Kamis, 15 Oktober 2026
23:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Yeon nalligi

Yeon nalligi

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025)
250px-Korean_fighter_kite_-_img39262.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Layang-layang tradisional Korea

Yeon nalligi (연날리기) atau bermain layang-layang adalah permainan tradisional dari Korea.[1] Orang Korea biasanya main layang-layang pada hari raya tahun baru Seollal (Imlek) dan hari bulan purnama pertama (Jeongwol Daeboreum).[2] Di atas layang-layang, biasanya orang-orang menulis ucapan "kesialan pergi, keberuntungan datang" untuk diterbangkan sebagai harapan sepanjang tahun tersebut kehidupan mereka akan selalu dipenuhi oleh keberuntungan.[1]

Pertarungan layangan adalah permainan yang paling populer. Dalam permainan ini, kedua pihak yang bertanding, saling berusaha untuk mengalahkan dengan cara memutus tali layangan lawannya.[1]

Sejarah permainan layang-layang di Korea tercatat di babad Samguk Sagi (Babad Tiga Kerajaan), catatan sejarah tertua Korea (1145). Dalam catatan tersebut ditulis bahwa pada masa kerajaan Silla, tepatnya pada saat pemerintahan Ratu Seondeok tahun 647, terlihat sebuah bintang jatuh dari langit.[3] Bintang jatuh biasanya dianggap sebagai pertanda buruk. Pada saat itu, Ratu Seondeok sedang berusaha untuk memadamkan pemberontakan di dalam negeri. Seorang jenderal yang memimpin penumpasan pemberontakan bernama Kim Yu-shin, pada suatu malam menerbangkan layangan raksasa yang dibakar di langit dan menyebarkan berita bahwa bintang jatuh telah kembali ke langit. Upaya itu untuk meyakinkan para pemberontak bahwa langit menarik kembali ramalan buruknya. Peristiwa ini cukup meyakinkan para pemberontak untuk berdamai.[1]

Layang-Layang

Layang-layang tradisional Korea disebut yeon, yang terbuat dari rangka bambu dan kertas hanji.[4] Jenis yeon yang paling populer adalah layang-layang tak berekor yang berbentuk perisai. Jenis lain adalah kaori yeon atau layangan ikan pari yang memiliki ekor panjang. Selain itu, banyak pula layangan yang dibuat menyerupai hewan-hewan seperti burung dan naga.

Referensi

  1. 1 2 3 4 (Inggris) "Yon nalligi " (PDF). Koreana. 9. 1995. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 16 Juli 2010.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |month= diabaikan
  2. ↑ (Inggris) New Year's customs, performances on stage[pranala nonaktif permanen], visitkorea. Diakses pada 16 Juli 2010.
  3. ↑ (Inggris) Korean Kites Diarsipkan 2009-05-19 di Wayback Machine, newsletter.drachen.org. Diakses pada 16 Juli 2010.
  4. ↑ (Inggris) Korean Traditional Sports and Games, lifeinkorea. Diakses pada 16 Juli 2010.


Ikon rintisan

Artikel bertopik permainan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan