Kamis, 29 Oktober 2026
12:02 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Wim Wenders

Wim Wenders

pembuat film Jerman (lahir 1945)

Bagikan:
Wim Wenders
250px-Wim_Wenders_at_Berlinale_2024.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wenders pada tahun 2024
Lahir
Ernst Wilhelm Wenders

14 Agustus 1945 (umur 81)
Düsseldorf, Jerman
Pekerjaan
  • Sutradara film
  • penulis skenario
  • produser
  • fotografer
  • penulis
Pasangan menikah
Edda Köchl
​
​
(m. 1968;c. 1974)​
​
​
(m. 1974;c. 1978)​
​
​
(m. 1979;c. 1981)​
​
​
(m. 1981;c. 1982)​
Donata Wenders
​
​
(m. 1993)​
Penghargaan Daftar lengkap
Situs webwww.wim-wenders.com

Wim Wenders[1] (Jerman:[ˈvɪmˈvɛndɐs]; lahir Ernst Wilhelm Wenders; 14 Agustus 1945[1]) adalah seorang pembuat film dan fotografer Jerman, yang merupakan tokoh utama dalam Sinema Jerman Baru.[2] Di antara penghargaan yang diterimanya adalah penghargaan dari Festival Film Cannes, Venesia, dan Berlin. Dia juga telah menerima BAFTA Award dan telah dinominasikan untuk tiga Academy Awards dan Grammy Award.

Wenders membuat debut filmnya dengan Summer in the City (1970). Dia mendapat pujian kritis karena menyutradarai film-filmnya Alice in the Cities (1974), The Wrong Move (1975), dan Kings of the Road (1976), yang kemudian dikenal sebagai Trilogi Road Movie. Wenders memenangkan BAFTA Award untuk Penyutradaraan Terbaik dan Palme d'Or atas Paris, Texas (1984) dan Penghargaan Sutradara Terbaik Festival Film Cannes atas Wings of Desire (1987). Film-film terkenal lainnya termasuk The American Friend (1977), Faraway, So Close! (1993), dan Perfect Days (2023).[3][4]

Wenders telah menerima tiga nominasi untuk Academy Award untuk Film Dokumenter Terbaik: atas Buena Vista Social Club (1999), Pina (2011), dan The Salt of the Earth (2014). Dia menerima nominasi untuk Grammy Award untuk Video Musik Bentuk Panjang Terbaik atas Willie Nelson at the Teatro (1998). Ia juga dikenal sebagai sutradara film dokumenter Tokyo-Ga (1985), The Soul of a Man (2003), Pope Francis: A Man of His Word (2018), dan Anselm (2023).

Wenders sebelumnya menjabat sebagai presiden European Film Academy dari tahun 1996–2020. Ia juga memperoleh penghargaan Honorary Golden Bear pada tahun 2015. Dia adalah seorang fotografer aktif, menekankan gambar lanskap yang sunyi.[5][6] Ia dianggap sebagai sutradara auteur.[7]

Masa kecil

Wenders belajar di Oberhausen. Pada masa remajanya ia adalah seorang anak yang sangat pemalu dan introspektif. Ia berencana untuk menjadi pastur, tetapi keinginannya ini segera tersisihkan oleh minatnya akan musik dan film Amerika, khususnya film-film koboi dan film tentang perjalanan.

Warna film Wenders

Wenders menekankan segi visual, dan menempatkan cerita pada tingkat yang sekunder. Ia merenungkan lanskap dan pemandangan kota. Film-film Wenders telah sering disebut "film dari tatapan penuh kerinduan". Baginya karema adalah sebuah sarana afeksi (demikian kata para kritikus yang menyukai film-filmnya). Unsur khas lain dari film-film Wenders adalah penggunaan musik, khususnya musik rock 'n' roll Amerika

Film-film awal

Film profesionalnya yang pertama, The Goalie's Anxiety at the Penalty Kick (1971), mendapatkan perhatian para kritikus. Film ini adalah hasil kerja sama dengan Peter Handke, salah satu pengarang bahasa Jerman pasca-perang yang terpenting, yang juga menulis Wrong Move (1975) dan bekerja sama dengan Wenders dalam Wings of Desire (1988).

Di antara film-film perjalanannya (yang juga merupakan nama perusahaannya) adalah Alice in the Cities (1974), Wrong Move (1975) dan Kings of the Road (1976). Juga Paris, Texas dan Until the End of the World. Ia menjadi terkenal di dunia internasional lewat The American Friend (1977), yang dibintangi Dennis Hopper dan Bruno Ganz. Jauh sebelum Ripley's Game dengan Leonardo diCaprio, film ini didasarkan pada novel Patricia Highsmith dengan judul yang sama.

Prestasi internasional

Wenders menjadi terkenal di dunia internasional ketika ia mendapat undangan dari Francis Ford Coppola. Wenders pergi ke Amerika Serikat dan menyelesaikan Hammett setelah banyak mengalami masalah dengan naskahnya dan Coppola. Pada 1982, ia membuat State of Things yang isinya menceritakan pengalamannya ini.

Paris, Texas (1984) menjadi suksesnya yang terbesar. Film ini dibuat di Amerika Serikat, dan naskahnya dibuat oleh Sam Shepard. Film ini memenangkan penghargaan "Palem Emas". Lalu Wenders pulang ke Jerman untuk membuat Wings of Desire yang juga menang di Cannes pada 1987 untuk kategori Sutradara terbaik. Film yang menceritakan kisah tentang dua malaikat di Berlin yang terbagi dua ini adalah sebuah film kritis dan sukses secara komersial. Film ini diikuti oleh Far Away, So Close, yang mengambil tempat di Berlin setelah tembok kota itu diruntuhkan (1993).

Di antara kedua film itu, ia membuat Until the End of the World (1991), yang ditulis oleh Peter Carey, seorang Australia, dengan musik yang sangat baik.

Pada akhir 1990-an, Wenders menyelesaikan lebih banyak film lagi di AS: The End of Violence (1997) dengan Gabriel Byrne dan Andie MacDowell dan The Million Dollar Hotel (2000) dengan Mel Gibson dan Milla Jovovich, yang naskahnya dibuatnya bersama Bono, dan musiknya oleh U2. Wenders kembali ke Jerman untuk membuat sebuah film mengenai sebuah band rock Jerman, BAP: Viel passiert (Ode to Cologne: A Rock 'N' Roll Film) (2002).

Filmnya, Buena Vista Social Club (1999) mendapatkan nominasi Oscar.

Trivia

  • "Seks dan kekerasan tidak pernah menjadi teh secangkir saya; saya selalu lebih tertarik pada saksofon dan biola."
  • ("Sex and violence was never really my cup of tea; I was always more into sax and violins.")
  • Wenders menyumbangkan hadiahnya sebesar $5.000 dari Festival Cannes untuk Wings of Desire.

Film-film karya Wenders

Bibliografi

Pranala luar

  1. 1 2 "Wim Wenders, was ist die Zukunft des Kinos?" (dalam bahasa German). Agustus 14, 2025. Diakses tanggal September 4, 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Kürten, Jochen (8 Juli 2013). "The eclectic filmmaker: Wim Wenders at 75". Deutsche Welle (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 1 Februari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Boyero, Carlos (13 Januari 2024). "'Perfect Days': so alone and so happy". EL PAÍS English (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 15 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Schilling, Mark (4 Januari 2024). "Wim Wenders' 'Perfect Days' finds beauty in small pleasures". The Japan Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 15 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Wenders, Wim (22 April 2011). "Wim Wenders: Places, Strange And Quiet – in pictures | Art and design". The Guardian. Diakses tanggal 17 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Brown, Mick (4 April 2011). "Wim Wenders: Show, don't tell". The Daily Telegraph. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Januari 2022. Diakses tanggal 17 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Lehrer, Adam (27 Januari 2015). "MoMA Celebrates Auteur Director Wim Wenders With Retrospective". Forbes. Diakses tanggal 23 Juni 2017.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan