Jumat, 25 September 2026
00:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Yamato-e

Yamato-e

Seni lukis Jepang asli

250px-Japanischer_Maler_001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Uji Bridge: salah satu seni lukis Yamato-E pada abad ke-17

Yamato-E adalah sebutan yang diberikan untuk seni lukis Jepang asli.[1] Sebutan ini digunakan untuk membedakan seni lukis yang sudah terpengaruh oleh kebudayaan agama Buddha (Butsuga) dan seni lukis bergaya Tionghoa.[1] Gaya lukisan ini adalah gaya yang pertama kali berkembang selama periode Heian (794-1185).[2] Gaya tersebut bersifat sekuler dan menggunakan tradisi warna yang kuat.[3] Dalam gaya ini digambarkan cerita dari sastra Jepang dan sejarah.[2] Gambarnya pun menggunakan motif yang terkait dengan empat musim di Jepang.[2]

Setelah periode Heian, istilah Yamato-E berevolusi dalam arti tidak hanya mengandung konten atau pengaturan dalam melukis, tetapi juga lukisan yang menggunakan konvensi formal tertentu.[2] Tokoh atau figur merupakan objek yang umum digunakan dalam gaya ini.[2] Selain itu, fitur lain yang sering diasosiasikan dengan Yamoto-E adalah penggunaan cahaya yang cerah, pigmen tebal, gambar awan besar dan teknik fukinuki yatai (penggambaran bangunan tanpa atap untuk memberikan pandangan sekilas tentang interior yang terlihat dari atas).[2]

Referensi

  1. 1 2 Ichtiar Baru Van Hoeve; Hassan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7 (edisi khusus). Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 "Yamato–e Painting". Diakses tanggal 19 Juni 2014.
  3. ↑ "Yamato-e". Diakses tanggal 19 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan