ Langlois (1988), hlm. 120.
- ↑ Langlois (1988), hlm. 171.
- ↑ Idema (1985), hlm. 7.
- ↑ Dreyer (1982), hlm. 141–142.
- 1 2 3 Idema (1985), hlm. 3.
- 1 2 Chan (2007), hlm. 86.
- ↑ Idema (1985), hlm. 10.
- 1 2 Des Forges (2003), hlm. 16.
- 1 2 Ho (2007), hlm. 28.
- ↑ Ho & Lisowski (1997), hlm. 38.
- ↑ Idema (1985), hlm. 16.
- ↑ Idema (1985), hlm. 11.
- ↑ Idema (1980), hlm. 17–22.
- ↑ Goodrich & Fang (1976), hlm. 353.
Karya yang dikutip
- Chan, Hok-lam (2007). "Legitimating Usurpation: Historical revisions under the Ming Yongle Emperor (r. 1402–1424)". Dalam Leung, Philip Yuen-sang (ed.). The Legitimation of New Orders: Case Studies in World History. Hong Kong: The Chinese University of Hong Kong. hlm. 75–158. ISBN 978-962-996-239-5.
- Dreyer, Edward L. (1982). Early Ming China: A Political History. Stanford: Stanford University Press. ISBN 0-8047-1105-4.
- Des Forges, Roger (2003). Cultural Centrality and Political Change in Chinese History: Northeast Henan in the Fall of the Ming. Stanford: Stanford University Press. ISBN 9780804740449.
- Goodrich, L. Carrington; Fang, Chaoying, ed. (1976). Dictionary of Ming Biography, 1368–1644. New York: Columbia University Press. ISBN 0-231-03801-1.
- Ho, Peng Yoke; Lisowski, F. Peter, ed. (1997). A Brief History of Chinese Medicine (Edisi 2nd). Singapore: World Scientific. ISBN 9789810228033.
- Ho, Peng Yoke (2007). Explorations in Daoism: Medicine And Alchemy in Literature. London and New York: Routledge. ISBN 978-0415404600.
- Idema, Wilt L (1980). "Zhu Youdun's Dramatic Prefaces and Traditional Fiction". Ming Studies (10, Spring): 17–22.
- Idema, Wilt L (1985). The Dramatic Oeuvre of Chu Yu-Tun: 1379 - 1439. Leiden: Brill. ISBN 9789004072916.
- Langlois, John D. Jr. (1988). "The Hung-wu reign, 1368–1398". Dalam Mote, Frederick W.; Twitchett, Denis (ed.). The Cambridge History of China, Volume 7: The Ming Dynasty, 1368–1644, Part I. Cambridge University Press. hlm. 107–181. ISBN 978-0-521-24332-2.
- Tsai, Shih-Shan Henry (2002). Perpetual Happiness: The Ming Emperor Yongle. Seattle, Wash.; Chesham: University of Washington Press; Combined Academic. ISBN 0295981245.
- Zhang, Tingyu (1974) [1739]. Ming Shi 明史 [Sejarah Ming] (dalam bahasa Literary Chinese). Beijing: Zhonghua Book. ISBN 7101003273.
Zhu Su Lahir: 8 Oktober 1361 Meninggal: 2 September 1425 | ||
| Keluarga Aisin Gioro | ||
|---|---|---|
| Ciptaan baru | Pangeran Zhou 1378–1425 |
Diteruskan oleh: Zhu Youdun |
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Orang | |
| Lain-lain | |