William Sutanto | |
|---|---|
| Lahir | |
| Almamater | Universitas Bina Nusantara Stanford Graduate School of Business |
| Pekerjaan | Pengusaha, praktisi teknologi |
| Dikenal karena | Pendiri bersama, CEO INDODAX |
| Gelar | Chief Executive Officer (CEO) INDODAX |
William Sutanto adalah pengusaha dan praktisi teknologi Indonesia yang merupakan salah satu pendiri INDODAX, platform perdagangan aset kripto pertama di Indonesia. Bersama Oscar Darmawan, ia mendirikan Bitcoin Indonesia yang kemudian berkembang menjadi INDODAX. William dikenal melalui kiprahnya dalam pengembangan teknologi dan industri aset kripto di Indonesia.[1]
Ia menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) INDODAX sejak Mei 2025 setelah sebelumnya menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO).[2] Pada 2026, Ia masuk ke dalam daftar Fortune Indonesia 40 Under 40 sebagai salah satu tokoh berusia di bawah 40 tahun dari berbagai sektor di Indonesia.[3]
Riwayat Pendidikan
William menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Kolese Loyola, Semarang. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, dengan mengambil program studi Ilmu Komputer. Namun, pendidikannya terhenti pada semester III karena keterbatasan biaya keluarga.[4]
Setelah menjalankan sejumlah usaha dan pindah ke Jakarta, William kembali melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Bina Nusantara (BINUS University). Ia mengambil program S1 Manajemen Bisnis dan menyelesaikan studinya pada 2022.[4][5]
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, William mengikuti Executive Program di Stanford Graduate School of Business, Amerika Serikat.[6] Di luar pendidikan formal, ia juga mempelajari ilmu komputer dan pemrograman secara otodidak melalui buku dan sumber daring.[4]
Karier dan Kehidupan
Setelah berhenti kuliah pada 2007, William kembali ke Weleri, Kendal, dan mulai mencari penghasilan melalui internet. Ia mengembangkan blog dan situs web serta memanfaatkan Google AdSense sebagai sumber pendapatan. William menyebut aktivitas tersebut sebagai awal perjalanannya sebagai pengusaha dan sejak saat itu memilih menjalankan usaha sendiri.[4]
Sebelum mendirikan INDODAX, William terlibat dalam pendirian sejumlah perusahaan berbasis teknologi dan internet. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Operasi PT Adsindo Lingkar Media pada 2007–2012 serta Chief Financial & Technology Officer PT Bumi Intermedia pada 2007–2013.[4]
William kemudian bertemu dengan Oscar Darmawan melalui forum alumni SMA Kolese Loyola. Keduanya berasal dari sekolah yang sama, tetapi baru saling mengenal setelah menjadi alumni. Kesamaan latar belakang di bidang teknologi kemudian membawa mereka pada sejumlah kolaborasi bisnis. [4]
Pada 2013–2014, William mulai memusatkan perhatiannya pada Bitcoin. Bersama Oscar Darmawan dan Ricky Andrian, ia kemudian membangun Bitcoin Indonesia. William menangani pengembangan sistem dan produk, sementara Oscar mengambil peran sebagai CEO.[7] Pada Februari 2014, mereka mendirikan PT Bitcoin Indonesia, yang kemudian berkembang dan dikenal sebagai INDODAX.[8]
William menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) INDODAX dan berfokus pada pengembangan teknologi serta sistem perusahaan. Setelah lebih dari satu dekade berada di posisi tersebut, ia menggantikan Oscar Darmawan sebagai Chief Executive Officer (CEO) INDODAX pada Mei 2025, sementara Oscar melanjutkan perannya sebagai Chairman.[9]
Di luar INDODAX, William juga mendirikan BlockDev.id, komunitas yang berfokus pada pengembangan teknologi blockchain.[10] Ia turut terlibat sebagai salah satu pendiri BPR Dana Karya Nusa[11] dan Ayobantu.com serta mendirikan Bali Top Changer.[4]
Dalam budaya popular
Kisah William bersama Oscar Darmawan dalam merintis INDODAX menjadi salah satu inspirasi dalam film laga Indonesia 13 Bom di Jakarta yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko dan dirilis pada 2023.[12] Film tersebut terinspirasi dari kasus terorisme pada 2015 yang melibatkan permintaan tebusan dalam bentuk Bitcoin dan menyeret pendiri INDODAX dalam proses penyelidikan.[13]
Dalam film tersebut, karakter William diperankan oleh Ardhito Pramono, sementara Oscar Darmawan diperankan oleh Chicco Kurniawan. Keduanya digambarkan sebagai pendiri perusahaan aset digital yang terseret dalam penyelidikan terkait ancaman terorisme. Untuk mempersiapkan perannya, Ardhito bersama Chicco mendapatkan pembekalan mengenai teknologi informasi, Bitcoin, dan aset kripto selama sekitar satu bulan dari INDODAX.[14]
Publikasi
Pada 2008, William bersama Ridwan Sanjaya menulis buku Meningkatkan Finansial Dosen, Guru, dan Mahasiswa dengan Blogspot & Google AdSense. Buku tersebut diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo dan membahas pemanfaatan blog serta Google AdSense sebagai sarana memperoleh penghasilan melalui internet.[15]
Referensi
- ↑ Liputan6.com (2025-08-09). "Mengenal Lebih Dekat Indodax, Platform Jual Beli Aset Kripto di Indonesia". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-09-18.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) - ↑ "William Sutanto Resmi Jadi CEO Baru Indodax, Oscar Darmawan Jadi Chairman". InvestorTrust. 2025-05-19. Diakses tanggal 2026-09-18.
- ↑ Maulana, Bonardo. "Fortune Indonesia 40 Under 40 2026: Mematahkan Mitos Usia Matang". FORTUNE Indonesia. Diakses tanggal 2026-09-18.
- 1 2 3 4 5 6 7 "Hidup Itu 'Nothing to Lose' Saja". InvestorTrust. 2026-02-28. Diakses tanggal 2026-09-18.
- ↑ "Wisudawan - Wisuda 63 | Graduation". Diakses tanggal 2026-09-18.
- ↑ Nurullah, Muhammad Syafi'i (2026-04-21). "Mengenal William Sutanto, Bos Indodax Lulusan Stanford!". Blockchain Media Indonesia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-09-18.
- ↑ Purnomo, Herdaru. "Bisnis Uang 'Sakti' Bitcoin, 3 Pemuda Ini Raup Rp 45 Juta per Hari". detikfinance. Diakses tanggal 2026-09-18.
- ↑ "Bitcoin.co.id Rebranding Jadi Indodax, Siap Tambah Mata Uang Virtual". kumparan. Diakses tanggal 2026-09-18.
- ↑ Mediatama, Grahanusa (2025-05-20). "Umumkan Nakhoda Baru, Ini Sosok William Sutanto CEO Baru Indodax". kontan.co.id. Diakses tanggal 2026-09-18.
- ↑ "JPNN". JPNN.com. Diakses tanggal 2026-09-18.
- ↑ "Bank Dana Karya". Bank Dana Karya. Diakses tanggal 2026-09-18.
- ↑ Satito, Bayu (2024-01-08). "Oscar: '13 Bom di Jakarta' Terinspirasi Kisah Nyata Indodax". FORTUNE Indonesia. Diakses tanggal 2026-09-18.
- ↑ "Film '13 Bom di Jakarta' Angkat Kisah Nyata Terorisme yang Libatkan Crypto Exchange". SINDOnews Lifestyle. Diakses tanggal 2026-09-18.
- ↑ antaranews.com (2024-01-11). "Film". Antara News Yogyakarta. Diakses tanggal 2026-09-18.
- ↑ Sutanto, William dan Sanjaya, Ridwan (2008). Meningkatkan Finansial Dosen, Guru, dan Mahasiswa dengan Blogspot & Google AdSense. Jakarta: Elex Media Komputindo. ISBN 978-979-27-3386-0.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)