Kamis, 29 Oktober 2026
03:40 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Yoseph Iskandar

Pengarang

Bagikan:
Yoseph Iskandar
Lahir11 Januari 1953
Meninggal26 Maret 2008
PekerjaanPengarang, Sutradara, dan Dosen
Karier kepenulisan
GenreCarpon, Novel, roman, puisi, drama

Yoseph Iskandar, 11 Januari 1953 – 26 Maret 2008. Pengarang cerpen, novel, roman, dan drama dalam bahasa Sunda. Lulus dari SMA, Yoseph masuk ke ATPU (Akademi Teknik Pekerjaan Umum) di Bandung. Namun ia lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan kesenian mahasiswa daripada kuliah. Ia pernah memimpin “Teater Khas" (1977-1981). Kemudian ia memilih untuk meninggalkan dunia teknik. Bersama sastrawan seangkatannya seperti Eddy D. Iskandar, Godi Suwarna, Juniarso Ridwan, dan Beni Setia, ia mendirikan organisasi sastrawan Sunda bernama Durma Kangka.[1]
Karya-karyanya yang sudah dibukukan di antaranya:

  1. Perang Bubat (1988)
  2. Wastu Kancana (1989)
  3. Prabu Wangisutah (1991)
  4. Tanjeur na Juritan, Jaya di Buana (1991)
  5. Pamanahrasa (1991)
  6. Putri Subanglarang (1991)
  7. Prabu Anom Jayadéwata (1996)
  8. Tri Tangtu di Bumi

Dan kini karya-karyanya disajikan dengan gaya yang menarik dalam bentuk dongeng Sunda oleh tokoh inohong nonoman Sunda, yaitu Kang Gilang dan dipublikasikan melalui media sosial youtube.

Referensi

  1. ↑ Iskandar, Yoseph.2009.Perang Bubat.Bandung:PT Kiblat Utama
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan