Sabtu, 31 Oktober 2026
16:32 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Xenophyophorea

Xenophyophorea

Bagikan:
Xenophyophorea
250px-XenophyophoreNOAA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Xenophyophore laut dalam
250px-Xenophyophore.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Xenophyophore di Celah Galapagos
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Domain: Eukaryota
Klad: Diaphoretickes
Klad: Sar
Filum: Retaria
Subfilum: Foraminifera
Kelas: Monothalamea
Klad: Xenophyophorea
Schulze, 1904
Ordo dan subtakson incertae sedis[1]
Artikel takson sembarang

Xenophyophorea /ˌzɛnəˌfaɪəˈfoʊriːə/ adalah sebuah klad organisme foraminifera. Anggota-anggota dari kelas ini adalah organisme unisel multinukleat, kebanyakan darinya membangun test dari kalsium karbonat.[3] Mereka dapat ditemukan di dasar laut seluruh dunia, di kedalaman 500 hingga 10.600 meter (1.600 hingga 34.800 ft).[4][5] Mereka dapat mengambil mineral dari lingkungan disekitarnya untuk digunakan sebagai bahan test.

Mereka pertamakali dideskripsikan oleh Henry Bowman Brady pada 1883. Mereka sering ditemukan di dataran abisal, dan bahkan pada beberapa wilayah, menjadi spesies yang dominan. Terdapat 15 genera dan 75 spesies yang sudah dideskripsikan, dengan berbagai jenis ukuran.[6] Yang paling besar, Syringammina fragilissima, menjadi koanosit terbesar yang diketahui, dengan diameter hingga 20 sentimeter.[7]

Referensi

  1. ↑ Hayward, B.W.; Le Coze, F.; Gross, O. (2019). World Foraminifera Database. Monothalamea. Diakses melalui: World Register of Marine Species di: http://www.marinespecies.org/aphia.php?p=taxdetails&id=744106 Diarsipkan 2024-02-16 di Wayback Machine pada 2019-01-07
  2. ↑ Tendal, O.S. (1972) A MONOGRAPH OF THE XENOPHYOPHORIA (Rhizopodea, Protozoa)
  3. ↑ London, Postgraduate Unit of Micropalaeontology, University College (2002). "Foraminifera". www.ucl.ac.uk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-17.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  4. ↑ MSNBC Staff (22 Oktober 2011). "Giant amoebas discovered in deepest ocean trench". NBC News. Diakses tanggal 2011-10-24.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Tendal, O. S. (1972). A Monograph of the Xenophyophoria (Rhizopodea, Protozoa) (Doctoral dissertation). Danish Science Press.
  6. ↑ Gooday, Andrew J.; Holzmann, Maria; Goineau, Aurélie; Pearce, Richard B.; Voltski, Ivan; Weber, Alexandra A.-T.; Pawlowski, Jan (2018-08-03). "Five new species and two new genera of xenophyophores (Foraminifera: Rhizaria) from part of the abyssal equatorial Pacific licensed for polymetallic nodule exploration". Zoological Journal of the Linnean Society (dalam bahasa Inggris). 183 (4): 723–748. doi:10.1093/zoolinnean/zlx093. ISSN 0024-4082.
  7. ↑ Gooday, A.J; Aranda da Silva, A.; Pawlowski, J. (2011). "Xenophyophores (Rhizaria, Foraminifera) from the Nazare Canyon (Portuguese margin, NE Atlantic)". Deep-Sea Research Part II. 58 (23–24): 2401–2419. Bibcode:2011DSRII..58.2401G. doi:10.1016/j.dsr2.2011.04.005.
Cercozoa
Filosa
Monadofilosa
Imbricatea
Thecofilosea
Spongomonadea
Sarcomonadea
Reticulofilosa
Granofilosea
Chlorarachnea
Endomyxa
Proteomyxidea
Phytomyxea
Gromiidea
Ascetosporea
Retaria
Foraminifera
Radiolaria
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan