Minggu, 11 Oktober 2026
05:53 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Zainuddin Labay El Yunusy

Zainuddin Labay El Yunusy

Islamic scholar and educator from Indonesia

Bagikan:
Zainuddin Labay El Yunusy
250px-Zainuddin_Labay_El_Yunusy_pd.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir1890 (1890)
Belanda Kanagarian Bukit Surungan,[a] Padangpanjang, Hindia Belanda
MeninggalKesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "{" tidak dikenal. Juni 10 Juli 1924(10 Juli 1924-06-{{{3}}}) (umur Error: Need valid year, month, day)Kesalahan ekspresi: Kata "juli" tidak dikenal.
PekerjaanUlama
Dikenal karenaPendiri Sumatra Thawalib dan Diniyah Putri
Pasangan menikahSawiyah dan Djaliah
AnakZuraida Zainuddin
Tanius Mathran Hibatullah Zainuddin
Orang tuaMuhammad Yunus al-Khalidiyah (ayah)
Rafi’ah (ibu)

Zainuddin Labay El Yunusy (lahir di Kanagarian Bukit Surungan,[a] Padangpanjang, tahun 1890 - meninggal di Padang, 10 Juli 1924 pada umur sekitar 34 tahun) adalah seorang ulama reformis dari Minangkabau (Sumatera Barat). Ia bersama Haji Abdul Karim Amrullah merupakan tokoh penting pada awal pendirian sekolah atau perguruan Islam modern Sumatra Thawalib di Padangpanjang, Sumatera Barat pada masa penjajahan Belanda. Di samping menjadi pengajar di sekolah tersebut, Zainuddin juga mendirikan sekolah Islam, Diniyyah School,[3] sebelum beberapa tahun kemudian Diniyyah Puteri didirikan oleh adiknya, Rahmah El Yunusiyyah.[4]

Secara nasab, nenek moyang Zainuddin berasal dari Nagari Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Secara genetis, Zainuddin berasal dari suku Sikumbang.[b]

Catatan Kaki

  1. 1 2 Nagari Bukit Surungan bukan merujuk pada Kel. Bukit Surungan sekarang, karena wilayah nagari ini mencakup wilayah yang sekarang terdiri dari beberapa kelurahan yakni Bukit Surungan (kelurahan), Pasar Usang, Kampung Manggis, Silaing Atas, dan Silaing Bawah. Ada pula yang menyebutkan bahwa wilayahnya juga mencakup Pasar Baru, tapi cukup diragukan karena tidak sesuai dengan larasgrens (perbatasan laras) yang diketahui tertera pada peta topografi wilayah Padang Panjang yang diterbitkan oleh Biro Topografi Pemerintah Kolonial Belanda di Batavia pada tahun 1893,[1] berhubung Bukit Surungan juga sebagai kubu pihak Kelarasan VI Koto.[2]
  2. ↑ Berhubung juga bersaudara dengan Rahmah El Yunusiyah, sehingga memiliki riwayat keluarga yang sama. Dalam buku "Seri Tokoh Islam: Syekhah Hajjah Rangkayo Rahmah El Yunusiyah" yang ditulis oleh Endi Aulia Garadian dan Tati Rohayati, disebutkan bahwa secara nasab, nenek moyang Rahmah berasal dari Nagari Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Secara genetis, Rahmah berasal dari suku Sikumbang.[5]

Referensi

  1. ↑ Budi (06 Juni 2024). "Menelusuri Jejak Padang Panjang 130 Tahun Silam, Jejak Sejarah yang Penting Diketahui". Pasbana. Diakses pada tanggal 21 April 2025.
  2. ↑ Arsip Zainal Sutan Salim (yang diambil dari dalam arsip anggota Onderafdee Lingsraad Batipuh X Koto Padangpanjang), melalui —Ferry, Marefri (2011). "Asal Usul Kota Padang Panjang". Facebook. Diakses pada sekitar tahun 2017-2018.—
  3. ↑ Musri 2015, hlm. 1-2.
  4. ↑ Nasar & 4 Mei 2023.
  5. ↑ Garadian & Rohayati 2024, hlm. 8.

Daftar Pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan