Senin, 28 September 2026
18:36 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Yazeed Djamin

Yazeed Djamin
Yazeed_Djamin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Informasi latar belakang
Lahir21 Desember 1950
Meninggal9 September 2001(2001-09-09) (umur 50)
Jakarta
PekerjaanKomponis

Yazeed Soelaiman Djamin (21 Desember 1950 – 9 September 2001) adalah seorang komposer dan pianis asal Indonesia. Dia juga dikenal luas sebagai komposer untuk Orkes Kebangsaan Malaysia.[1]

Riwayat Hidup

Latar belakang

Yazeed Djamin merupakan putra kedua dari pasangan Djamin Datuk Sutan Maharaja Besar asal Minangkabau dan Siti Nuraini, seorang Betawi. Ia ikut pendidikan musik formal ketika berusia sembilan tahun di Yayasan Pendidikan Musik (YPM) dengan mendalami piano. Selesai dari YPM, Yazeed meneruskan pendidikannya di Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (sekarang Institut Kesenian Jakarta) jurusan Piano. Kemudian ia melanjutkan ke Peabody Conservatory of Music, di Baltimore, Amerika Serikat sampai mendapatkan gelar Bachelor of Art. Untuk meraih gelar MA dan Ph.D dia mengambil pendidikan di Catholic University of America di Washington, D.C..[2][1]

Kehidupan

Pada tahun 1969, Yazeed telah melahirkan karya berjudul Srikandhi. Setelah itu lahir karya-karyanya yang lain, berturut-turut "My Home Work" (1974), "Music for Brass" (1976), "Nyi Ronggeng" (1988), dan "Malin Kundang Symphonie Poem" (1993-1994). Pada tahun 1995, ia memenangkan hadiah pertama dalam International Music Festival 1995 di Sydney, Australia atas karyanya "Nyi Ronggeng". Dalam berkarya Yazeed banyak mengambil corak-corak kebudayaan Minang, Sunda, dan Bali.[3]

Setelah meraih gelar doktor (1988), Yazeed pulang ke Indonesia dan memimpin Nusantara Chamber Orchestra. Sejak tahun 1994, Yazeed diminta oleh pemerintah Malaysia untuk menjadi komposer/penata musik untuk Orkes Kebangsaan Malaysia. Selain berkarya di Indonesia dan Malaysia, Yazeed juga sering menjadi dirigen orkes di beberapa negara, antara lain Selandia Baru di Auckland dan Wellington, serta di Amerika Serikat untuk "Kansas Orchestra" Los Angeles.[3]

Yazeed meninggal dunia pada tanggal 9 September 2001 akibat radang otak. Sebelum meninggal ia sempat dirawat selama tiga pekan di RS Cikini.[4]

Penghargaan

  • Juara Electone Indonesia (1972)
  • Peabody Piano Concert Competition, AS (1979)
  • ASEAN Youth Orchestra (1990-1995)

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan