Sabtu, 24 Oktober 2026
01:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Zheng Mao

Zheng Mao

Bagikan:
250px-Zheng_Mao.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tembok kayu cetakan Dinasti Qing menunjukkan Zheng Mao dengan Raja Cheng dari Chu.

Zheng Mao (Hanzi:鄭瞀) merupakan istri utama Raja Cheng dari negara Chu selama Zaman Musim Semi dan Gugur Tiongkok kuno. Ia adalah salah satu dari 125 wanita yang biografinya termasuk di dalam Lienu Zhuan, yang ditulis oleh Liu Xiang.

Kehidupan

Zheng Mao lahir dari wangsa Ying negara bagian Zheng, yang mengalami kemerosotan setelah kematian Adipati Zhuang dari Zheng. Ia dikirim dengan istri utama sebagai selir untuk Raja Cheng dari Chu (bertakhta 671–626 SM).[1]

Setelah ia tiba di istana Chu, raja mengunjungi tempat tinggal para wanita dan melihat bahwa ia tidak peduli dengan apapun yang ditawarkan kepadanya. Ia kemudian menjadikannya istri utamanya. Baik ia dan menteri utamanya memperingatkan agar tidak mengangkat putranya Shangchen sebagai putra mahkota. Setelah raja mengabaikan nasihat tersebut, Shangchen menyebabkan jatuhnya menteri tersebut. Setelah ini, Raja ingin menunjuk seorang putra yang lebih muda sebagai ahli waris, tetapi sekarang Zheng Mao menentang usul tersebut dengan memprediksikan perang sipil.[2]

Percaya sang raja menduga oposisinya terhadap Shangchen karena cemburu, ia bunuh diri. Tak lama kemudian, Shangchen melakukan kudeta dan memaksa Raja Cheng untuk bunuh diri. Shangchen kemudian naik takhta sebagai Raja Mu dari Chu.

Inklusi di Lienü zhuan

Sarjana Dinasti Han Liu Xiang menyertakan biografinya di dalam Lienu Zhuan. Biografi Zheng Mao adalah bagian dari Gulungan 5, berjudul Prinsip dan Kebenaran (節義傳).

Catatan

Referensi karya

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan