Senin, 28 September 2026
08:04 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Zang Tu

Zang Tu (wafat tahun 202 SM) merupakan seorang panglima perang Tiongkok yang hidup di akhir periode Dinasti Qin dan awal periode Dinasti Han, Sejarah Tiongkok.

Biografi

Zang aslinya seorang jenderal militer yang bekerja di bawah Han Guang, raja Yan. Sekitar tahun 207 SM, ketika pemberontakan pecah di seluruh Tiongkok untuk menggulingkan Dinasti Qin, Zang dikirim untuk memimpin pasukan untuk membantu pasukan pemberontakan Zhao, yang berada di bawah serangan pasukan Qin yang dipimpin oleh Zhang Han. Diikuti kekalahan pasukan Qin di dalam Perang Julu, Zang bergabung dengan pasukan persatuan pemberontakan di bawah perintah Xiang Yu Chu, dan diikuti Xiang sewaktu mereka berperang ke Xianyang, ibu kota kota Qin.

Pada tahun 206 SM, setelah jatuhnya Dinasti Qin, Xiang Yu membagi bekas Kerajaan Qin ke dalam Delapan Belas Kerajaan dan menunjuk Zang sebagai Raja Yan. Bagian dari bekas kerajaan Yan diberikan kepada Han Guang, yang ditunjuk oleh Xiang sebagai Raja Liaodong. Zang kembali ke Yan dan mencoba untuk mendesak Han untuk memindahkan tempat alokasinya, tetapi usulnya ditolak. Sebagai akibatnya, Zang menyerang Han dan membunuhnya di Wuzhong, dan menjadi raja di kerajaan Yan Bersatu.[1]

Pada tahun 204 SM, setelah kemenangannya melawan Zhao di dalam Perang Jingxing, Han Xin mengikuti nasihat Li Zuojun dan mengirimkan utusan ke Zang, meminta Zang untuk menyerah kepada Liu Bang. Zang setuju. Pada tahun 202 SM, Liu mengalahkan Xiang Yu dan mempersatukan Tiongkok di bawah pimpinannya, mengumumkan dirinya sendiri sebagai Kaisar Gaozu Dinasti Han. Zang menjadi sekutu Gaozu dan mempertahankan wilayahnya dan gelar Raja Yan. Kemudian pada tahun itu, Zang memberontak melawan Gaozu, menyerang dan merampas wilayah di Dai. Gaozu secara pribadi memimpin pasukan untuk meredakan pemberontakan tersebut. Zang dikalahkan di dalam perang dan ditawan.[2] Ia menolak untuk menyerah dan di eksekusi atas perintah Gaozu.

Keturunan

Zang memiliki seorang putra yang bernama Zang Yan (臧衍), yang melarikan diri untuk bergabung dengan Xiongnu setelah kematian ayahnya.

Cucu perempuan Zang, Zang Er (臧兒), menikahi Wang Zhong, dan memiliki seorang putri yang bernama Wang Zhi. Wang Zhi menjadi istri kedua Kaisar Jing dari Han dan melahirkan calon Kaisar Wu dari Han.

Referensi

  1. ↑ Sima Qian (1993). Records of the Grand Historian: Han Dynasty I, translated by Burton Watson. Columbia University Press. hlm. 34–35. ISBN 0-231-08165-0.
  2. ↑ Sima 1993, hlm. 190
Keluarga Aisin Gioro
Didahului oleh:
Han Guang
Raja Yan
206 SM – 202 SM
Diteruskan oleh:
Lu Wan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan