Minggu, 11 Oktober 2026
20:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Ye Ju

Ye Ju

Bagikan:
Ye Ju

Ye_Ju.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled

Hanzi tradisional: 葉擧
Hanzi sederhana: 叶举
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Yè Jǔ
- Wade-Giles: Yeh Chü
Dalam artikel ini, nama keluarganya adalah Ye.

Ye Ju (1881–1925), dulu diromanisasi menjadi Yeh Chü,[1] adalah jenderal dan gubernur Guangdong dari partai Nasionalis

Kehidupannya

Ye lahir tahun 1881, dia pertama kali bertugas di bawah pimpinan Long Jiguang. Setelah Long jatuh, dia berdinas di bawah Chen Jiongming.

Setelah jatuhnya Yuan Shikai di tengah Era Panglima Perang Republik Tiongkok, Sun Yat-sen pemimpin partai Kuomintang, mendirikan pemerintahan tandingan atau pemerintahan sementara di Guangzhou guna bersaing untuk mendapatkan legitimasi dari pemerintah Beiyang Kelompok Zhili di Beijing. Dengan bantuan Ye, Chen Jiongming berhasil memulihkan pemerintahan sementara Sun melalui Perang Yuegui, tetapi pada tahun 1922 mereka memiliki dua pilihan: apakah akan tetap menjadi kekuatan regional atau mengikuti Ekspedisi ke Utara menuju reunifikasi Tiongkok. Di bawah rezim Chen Jiongming, Ye tetap mengawasi Guangzhou,[2]yang telah dia pulihkan bersama Chen.[1] Sun tidak dapat memecat Chen tetapi mengancam Jenderal Ye, dengan mengatakan bahwa dia memiliki "meriam 8 inci dengan cangkang beracun yang mampu menghabisi enam puluh batalion dalam waktu tiga jam"[3] dan memerintahkan Ye untuk menarik anak buahnya dari Guangzhou dalam waktu sepuluh hari. Sebagai tanggapan, Ye menyerang Istana Kepresidenan pada tanggal 15[4] atau 16 Juni 1922.[5][6] Sun sudah melarikan diri tetapi istrinya nyaris terkena mortir dan tembakan sebelum akhirnya bertemu dengannya di kapal perang Yongfeng,[7] mereka lantas bergabung dengan Chiang Kai-shek.[5] Pasukan Chiang menyembunyikan Sun dan istrinya di kapal-kapal asing yang bersandar di pelabuhan Whampoa, sehingga Chen tidak berani gegabah untuk menembaki mereka, keadaan ini berlangsung selama sekitar 50 hari sebelum akhirnya pasukan Chiang mulai menembaki posisi Chen dan berusaha mengembalikan Sun ke tampuk kekuasaan. Karena kurangnya dukungan, Sun dan istrinya mencapai Hong Kong Britania dengan menggunakan kapal Britania Raya dan dilanjutkan dengan naik kapal uap ke Pemukiman Internasional Shanghai. Setibanya di sana, Sun meminta bantuan anggota Kelompok Guangxi Baru yang kemudian mengusir Chen dan Ye ke Guangdong timur.[1]

Ye meninggal karena sakit pada akhir Januari 1925.

Referensi

  1. 1 2 3 Yuen (1969). sfnp error: tanpa target: CITEREFYuen1969 (bantuan)
  2. ↑ Fenby (2003), hlm. 54. sfnp error: tanpa target: CITEREFFenby2003 (bantuan)
  3. ↑ Fenby (2003), hlm. 55. sfnp error: tanpa target: CITEREFFenby2003 (bantuan)
  4. ↑ Elleman (2001), hlm. 159. sfnp error: tanpa target: CITEREFElleman2001 (bantuan)
  5. 1 2 Beck (2007). sfnp error: tanpa target: CITEREFBeck2007 (bantuan)
  6. ↑ Chan (2010), hlm. 106. sfnp error: tanpa target: CITEREFChan2010 (bantuan)
  7. ↑ "CPC History in Pictures: Nationalist Revolution", CPC Encyclopedia, China Daily, 3 Agustus 2011, diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-27, diakses tanggal 2021-06-24{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link).


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan