Jumat, 23 Oktober 2026
21:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Xiong Yun

Xiong Yun

Bagikan:
Xiong Yun
Raja Chu
250px-Zheng_Mao.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dinasti Qing cetakan balok kayu menunjukkan Raja Cheng dengan Zheng Mao.
Berkuasa671–626 SM
Nama lengkap
Nama anumerta
Raja Cheng dari Chu

Raja Cheng dari Chu (Hanzi:楚成王; Pinyin:Chǔ Chéng Wáng, †626 SM) merupakan seorang raja dari negara Chu yang bertakhta pada tahun 671 hingga 626 SM selama musim semi dan gugur di Tiongkok kuno. Ia lahir sebagai Xiong Yun (Hanzi:熊惲) putra Raja Wen Chu, dan Raja Cheng adalah gelar anumertanya.[1]

Pada tahun 672 SM kakanda Xiong Yun, raja Du'ao mencoba untuk membunuhnya, dan ia melarikan diri ke negara Sui. Dia kemudian menyerang dan membunuh Du'ao dengan bantuan dari Sui, dan menggantikan Du'ao sebagai raja Chu.[1]

Pada musim panas 648 SM, Negara Huang dianeksasi oleh negara Chu.[2]

Istri Raja Cheng, Zheng Mao.[3] Putra mereka mungkin adalah Raja Mu dari Chu.

Referensi

  1. 1 2 Sima Qian. "楚世家 (House of Chu)". Records of the Grand Historian (dalam bahasa Chinese). Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-10. Diakses tanggal 1 Maret 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "5.僖公 BOOK V. DUKE XI". The Institute for Advanced Technology in the Humanities (dalam bahasa Traditional Chinese). Diterjemahkan oleh James Legge (with modifications from Andrew Miller). The Institute for Advanced Technology in the Humanities. Diakses tanggal 28 Maret 2018. from Zuo zhuan, twelfth year of Duke Xi of Lu《左傳·僖公十二年》: "黃人恃諸侯之睦于齊也,不共楚職,曰,自郢及我,九百里,焉能害我。夏,楚滅黃。 'The people of Huang, relying on the friendship of the States with Qi, did not render the tribute which was due from them to Chu, saying "From Ying [the capital of Chu] to us is 900 li; what harm can Chu do to us?" This summer, Chu extinguished Huang."{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Biographical dictionary of Chinese women: antiquity through Sui, 1600 B.C.E.-618 C.E. M.E. Sharpe, Inc. 2007.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
Raja Cheng dari Chu
Meninggal: 626 SM
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Du'ao
Raja Chu
671–626 SM
Diteruskan oleh:
Raja Mu dari Chu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan