Rabu, 14 Oktober 2026
08:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Yun Hyu

Yun Hyu

Bagikan:
Pejabat-sarjana Joseon (1617–1680)Templat:SHORTDESC:Pejabat-sarjana Joseon (1617–1680)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Yun Hyu" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(February 2012)
Dalam nama Korean ini, nama keluarganya adalah Yun.
Yun Hyu
250px-Yunhyu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama korea
Hangul
윤휴
Hanja
尹鑴
RRYun Hyu
MRYun Hyu
Nama pena
Hangul
백호, 하헌, 야보
Hanja
白湖, 夏軒, 冶父
RRBaekho, Haheon, Yabo
MRPaekho, Hahŏn, Yabo
Nama kehormatan
Hangul
두괴, 희중
Hanja
斗魁, 希仲
RRDugoe, Huijung
MRTugoe, Hŭijung
Posthumous name
Hangul
문간
Hanja
文簡
RRMungan
MRMun'gan
Childhood name
Hangul
갱
Hanja
鍞
RRGaeng
MRKaeng

Yun Hyu (Hangul: 윤휴;Hanja: 尹鑴; 1617–1680) adalah seorang sarjana dan pejabat Neo-Konfusianisme Korea yang hidup pada masa Joseon. Yun merupakan pemimpin politik dari faksi Selatan (Namin) dalam faksi politik Dinasti Joseon. Nama penanya adalah Paekho, Hahŏn, dan Yapo.[1]

Biografi

Yun Hyu lahir di Gyeongju pada tahun 1617, sebagai putra dari hakim Gyeongju (부윤; 府尹; puyun) Yun Hyo-jŏn (윤효전;尹孝全), dari klan Namwon Yun, dan istrinya Nyonya Kim, dari klan Gyeongju Kim. Keluarga Yun berafiliasi dengan faksi Utara Kecil. Nama masa kecilnya adalah Kaeng, yang diberikan oleh teman ayahnya, Chŏng Han-kang (정한강;鄭寒崗). Pada usia 19 tahun, ia menikah dengan Nyonya Kwŏn.[2]

Pada tahun 1636, selama Invasi Qing ke Joseon, Yun pergi ke Songnisan, tempat ia bertemu dengan Song Si-yŏl untuk pertama kalinya. Setelah mendengar kabar tentang kapitulasi Raja Injo kepada bangsa Manchu, Yun bersumpah untuk tidak mengikuti ujian Gwageo. Ia pindah ke Gongju, Provinsi Chungcheong dan menjadi sarjana swasta. Ia menjalin persahabatan dengan tokoh-tokoh terkemuka faksi Timur, seperti Song Si-yŏl, Song Chun-gil, dan Yu Kye (유계;兪棨).[2]

Ia dinominasikan sebagai Jipyeong (지평;持平) sekaligus bertugas sebagai Yebinshijeong (예빈시정;禮賓寺正), dan sempat menduduki berbagai jabatan lainnya sebelum akhirnya meninggalkan dunia politik untuk mendedikasikan dirinya pada kegiatan akademis.

Pada tahun 1660, ia menjadi tokoh utama dalam kontroversi mengenai ritual berkabung untuk Raja Hyojong.[3] Pada tahun 1674, ia kembali terlibat dalam putaran kedua kontroversi tersebut, kali ini atas kematian Ratu Inseon.

Pada tahun 1680, Yun diusir dan diasiangakan ke Gapsan (갑산;甲山). Pada tahun yang sama, ia dijatuhi hukuman mati dengan diperintahkan bunuh diri oleh Raja Sukjong, setelah melalui perdebatan publik yang panjang dengan Song Si-yŏl.[4]

Karya

  • Baekhojeonseo (백호전서;白湖全書)
  • Baekhodokseogi (백호독서기;白湖讀書記)
  • Juryeseol (주례설;周禮說)
  • Hongbeomseol (홍범설;洪範說)
  • Jungyongdaehakhuseol (중용대학후설;中庸大學後說)
  • Jungyongseol (중용설;중용설)
  • Baekhojip (백호집;白湖集)

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Lankov, Andrei (1990). "Controversy over Ritual in 17th Century Korea". Seoul Journal of Korean Studies. 3: 49–64.
  2. 1 2 Shababo, Guy Shimon (2019). "Historical Background and Biography". Life and death of a despoiler : the Confucian reformation of Yun Hyu (PhD tesis). University of British Columbia. Diakses tanggal 23 Maret 2024.
  3. ↑ Lankov, Andrei. : 53.{{cite journal}}: |title= tidak ada atau kosong; Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. ↑ Miura, Kumio (1985). "Orthodoxy and Heterodoxy in Seventeenth-Century Korea: Song Siyol and Yun Hyu". Dalam de Bary, Wm. Theodore (ed.). The Rise of Neo-Confucianism in Korea. NY: Columbia University Press. hlm. 411–444 [436].

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan