Jumat, 16 Oktober 2026
09:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Ye Ting

Ye Ting

Bagikan:
Artikel ini sudah memiliki referensi, tetapi tidak disertai kutipan yang cukup. Anda dapat membantu mengembangkan artikel ini dengan menambahkan lebih banyak kutipan pada teks artikel. (September 2019) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Ye_Ting.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ye Ting
Ini adalah nama Tionghoa; marganya adalah Ye.

Ye Ting (Hanzi sederhana:叶挺; Hanzi tradisional:葉挺; Pinyin:Yè Tǐng; Jyutping:Yip6 Ting2) (10 September, 1896 – 8 April, 1946), lahir di Huiyang, Guangdong, adalah seorang pemimpin militer Tiongkok.[1] Dia pada awalnya adalah anggota Nasionalis tetapi kemudian bergabung dengan komunis.

Ye Ting bergabung dengan Kuomintang ketika Sun Yat-sen mendirikannya pada tahun 1919 (Kuomintang sebenarnya sudah ada sebelum 1919 tetapi disebut Partai Revolusi Tiongkok). Tahun 1921 dia menjabat sebagai komandan batalion di Tentara Revolusioner Nasional. Pada tahun 1924 ia belajar di Uni Soviet dan pada bulan Desember tahun itu juga ia bergabung dengan Partai Komunis Tiongkok.

Pada bulan September 1925 ia kembali ke Tiongkok, mengawali kariernya sebagai staf, kemudian menanjak menjadi komandan resimen independen Angkatan Darat Keempat dari Tentara Revolusi Nasional. Pada bulan Mei 1926 ia memimpin detasemen garis depan dalam Ekspedisi Utara dan berhasil meraih beberapa kemenangan di bulan Agustus. Pada bulan September ia mengepung distrik Wuchang dan berhasil menerobos pertahanan pada tanggal 10 Oktober. Pada tahun 1927 ia adalah a) wakil komandan divisi Divisi ke-15, b) komandan divisi dari Divisi ke-24 Angkatan Darat ke-11, dan c) wakil komandan pasukan Angkatan Darat ke-11.

Pada tanggal 1 Agustus, bersama dengan Chen Yi, Zhou Enlai, He Long, Zhu De, Ye Jianying, Lin Biao, Liu Bocheng dan Guo Moruo, ia ikut serta dalam Pemberontakan Nanchang yang gagal, ketika “Tentara Merah Tiongkok” baru saja didirikan. Setelah itu ia pergi ke Hong Kong, dan pada 11 Desember ia memimpin Pemberontakan Guangzhou. Setelah pemberontakan ini juga gagal, ia dijadikan kambing hitam dan sebagai akibatnya ia diasingkan ke Eropa, ketika kembali ia bersembunyi di Makao.

Pada 1937 ia menjabat sebagai komandan pasukan Angkatan Darat Keempat Baru. Sebagai akibat dari Insiden Angkatan Darat Keempat Baru, ia dipenjara selama lima tahun hingga 1946. Setelah dibebaskan pada 8 April 1946, dalam perjalanan dari Chongqing ke Yan'an, dia tewas dalam kecelakaan pesawat bersama beberapa anggota keluarganya. Di antara para korban lainnya, terdapat juga beberapa pemimpin senior PKT seperti Qin Bangxian, Deng Fa dan Wang Ruofei. Isu yang beredar adalah Chiang Kai-shek sebagai dalang kecelakaan pesawat itu.[butuh rujukan]

Ye Ting memiliki sembilan anak termasuk Letnan Jenderal Ye Zhengda yang juga seorang perancang pesawat terbang. Salah satu cucunya yaitu Ye Xiaoyan (叶小燕) anak dari putri kedua Ye Ting, Ye Zhengming (叶正明), menikah dengan Li Xiaoyong (李小勇), putra mantan perdana menteri Tiongkok Li Peng.

Referensi

  1. ↑ https://www.britannica.com/biography/Ye-Ting
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan