Kamis, 15 Oktober 2026
19:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Penglihatan warna

kemampuan dalam membedakan warna

Bagikan:

Penglihatan warna atau visi warna adalah salah satu kemampuan penglihatan dalam menentukan perbedaan antarcahaya yang disusun atas gelombang yang berbeda (perbedaan edaran kekuatan spektrum cahaya) yang terpisah dari intensitas cahaya. Persepsi warna adalah bagian dari sistem penglihatan yang lebih besar. Persepsi warna ditengahi oleh proses rumit antara neuron yang dimulai dengan rangsangan betbeda dari berbagai jenis fotoreseptor oleh cahaya yang masuk ke mata. Fotoreseptor tersebut lalu memancarkan luaran yang disebarkan melalui banyak lapisan neuron lalu akhirnya ke otak. Penglihatan warna banyak ditemukan pada hewan dan ditengahi oleh mekanisme dasar yang serupa dengan jenis molekul biologis umum. Penglihatan warna memiliki sejarah evolusi yang kompleks dalam taksa hewan yang berbeda.[1][2][3]

Perkembangan

Proses persepsi warna sangat dipengaruhi oleh evolusi. Penglihatan warna banyak ditemui pada hewan terutama untuk mengenali sumber makanan. Penglihatan warna penting bagi primata herbivora untuk menemui daun yang cocok. Pada primata, penglihatan warna telah berkembang secara terpilah untuk berbagai tugas dalam penglihatan misal mencari makanan berupa daun muda bergizi, buah matang, bunga dan mendeteksi kamuflase predator serta keadaan emosional pada primata lainnya. Penglihatan warna juga digunakan oleh kolibri untuk mengenali jenis bunga yang berbeda. Mamalia nokturnal punya penglihatan warna sedikit berkembang dibanding jenis mamalia lain karena hanya membutuhkan sedikit cahaya untuk berkegiatan. Sinar ultraungu berperan dalam persepsi warna pada berbagai spesies hewan, terutama serangga.[4] Penglihatan mata manusia terhadap warna bekerja dengan memanfaatkan tiga protein peka cahaya yang berbeda untuk memahami panjang gelombang cahaya, yang disebut sebagai penglihatan trikromatik. Penglihatan trikromatik berevolusi karena bermanfaat dalam mengumpulkan makanan. Namun, manusia tidak dapat membedakan perbedaan warna dalam makanan secara langsung karena penglihatan manusia tidak sepenuhnya sempurna.[5]

Panjang gelombang

Isaac Newton menemukan bahwa setelah cahaya putih dipecah menjadi komponen warna ketika melewati prisma depresif, cahaya putih dapat digabungkan kembali. Cahaya putih digabungkan kembali untuk membuat cahaya putih baru yang dapat melewati prisma yang berbeda. Spektrum cahaya memilik panjang gelombang berkisar pada rentang 380 hingga 740 nanometer. Warna spektral (warna yang dihasilkan oleh pita panjang gelombang) seperti merah, kuning, biru, sian, jingga, hijau, dan ungu. Berikut warna spektral yang termasuk dalam kelompok panjang gelombang:

  • Merah, 625–740 nm;
  • Kuning, 565–590 nm;
  • Jingga, 590–625 nm;
  • Ungu, 380–450 nm;
  • Sian, 485–500 nm;
  • Hijau, 500–565 nm;
  • Biru, 450-485 nm.

Panjang gelombang yang lebih panjang atau lebih pendek dari kisaran tersebut disebut inframerah atau ultraungu. Manusia umumnya tidak dapat melihat panjang gelombang ini, tetapi dapat dilihat oleh spesies lain yang punya kemampuan tersebut.[4]

Buta warna

Buta warna adalah salah satu kondisi di mana seseorang memiliki gangguan dalam melihat warna secara normal. Buta warna dapat mempersulit seseorang dalam melakukan kegiatan sehari-hari misal memetik buah yang matang, berpakaian dengan benar, dan membaca lampu lalu lintas. Jenis-jenis buta warna yaitu buta warna merah dan hijau, buta warna kuning dan biru, dan buta warna total.[4]

Referensi

  1. ↑ Vorobyev, Misha (2004). "Ecology and evolution of primate colour vision". Clinical and Experimental Optometry. 87 (4–5): 230–238. doi:10.1111/j.1444-0938.2004.tb05053.x. ISSN 0816-4622.
  2. ↑ Carvalho, Livia S.; Pessoa, Daniel M. A.; Mountford, Jessica K.; Davies, Wayne I. L.; Hunt, David M. (2017). "The Genetic and Evolutionary Drives behind Primate Color Vision". Frontiers in Ecology and Evolution. 5. doi:10.3389/fevo.2017.00034/full. ISSN 2296-701X.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  3. ↑ Hiramatsu, Chihiro; Melin, Amanda D.; Allen, William L.; Dubuc, Constance; Higham, James P. (2017). "Experimental evidence that primate trichromacy is well suited for detecting primate social colour signals". Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences. 284 (1856): 20162458. doi:10.1098/rspb.2016.2458. ISSN 0962-8452. PMC 5474062. PMID 28615496.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  4. 1 2 3 "Color Vision". VEDANTU. Diakses tanggal 16 Oktober 2022.
  5. ↑ almegakm (2 Juni 2017). "Sejarah Color Vision". AnalisaWarna (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 16 Oktober 2022.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan