Minggu, 27 September 2026
04:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Winning Ticket

Winning Ticket

kuda pacu Jepang

Winning Ticket
ウイニングチケット
250px-Winning_Ticket_2013.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Winning Ticket pada parade di Gelanggang Pacuan Kuda Tokyo tahun 2007
PejantanTony Bin
Bapak dari pejantanKampala
IndukanPowerful Lady
Bapak dari indukanMaruzensky
Jenis kelaminStallion
Lahir(1990-03-21)21 Maret 1990
Meninggal18 Februari 2023(2023-02-18) (umur 32)
NegaraJepang
WarnaJragem Gelap
PembiakFujiwara Breeding Stud
PemilikYoshimi Ota
PelatihYuji Ito
JokiMasato Shibata
Catatan pacu14: 6-1-2[1]
Pendapatan¥424.125.000 JPY
Kemenangan besar
Yayoi Sho (1993)
Tōkyō Yūshun (1993)
Kyoto Shimbun Hai (1993)
Terakhir diperbarui pada 30 Maret 2026

Winning Ticket (Jepang: ウイニングチケット, Hepburn: Uiningu Chiketto, 21 Maret 1990 – 18 Februari 2023) merupakan kuda pacu dan pejantan kuda pacu ras unggul asal Jepang. Selama karier pacunya, Winning Ticket berkompetisi pada 14 perlombaan dan memenangkan enam di antaranya, dengan kemenangan paling bergengsinya yaitu Tokyo Yushun tahun 1993.[2][3] Winning Ticket merupakan bagian dari "BNW [ja]" bersama dengan Biwa Hayahide dan Narita Taishin, rivalitas yang memperebutkan Japanese Triple Crown tahun 1993.[4][5]

Latar belakang

Winning Ticket merupakan kuda jragem gelap yang dibiakkan di Fujiwara Farm [ja], Shizunai, Hokkaido. Tiga hari setelah ia dilahirkan, pelatih veteran Fuji Ito mengunjungi Fujiwara Farm. Ia melihat Winning Ticket, dan kemudian memutuskan untuk membawanya ke Ritto Training Center di Ritto, Shiga dan meyakinkan teman lamanya, Yoshimi Ota, untuk membeli Winning Ticket.[6] Pada musim semi tahun 1992, Fuji Ito meminta Masato Shibata untuk menunggangi Winning Ticket, dengan menyatakan bahwa ia merupakan kuda yang berpotensi memenangkan Tokyo Yushun, walaupun Masato Shibata belum pernah memenangkannya sejak ia menjadi joki dari tahun 1967.[7] Akhirnya, Masato Shibata menjadi joki utama Winning Ticket dengan menungganginya pada sembilan perlombaan.[3]

Winning Ticket merupakan anak dari Tony Bin dan Powerful Lady. Pejantannya, Tony Bin, merupakan kuda pacu kelahiran Irlandia yang memenangkan Prix de l'Arc de Triomphe tahun 1988. Ia kemudian diekspor ke Jepang dan menjadi pehantan yang sukses. Keturunan Tony Bin di antaranya Jungle Pocket, Air Groove, dan North Flight.[8][9] Indukannya, Powerful Lady, merupakan anak dari Maruzensky,[10] kuda pacu yang dimasukkan ke Japan Racing Association Hall of Fame pada tahun 1990.[11] Pembiaknya mengatakan bahwa Winning Ticket memilki badan yang mirip dengan pejantannya, Tony Bin, sedangkan mukanya mirip dengan salah satu buyutnya, Tesco Boy.[12]

Nama "Winnng Ticket" didaptkan dari sebuah percakapan antara pemiliknya, Yoshimi Ota, dengan seorang jurnali pacuan kuda Kiyoshi Sugimoto. "Winning Ticket" sendiri berasal dari Bahasa Inggris yang berarti 'tiket menuju kemenangan".[13][14]

Pada musim gugur dalam musim balap pertamanya, Winning Ticket menderita sesamoiditis yang membuatnya hingga tidak bisa meninggalkan kandang selama sebulan.[15] Ia kemudian sembuh dan kemudian bertumbuh dengan sehat kembali.

Statistik balapan

Winning Ticket mengikuti 14 balapan, di mana ia memenangkan 6 balapan, finis sebagai runner-up di 1 balapan, dan juara ketiga di 2 balapan. Data ini tersedia di JBIS dan netkeiba.[16][3]

Tanggal Trek Balapan Kelas Jarak (Kondisi) Entri No. Peluang (Favorit) Finis Waktu Selisih (detik) Joki Pemenang (Posisi-kedua)
1992 – Musim balap dua tahun
6 Sep Hakodate Debut Dua Tahun 1.200 m (Berat) 14 7 13.8 (7) Juara 5 1:16.4 0.5 Masato Shibata Multi
13 Sep Hakodate Dua Tahun 1.700 m (Lembut) 12 7 4.0 (1) Juara 1 1:48.8 –0.2 Norihiro Yokoyama (Hinode Cross O)
6 Des Nakayama Habotan Sho OP 2.000 m (Kering) 9 9 4.0 (2) Juara 1 2:02.1 –0.8 Katsuharu Tanaka (Major Winner)
27 Des Nakayama Hopeful Stakes OP 2.000 m (Kering) 7 4 1.3 (1) Juara 1 2:02.3 –0.5 Masato Shibata (Maillot Jaune)
1993 – Musim balap tiga tahun
7 Mar Nakayama Yayoi Sho G2 2.000 m (Kering) 11 10 3.3 (1) Juara 1 2:00.1 –0.3 Masato Shibata (Narita Taishin)
18 Apr Nakayama Satsuki Shō G1 2.000 m (Kering) 18 4 2.0 (1) Juara 4 2:00.6 0.4 Masato Shibata Narita Taishin
30 Mei Tokyo Tōkyō Yūshun G1 2.400 m (Kering) 18 10 3.6 (1) Juara 1 2:25.5 –0.1 Masato Shibata (Biwa Hayahide)
17 Okt Kyoto Kyoto Shimbun Hai G2 2.200 m (Kering) 10 4 1.2 (1) Juara 1 2:13.3 0.0 Masato Shibata (Maillot Jaune)
7 Nov Kyoto Kikuka-shō G1 3.000 m (Kering) 18 9 2.8 (2) Juara 3 3:05.7 1.0 Masato Shibata Biwa Hayahide
28 Nov Tokyo Japan Cup G1 2.400 m (Kering) 16 2 9.1 (3) Juara 3 2:24.6 0.2 Masato Shibata Legacy World
26 Des Nakayama Arima Kinen G1 2.500 m (Kering) 14 11 5.4 (3) Juara 11 2:32.6 1.7 Masato Shibata Tokai Teio
1994 – Musim balap empat tahun
10 Jul Chukyo Takamatsunomiya Kinen G2 2.000 m (Kering) 13 5 2.1 (1) Juara 5 2:01.7 1.0 Yoshitomi Shibata Nice Nature
18 Sep Nakayama Sankei Sho All Comers G3 2.200 m (Lembut) 8 3 2.8 (2) Juara 2 2:14.8 0.3 Yutaka Take Biwa Hayahide
30 Okt Tokyo Tenno Sho (Musim Gugur) G1 2.000 m (Kering) 13 9 5.0 (2) Juara 8 1:59.2 0.6 Yutaka Take Nehai Caesar

Legenda:

  •   Rumput

Catatan pejantan

Setelah pensiun dari karier pacunya, Winning Ticket beralih menjadi pejantan di Shizunai Stallion Station, Shizunai, Hokkaido pada tahun 1995. Ia kemudian dipindahkan ke Arrow Stud [ja], Shizunai, Hokkaido pada tahun 2004.[17]

Ia hanya memiliki satu anakan yang memenangkan pacuan grup, dengan Berg Ticket yang memenangkan Fairy Stakes tahun 1999.[18] Akan tetapi, ia memiliki keturunan selanjutnya yang memenangkan kejuaraan Grup 1, dengan Lei Papale sebagai pemenang Osaka Hai tahun 2021.[19] Winning Ticket pensiun sebagai pejantan pada tahun 2005, di mana ia dipindahkan ke Urakawa Yushun Village AERU, Urakawa, Hokkaido.[20][21]

Masa pensiun

Pada masa pensiunnya di Urakawa Yushun Village AERU, ia banyak menghabiskan waktunya bersama Dai Yusaku dan Hishi Masaru.[22] Ketika Legacy World mati pada tahun 2021, Winning Ticket menjadi pemenang pacuan Grup 1 tertua yang masih hidup.[23]

Kematian

Pada tanggal 18 Februari 2023, Winning Ticket mati di Urakawa Yushun Village AERU akibat kolik.[24][25][26]

Silsilah

Silsilah dari Winning Ticket (JPN), 1990[27][28]
Pejantan
Tony Bin (IRE)
1983
Kampala (GB)
1976
Kalamoun (GB) Zeddaan (GB)
Khairunissa (GB)
State Pension (GB) Only For Life (GB)
Lorelei (GB)
Severn Bridge (GB)
1965
Hornbeam (GB) Hyperion (GB)
Thicket (GB)
Priddy Fair (GB) Preciptic (GB)
Campanette (GB)
Indukan
Powerful Lady (JPN)
1981
Maruzensky (JPN)
1974
Nijinsky (CAN) Northern Dancer (CAN)
Flaming Page (CAN)
Shill (USA) Buckpasser (USA)
Quill (USA)
Roch Tesco (JPN)
1975
Tesco Boy (GB) Princely Gift (GB)
Suncourt (GB)
Star Roch (JPN) Harroway (GB)
Corona (JPN) (Family:11-c)[28]

Dalam budaya populer

Versi antropomorfis dari Winning Ticket muncul dalam franchise Umamusume: Pretty Derby yang disuarakan oleh Yui Watanabe. Ia digambarkan sebagai wanita berambut pendek berwarna hitam serta memiliki telinga panjangnya berwarna hijau limau di bagian dalamnnya. Ia digambarkan sebagai wanita yang ceria dan hobi berolahraga.[29]

Referensi

  1. ↑ "Winning Ticket(JPN)". JBIS. Diakses tanggal 20 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Winning Ticket(JPN) | JBIS-Search". www.jbis.jp. Diakses tanggal 2026-04-01.
  3. 1 2 3 "ウイニングチケット (Winning Ticket) | 競走馬データ". netkeiba (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-03-30.
  4. ↑ 英和出版社 (2024-03-22). "[ライバル達の名勝負]「BNWの3強」が分け合った三冠・ビワハヤヒデVSウイニングチケットVSナリタタイシン". ウマフリ | 競馬コラム&ニュース (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-04-01.
  5. ↑ "1993年のダービー馬ウイニングチケット死す 疝痛のため33歳 ビワハヤヒデ、ナリタタイシンらと「BNW」で一時代築く". 東スポ競馬 (dalam bahasa Jepang). 2023-02-18. Diakses tanggal 2026-04-01.
  6. ↑ 『優駿』1993年8月号 85頁
  7. ↑ 『優駿』2008年5月号 64頁
  8. ↑ "Tony Bin(IRE) | JBIS-Search". www.jbis.jp. Diakses tanggal 2026-03-31.
  9. ↑ "Tony Bin All Progeny | Horse Profile". netkeiba (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-31.
  10. ↑ "Powerful Lady(JPN) | JBIS-Search". www.jbis.jp. Diakses tanggal 2026-03-31.
  11. ↑ "マルゼンスキー:競馬の殿堂 JRA". JRA日本中央競馬 (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-03-31.
  12. ↑ 『優駿』2004年6月号 55頁
  13. ↑ 『優駿』1993年8月号 85頁
  14. ↑ "ウイニングチケット". JRA-VAN (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-03-31.
  15. ↑ 『優駿』1993年4月号 17頁
  16. ↑ "Race Records | Winning Ticket(JPN) | JBIS-Search". www.jbis.jp. Diakses tanggal 2026-03-30.
  17. ↑ "ウイニングチケットの墓碑が完成 | 馬産地ニュース | 競走馬のふるさと案内所". uma-furusato.com. Diakses tanggal 2026-04-01.
  18. ↑ "Berg Ticket(JPN) | JBIS-Search". www.jbis.jp. Diakses tanggal 2026-04-01.
  19. ↑ "Lei Papale(JPN) | JBIS-Search". www.jbis.jp. Diakses tanggal 2026-04-01.
  20. ↑ "ウイニングチケットが種牡馬引退 | 競馬ニュース". netkeiba (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-04-01.
  21. ↑ "功労馬 | ウイニングチケット". meiba.jp. Diakses tanggal 2026-04-01.
  22. ↑ "空から仲間を見守る 「個性派」2代目ヒシマサル - 佐々木祥恵 | 競馬コラム". netkeiba (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-04-01.
  23. ↑ "「ウマ娘」効果によりファン層の拡大を実感 - 田中哲実 | 競馬コラム". netkeiba (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-04-01.
  24. ↑ "93年のダービー馬ウイニングチケット死す 33歳、疝痛のため 繋養先「心の整理がついておりません」 | 競馬ニュース". netkeiba (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-03-31.
  25. ↑ INC, SANKEI DIGITAL (2023-02-18). "ウイニングチケット疝痛で死す 33歳、BNW3強世代のダービー馬". サンスポZBAT! (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-03-31.
  26. ↑ "ダービー馬、ウイニングチケット逝く。献花台は8月まで繋養先で設置/老若男女に愛された名馬の大往生(花岡貴子) - エキスパート". Yahoo!ニュース (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-03-31.
  27. ↑ "Pedigree of Winning Ticket (JPN)". equineline.com. Diakses tanggal 21 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. 1 2 "Pedigree of Winning Ticket". jbis.com. Diakses tanggal 21 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. ↑ "ウイニングチケット|ウマ娘 プリティーダービー 公式ポータルサイト|Cygames". ウマ娘 プリティーダービー 公式ポータルサイト (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-12-01.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Winning Ticket.
1930-an
  • 1932 Wakataka
  • 1933 Kabutoyama
  • 1934 Flame Mor
  • 1935 Governor
  • 1936 Tokumasa
  • 1937 Hisatomo ♥
  • 1938 Sugenuma
  • 1939 Kumohata
1940-an
  • 1940 Ieryu
  • 1941 St Lite ₩
  • 1942 Minami Homare
  • 1943 Kurifuji ♥
  • 1944 Kaiso
  • 1945 tidak ada
  • 1946 tidak ada
  • 1947 Matsu Midori
  • 1948 Miharu O
  • 1949 Tachikaze
1950-an
  • 1950 Kumono Hana
  • 1951 Tokino Minoru
  • 1952 Kurino Hana
  • 1953 Bostonian
  • 1954 Golden Wave
  • 1955 Otokitsu
  • 1956 Hakuchikara
  • 1957 Hikaru Meiji
  • 1958 Daigo Homare
  • 1959 Komatsu Hikari
1960-an
  • 1960 Kodama
  • 1961 Hakusho
  • 1962 Fair Win
  • 1963 Meizui
  • 1964 Shinzan ₩
  • 1965 Keystone
  • 1966 Teito O
  • 1967 Asa Denko
  • 1968 Tanino Harromore
  • 1969 Daishin Volgard
1970-an
  • 1970 Tanino Moutiers
  • 1971 Hikaru Imai
  • 1972 Long Ace
  • 1973 Take Hope
  • 1974 Colonel Lancer
  • 1975 Kaburaya O
  • 1976 Climb Kaiser
  • 1977 Lucky Ruler
  • 1978 Sakura Shori
  • 1979 Katsurano Haiseiko
1980-an
1990-an
2000-an
2010-an
2020-an
Legenda ₩ = Pemenang Tiga Mahkota, ♥ = Kuda betina
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan